Menikah Muda

Menikah Muda
part 8


__ADS_3

Selamat membaca🤗


****


Satu hari dirumah Keluarga Jeon terlah berlalu.


Dan Yuni pun sudah mulai terbiasa disana.


Yuni mulai mendapat kiriman baju dari rumah nya.


“Cecunguk itu dimana?... apa dia pergi?...”


Gumam Yuni sambil menoleh kekanan dan kekiri.


Dan ketika dia melewati sebuah ruangan, dia mendapati Jungkook yang tengah melakukan fitnes.


“Eheeem...”


Suara batuk buatan Yuni, sambil melirik jungkook.


“Haaah menyebal kan sekali...”


“Menyebal kan apa nya? Memang kenapa kalau aku disini? Bukan nya ini rumah kita bersama?”


Tanya Yuni sambil melirik Jungkook yang tengah mengangkat besi itu.


“Oooh.... ternyata kau kuat juga ya... tapi kenapa kau selalu kalah jika bertengkar dengan ku?”


Tanya Yuni yang terus melirik Jungkook.


“Haaaah... kau mengganggu konsentrasi ku latihan saja... pergi....”


Ucap Jungkook kesal, yang kemudian berhenti sejenak.


“Owh... jadi karna ada aku, kau jadi kesal, kalau begitu aku tidak akan pergi...”


Ucap Yuni menggoda.


“Kalau tidak mau pergi... aku akan memaksa mu pergi..”


Mereka saling bertatapan sinis.


“Owh... jadi kau mau melakukan kekerasan dalam rumah tangga ya sekarang? Kau bisa masuk penjara kau tau?”


Ucap Yuni membela diri. Sementara Jungkook terus menatap.


Tiba-tiba dia mendekati Yuni dan menggendong nya keluar.


“Hei... lepas dasar cecunguk....”


Ucap Yuni yang ingin melepaskan diri.


Tak lama kemudian, ibu dan Sobin datang dan bertemu mereka berdua.


Ibu dan Sobin pun terdiam.


“Kalian sedang apa?....”


Tanya ibu yang terkejut.


“Aaah ibu... kami mau bermesraan di kamar hahhaa”


Sahut Jungkook yang bingung itu.


“Hahhaa iya benar bu... “


ucap Yuni yang di gendong Jungkook itu.


“Kalian benar-benar tidak bertengkar kan?”


Tanya ibu khawatir.


“Hahhaa mana mungkin kita bertengkar... iya kan sayang ku...”


Ucap Jungkook yang mencoba mencari alasan. Sementara Jungkook mengedip kan mata nya meminta Yuni untuk membantu nya berbohong.


“Hahaha iya benar sayang...”


(mengecup pipi Jungkook seketika)


“Hahhaha.... “


Jungkook dan Yuni tersenyum palsu yang malah terlihat aneh.


“Hahaha iya sudah baik lah... pergi sana ke kamar, ibu akan tunggu kabar baik nya...”


Ucap Ibu Jungkook tang berbisik kecil lalu meninggalkan Yuni dan Jungkook.


Dengan segera Jungkook menggendong Yuni masuk ke kamar.


“Turun.... berat sekali kau ini...”


Ucap Jungkook kelelahan.


“Aku bahkan tidak lebih berat dari besi yang kau angkat tadi”


Ucap Yuni mengelak.


“Sampai kapan ini ber akhir? Kenapa dimana-mana ada kau.... dasar”


“Memang nya ini juga tidak membuat ku sial? Haaah... menyebal kan sekali harus berpura-pura mesra didepan orang tua mu.”


Ucap Yuni kesal.


“Hei... kalau kau ikut masuk kuliah yang sama dengan ku besok, awas saja kalau kau mengaku-ngaku kalau kita suami istri”


Ancam Jungkook pada Yuni.

__ADS_1


“Yeeeh siapa juga yang mau mengakui pria menyebal kan seperti mu jadi suami ku... aku pasti bisa di ketawai monyet diluar sana...”


Sahut Yuni yang tidak mau kalah itu.


“Monyet kata mu? Jadi kau fikir wajah ku lebih jelek dari monyet?..”


Ucap Jungkook kesal.


“Haah aku tidak bilang begitu ya... kau sendiri yang merasa...”


“Kau ini benar-benar....”


“Benar-benar apa? Kau ingin memukul ku?”


“Benar-benar gadis yang aneh....”


Ucap Jungkook yang bergegas lari meninggalkan kamar.


“Heei awas kau ya...”


Ucap Yuni kesal.


Malam hari nya. Semua pelayan tampak menyiap kan makan malam yang sangat mewah untuk keluarga Jeon.


Seluruh makanan sudah tertata rapi di meja makan.


Satu persatu penghuni rumah mewah itu sudah mulai datang, untuk menyantap makan malam.


Sementara Yuni dan Jungkook baru saja keluar dari kamar mereka.


“Kita harus berpura-pura bergandengan tangan karna semua nya sudah berkumpul dibawah, ingat ya... ini cuma sandiwara”


Ucap Jungkook memberi tau.


“Kau fikir aku mau di pegang tangan nya? Hah?”


Jawab Yuni dengan Nada kesal tapi lirih.


“Dasar cerewet diam saja mulut mu itu... kalau mereka dengar bisa bahaya...”


Ucap Jungkook kesal.


“Terus saja bilang cerewet, akan ku hajar kau...”


Ucap Yuni yang juga kesal.


Kedua nya pun turun kelantai bawah sambil bergandengan tangan.


“Selamat malam...” (kedua nya menunduk hormat)


“Waah kalian kompak sekali ya...”


Ucap ibu yang senang itu.


“Suami ku... lihat lah anak dan menantu kita, mereka serasi sekali ya... mesra lagi... aku jadi ingat masa muda kita dulu hahhaa....”


“Aisssh bicara apa kau ini...”


Ucap Ayah yang malu malu.


“Jungkook kalau nanti kalian kuliah... kau harus jadi suami siaga ya...”


Ucap ibu yang membuat semua bingung.


“Eeem.... kenapa semua menatap ku begitu? Hahhaa”


Ucap ibu yang salah tingkah, kemudian semua melanjut kan makan mereka.


“Jika nanti Yuni hamil.....”(berhenti)


“Uhuk uhuk....”


Seketika Yuni dan Jungkook tersedak karna kaget.


“Aaah kenapa... Yuni ayo minum yang banyak, kau harus minum yang banyak untuk persiapan itu..”


Ucap ibu sambil memberi segelas air putih.


Jungkook dan Yuni saling bertatapan bingung.


“Kenapa kau sudah bilang hamil, padahal mereka baru satu hari menikah? Ada-ada saja...”


Ucap ayah kesal.


“Iya kan tidak apa... bukan kah tujuan menikah adalah untuk punya anak...”


Ucap Ibu sambil melirik Yuni dan Jungkook.


Jiwa Yuni dan Jungkook serasa kosong, makanan di piring terasa hambar. Mereka sama-sama memikirkan kata (hamil)


“Aku sudah tidak sabar menunggu cucu pertama, pasti menyenang kan bisa melihat cucu ku lahir sebelum aku mati....”


Ucap ibu Jungkook yang sedikit berbohong.


Baik Yuni dan Jungkook masih saja bengong dan terkejut oleh kata (hamil)


“Yuni besok setelah masuk kuliah pertama mu, ibu akan mengantar kan mu ke dokter untuk program kehamilan, hehehhee...”


Ucap ibu yang menggoda.


“(Hamil..... dengan cecunguk ini? Apa aku sudah gila sekarang)”


Gumam Yuni dalam hati.


“(Yang benar saja, menghamili gadis aneh ini? Kutukan apa sebenar nya ini)”


Gumam Jungkook dalam hati.

__ADS_1


“sudah ayo makan... jangan bicara aneh-aneh ketika sedang makan... benar-benar kau ini...”


Ucap ayah yang kesal dengan ibu.


“Hahhaha iya ayo makan dengan lahap Yuni... supaya sehat...”


Ucap ibu kembali menggoda mereka.


Yuni dan Jungkook pun makan dengan sangat tidak lahap karna fikiran mereka yang kosong oleh kata


(Hamil)


****


Setelah selesai makan Yuni dan Jungkook masuk kedalam kamar mereka. Mereka tampak duduk dikasur dengan posisi ber adu punggung.


Kedua nya sedang memikirkan apa yang tadi dibicara kan ibu yaitu kata (hamil).


Kedua nya tampak bengong.


Suasana hening.


Diam..


“Ehem.... aku mau gosok gigi dulu..”


Ucap Jungkook dan Yuni secara bersamaan yang mendadak canggung.


“Baik lah... kau saja duluan...”


“Tidak usah... kau saja pergi dulu...”


Ucap Jungkook yang canggung itu.


“Baik lah....”


Sahut Yuni yang kemudian pergi ke kamar mandi itu.


Sesampai nya di kamar mandi.


Yuni menggosok gigi nya sambil bengong.


“(Hamil?.... usia ku saja baru 20 tahun... dan kenapa harus dengan cecunguk itu?)”


Gumam nya dalam hati.


“Aaaahh...... aku mau gila rasa nya...”


Gumam Yuni sambil mengacak acak rambut nya karna kesal.


Sementara di kamar Jungkook pun masih bengong.


“(Apa aku harus punya anak dari gadis aneh itu? Yang benar saja? Sial sekali hidup ku..)”


Gumam Jungkook dalam hati.


Tak lama Yuni keluar dari kamar mandi dengan rambut yang acak-acakan dan wajah lesu.


Jungkook pun giliran pergi ke kamar mandi.


Setelah itu malam hari nya mereka berdua tampak berbaring di tempat masing-masing dengan pembatas bantal guling ditengah nya.


Mereka berdua belum tidur, saling melirik sesekali.


Suasana mendadak canggung.


“Haaaah kenapa cuaca mendadak panas begini ya?”


Ucap Jungkook yang salah tingkah sambil membuka baju nya.


“Kenapa kau membuka baju? Kan ada AC?”


Sahut Yuni yang juga canggung itu.


“Aah iya benar aku lupa... kalau begitu aku pakai lagi baju ku..”


Ucap Jungkook terlihat bingung.


Mereka pun saling bertatapan canggung.


Jungkook pun kembali berbaring di kasur.


“(Aaah sial.... apa yang harus ku lakukan sekarang?)”


Gumam Jungkook dalam hati.


“(Kenapa dia tidak menyebal kan seperti biasanya?)”


Gumam Yuni dalam hati.


Kedua nya saling melirik satu sama lain.


“Eheem.... tentang apa yang diucap kan ibu tadi... tolong jangan terlalu difikir kan...”


Ucap Jungkook yang ingin mencairkan suasana.


“Aku tidak memikir kan itu...”


Sahut Yuni berbohong.


“Aaah baik lah.... kalau begitu mari tidur...”


Ucap Jungkook yang seketika malu.


Mereka pun saling berbalik badan, padahal kedua nya tidak bisa tidur karna memikirkan hal itu.


Bersambung.....

__ADS_1


Cerita hanya fiktif belaka❤️


__ADS_2