Menikah Muda

Menikah Muda
# Niat Menolong


__ADS_3

"Ada yang bisa gue bantu?" tanya seserang yang tiba-tiba muncul di belakang Asti membuat dirinya terkejut setengah mati.


Saat akan mengumpat orang itu hati Asti memanas setelah tahu siapa orang yang ada di belakangnya itu.Emosinya malah semakin tinggi,apalagi melihat tampang orang itu yang membuat Asti muak.


"Kenapa harus si bang*at sih yang nawarin," batin Asti dengan kesal menggerutu dalam hati.


"Ngapain Lo,nggak usah pura-pura baik sama gue.Pergi sono !!" usir Asti dengan mengibaskan tangannya menyuruh orang itu pergi.


"Gue cuma mau bantu lo,nggak ada yang salah kan," ucap pria itu dengan nada bicara yang terdengar lembut.


"Nggak salah sih bantu,tapi..bukan lo yang gue mau buat bantu gue,mndingan Lo pergi gue bisa sendiri."ucap Asti sinis.


"Yakin bisa sendiri,tadi gue lihat yang ada nendang-nendang ban mobil lo sama ngomel ngomel." ucap pria itu dengan menahan senyum dengan tingkah Asti yang jual mahal padanya.


"Gema,bisa nggak sih..lo nggak perlu sok manis ngomong sama gue,geli gue dengernya."ucap Asti dengan ekspresi bergidik ngeri pada Gema.


"Okelah, kalo Lo masih benci sama gue..tapi,lo bisa nggak usah pandang gue nggak papa, yang penting ban mobil lo kelar di perbaiki."ujar Gema tak tahu lagi harus berbuat apa pada Asti.


"Gue bisa minta jemput saja,biar mobil gue tinggal disini nanti anak toko bisa bawa ke bengkel."tolak Asti dengan mengambil ponselnya.


Namun, sialnya lagi ponsel Asti habis batre.


"Sial,kenapa harus habis sih...aisssttt,benci gue sama keadaan kayak gini."gumam Asti memukul-mukul ponselnya.


"Ti kenapa ,apa ada masalah ?" tanya Gema.


Asti langsung memandang Gema dengan tajam,dan menghembuskan nafas nya dengan kasar.Dia melihat pergelangan tangannya dia melihat jam tangannya terlihat jam sebelas malam.Saat ini mereka ada di jalan yang lumayan sepi,jarang sekali orang lewat.


"Gue..gue pinjem ponsel Lo bisa,gue mau pesen ojol, baterai ponsel gue habis."ucap Asti


"Lo punya ban serep nggak,biar gue bantu pasang."ucap Gema.


" Masalahnya nggak bawa,karyawan gue lupa masukin lagi ban serep nya ke bagasi."ucap Asti dengan wajah lesunya.


Gema mengutak atik ponselnya dan menghubungi seseorang.Asti melihat Gema yang sedang sibuk menelepon seseorang.Asti merasakan perutnya yang sudah sangat lapar karena memang tadi saat meeting dia tak makan berat.


"Sebentar lagi ada orang bengkel gue yang ambil mobil lo, mendingan gue anter lo balik. Besok kalau mobil Lo sudah kelar langsung anter ke toko lo,gimana?" Gema memandang Asti dengan intens berharap Asti mau menerima bantuannya.

__ADS_1


"Okelah,terus mobil gue..


"Nah tuh kayaknya mobil derek nya dateng.Lo tulis alamat dimana harus mereka anter mobil Lo kalau sudah kelar."ucap Gema menyerahkan ponselnya pada Asti.


Asti menerima ponsel Gema dan mengetik alamat toko Rotinya dan menyerahkan kembali ponsel Gema.


"Kalau sudah kelar langsung anter ke alamat yang gue udah kirim ,ini kuncinya dan yang bener ngerjainnya."ucap Gema dengan menyerahkan kunci mobil Asti.


"Siap boss,kami permisi boss,non.."ucap orang yang berseragam bengkel itu.


Setelah melihat mobil derek yang membawa mobil Asti pergi Gema menyuruh Asti masuk dalam mobilnya.Dengen sedikit ragu Asti masuk ke dalam mobil mewah milik Gema dan sedikit ada rasa canggung diantara mereka.


"Gue anter kerumah?" tanya Gema.


" Gue nggak tinggal dirumah lagi, antar gue ke Jl Mawar."ucap Asti dengan pandangan lurus kedepan.


"Oke.."jawab Gema dengan mulai menghidupkan mobilnya dan bergerak meninggalkan tempat itu.


Dalam perjalanan tak ada yang mau memulai pembicaraan,hanya ada musik yang sengaja Gema putar untuk mengusir kecanggungan antara dua manusia yang ada dalam mobil itu.


Saat mobil Gema berhenti di lampu merah,Gema sengaja melirik ke arah Asti yang terlihat sedikit gelisah sambil memegangi perutnya.


"Nggak papa,cuma pengen cepet sampe rumah."jawab Asti cuek.


"Oohh.." ucap Gema ber O ria


Namun, sejurus kemudian ada bunyi yang terdengar jelas berasal dari perut Asti.


Kruyuk


Gema sontak memandang ke arah Asti yang sedang sibuk mengg*git bibirnya karena merasa malu dengan suara yang terdengar kencang itu.


"Aduhhhhh..kenapa bunyi sih,keras lagi.."umpat dalam hati Asti.


Gema melihat tingkah Asti membuat dirinya menahan tawa.Karena melihat wajah Asti yang menahan malu.


"Kita mampir makan dulu kalau gitu."ucap Gema mulai melajukan mobilnya saat lampu merah sudah berganti hijau.

__ADS_1


"Nggak usah,gue mau cepet pulang ."tolak Asti dengan cepat.


"Kalau sampe rumah harus masak dulu atau pesen lewat aplikasi itu lama,mendingan langsung di tempat makan yang tanpa kita capek-capek masak."ucap Gema.


"Lo maksa gue ?!" pekik Asti menatap Gema dengan tajam.


" Mau lo plototin gue sampe pagi atau bahkan Lo tonjokin gue tetep aja perut Lo laper pengen diisi.Apalagi Lo punya riwayat sakit tipes.Udah jangan keras kepala,kita makan dulu.Lo mau makan apa?" akhirnya Gema harus memaksa untuk Asti makan dahulu.


"Selalu aja maksa,yang jelas yang cepet buat gue makan terus cepat juga Lo pergi."ucap Asti dengan sinis.


"Seriusan Lo mau makan apa?" tanya Gema lagi.


" Pecel ayam."jawab Asti.


"Oke,kita makan pecel ayam."ucap Gema dengan cepat mengarahkan mobilnya ke salah satu warung tenda yang terlihat masih ramai pengunjung.


Mobil pun berhenti di parkiran dekat warung tenda tersebut.Asti memperhatikan warung tenda tersebut dan menatap Gema dengan ekspresi tak terbaca.


"Kenapa harus disini?" tanya Asti datar.


"Biar cepat Lo makan lah,sudah turun dulu.Ngambek juga butuh tenaga." ledek Gema mengerlingkan sebelah matanya.


"Gue col*k mata lo !!" teriak Asti dengan cepat keluar dari mobil.


Asti melangkah mengekori Gema dan duduk di salah satu bangku yang kosong disana.


"Woii boss,mimpi apa nih..kok bisa dateng bareng?" tanya seorang pria yang terlihat akrab dengan Gema.


" Nggak usah banyak tanya kita lapar,mau Lo kita acak-acak warung Lo..?!" ancam Gema.


"Oke bos,siap lima menit buat kalian." ucap Orang itu dan berlalu pergi meninggalkan kedua anak manusia itu.


"Maksudnya apa lo bawa gue kemari?" tanya Asti dengan tatapan mata yang tajam.


" Kenapa,segitu bencinya Lo sama gue sampe Lo nggak mau nginjek tempat ini lagi."ucap Gema dengan ekspresi wajah yang terlihat sendu memandang wajah Asti yang penuh emosi.


Asti hanya diam dan mengarahkan pandangannya ke sembarang arah.Tak ada niat untuk menjawab pertanyaan Gema barusan.Karena memang dia belum bisa baik-baik saja dan beramai dengan perasaan nya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2