
Happy Reading.....📖
****
Dan sampailah ibu Yuni dan Jungkook dikediaman bibi Sora. Kedatangan mereka disambut hangat oleh bibi Sora yang merupakan teman baik ibu Yuni.
"Waah Yuni, kau sudah datang ya...." sapa bibi sora yang kemudian memeluk hangat ibu Yuni.
"Waah, Jungshang bagaimana kabarmu nak ... Padahal beberapa hari lalu baru bertemu tapi sudah rindu dengan Jungshang tampan ini." seru bibi Sora sambil tersenyum.
"Jadi, maksud kedatanganku adalah untuk memberi kue ini!" seru ibu Yuni sambil memberi bungkusan kepada bibi Sora.
"Wah, terimakasih bangak ... ayo masuk dulu kalau begitu!" seru bibi Sora mengajak untuk masuk. Seketika wajah Jungshang langsung lesu.
"Agghh ... baiklah kalau begitu!" seru ibu Yuni bersedia, namun Jungshang langsung terlihat kesal dengan jawaban ibunya, hal itu bukan karna tidak ada sebab. Melainkan jika ibu Yuni dan bibi sora sudah bertemu dan mengobrol, jika ada perang dunia saja mereka tidak peduli.
"Baiklah, ayo masuk ... aku akan buatkan teh untuk kalian!" seru bibi Sora mengajak mereka berdua masuk kedalam.
•
•
•
Sementara itu, mereka semua masuk kedalam rumah dan duduk dikursi tamu. Suasana rumah bibi Sora agak sepi, karna rumah itu hanya dihuni berdua saja dengan putri nya.
"Dimana gadis cantik mu Yura? rasanya sudah tidak bertemu sicantik itu." seru ibu Yuni yang menanyakan pada bibi Sora.
"Dia ada dikamarnya, aku panggil sebentar ya!" seru bibi Sora yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamar Yura.
"Ibu ini apa-apaan sih? katanya hanya 10menit, ini malah memanggil gadis preman itu!" seru Jungshang kesal.
__ADS_1
"Jungshang ku sayang, jangan terlalu membenci seseorang ... nanti kau bisa jatuh cinta padanya!" seru ibu Yuni sambil tersenyum.
"Jadi ... ibu pikir aku akan jadi seperti ayah, yanh jatuh cinta pada musuhnya sendiri?" tanya Jungshang dengan wajah kesal.
Dengan terus tersenyum ibu pun mengangguk sambil melirik wajah kesal putranya Jungshang. Dengan menarik nafas panjang Jungsang terlihat sangat bosan berada disana. Beberapa saat Yura tampak keluar dan menuju ruang tamu dengan rambut yang sedikit berantakan sebab baru bangun dari tidur.
•
•
•
"Agggh bibi Yuni, apa kabar?" sapa Yura pada ibu Jungshang. Setelahnya dia hanya melirik Jungshang tanpa menyapanya.
"Yura ...kau tidak mau menyapa teman kecilmu Jungshang?" seru bibi Sora pada Yura. Sambil menarik nafas panjang Yura mengulurkan tangan nya pada Jungshang.
"Apa kabar kau?" sapa Yura dengan nada sedikit berlebihan.
Bibi sora tidak terlalu paham soal konfik besar antara kedua musuh ini. Sebab, bibi Sora memiliki penyakit darah tinggi yang membuat Yura sangat menjaga perasaan ibunya dan tidak membuatnya khawatir.
"Kenapa ini? apa kalian bertengkar?" tanya bibi Sora pada keduanya.
"Aaggh tidak bu, mana mungkin kami bertengkar ... kami kan satu sekolah dan bertemu setiap hari!" seru Yura mencari alasan. Sementara Jungshang hanga diam dan menatapnya sinis.
•
•
•
Sementara itu, kedua sahabat Yuni dan Sora sedang bernostalgia. Keadaan cukup membosankan untuk Jungshang dan Yura. Sesekali keduanya saling melempar tatapan sinis lantaran ingin segera beranjak dari tempat itu.
__ADS_1
"Aagu haus sekali rasanya,apa dirumahmu ada buah?" tanya ibu Yuni pada bibi Sora.
"Ada kok, dikulkas ada beberapa buah ... aku akan ambilkan!" seru bibi Sora yang kemudian hendak beranjak.
"Eeeets tunggu, aku ingin minum jus ... Jadi Yura sayang, bisa buatkan kami jus? tenang tidak perlu khawatir ... putraku Jungshang akan membantumu memotong buah!" seru ibu dengan senyuman bahagianya.
"Ibu...."(berhenti) sambil mengedipkan matanya sambil sedikit menggeleng kepala kepada ibu Yuni memberi tanda bahwa dia tidak mau. Namun ibunya malah seolah-olah mengacuhkan dan tertawa melihatnya.
"Hahaha... putraku Jungshang juga pasti sedang lapar makanya mengedipkan mata begitu. Baiklah masakan mie untuk bersama juga ya Yura ... Jungshang akan membantumu!" seru ibu Yuni yang malah memberi permintaan tambahan untuk mereka berdua.
•
•
•
Dengan wajah terpaksa keduanya pergi kedapur dan menyiapkan Jus serta mie untuk bersama. Tentunya dengan tatapan saling kesal.
"Mau apa kau datang kerumahku? pasti kau sengaja ya supaya aku tidak berkutik dihadapan ibuku? jangan-jangan cecunguk sialan ini sudah menyukaiku!" seru Yura, yang sudah memancing pertengkaran didapur. Jarak dapur diruang tamu memang cukup jauh hingga Yuna berani bersuara dan tidak khawatir didengar ibunya.
"Apa kau bilang? menyukai gadis alien sepertimu? Apa dunia ini sudah kehabisan stok wanita normal?" seru Jungshang yang ikut terpancing emosi.
"Owh begitu, jadi kau menyebutku alien? mau kuhajar kau sekarang?" seru Yura yannh marah dengan kedua tangan dipinggang.
"Jika kau bersikap begini lama-lama dikepala mu itu akan keluar tanduk dan kau akan jadi alien sungguhan. Lagipula mana ada gadis tulen yang seperti preman begini!" seru Jungsang kembali meledek Yura.
"Kau ... benar-benar menyebalkan!" seru Yura yang marah. Lalu keduanya kembali bertengkar, bahkan rencana yang ingin membuat Jus dan masak mie berantakan. Lantaran dapur yang digunakan khusus masak, malah jadi arena pertempuran keduanya. Buah-buah yang harusnya dibuat Jus malah dijadikan senjata untuk saling melempar.
Entahlah, pertengkaran itu masih terus berlalu. Bagaimana jika sampai ibu mereka tau. Tanpa menghiraukan itu, keduanya masih terus beradu mulut sambil saling melempar buah hingga berserakan dilantai. Sungguh keputusan yang salah, jika menyuruh keduanya berada dalam satu ruangan apalagi untuk memasak.
Bersambung...
__ADS_1