Menikah Muda

Menikah Muda
#Akhir Dari Nasib Hanum


__ADS_3

"Kurang aja* anak tak tau diri ,harusnya kamu tidak ada di dunia ini Abi,kalau bukan karena kakek tua itu mengancam ku pasti akan ku lenyapkan kamu dari dulu,"batin Oma Hanum menatap sengit ke arah Abi.


"Setidaknya masih ada pemegang saham yang belum datang ke sini dan tentunya bisa jadi dia adalah orang yang lebih kompeten."ucap Oma Hanum dengan wajah sinis.


"Kalau soal itu baiklah, kemungkinan mereka sudah datang."jawab Beni dengan santai.


"Apa yang mereka rencanakan di belakang ku,apa Tuti berkhianat padaku.Keberadaan Yudit juga belum tau ,kemana anak si*lan itu.Benar-benar tidak bisa diandalkan sama seperti bapaknya."batin Oma Hanum.


Tak lama kemudian pintu ruangan rapat itu pun terbuka lebar tampak terlihat Bambang dan team masuk ke dalam ruangan itu.


"Silahkan pak Bambang.."ucap Beni mempersilakan Bambang untuk duduk begitu juga dengan team nya yang lain.


"Maaf kedatangan saya terlambat, disini saya selaku pengacara yang di tunjuk dan di percaya oleh keluarga Mahardika tentunya akan memberikan keterangan atau dibilang menyanggah segala sesuatu berbentuk berita yang sempat beredar di luar sana jika Tuan Abi memiliki seorang anak yang lahir di luar nikah.Semua itu tidak benar,selama ini tuan Abi sudah menikah hampir 16th dan anak beliau lahir dalam pernikahan yang sah.Pernikahannya tercatat sebagai suami istri sah menurut hukum agama dan negara.Jika tidak percaya bisa di kalian menangkan di KUA Bogor. Untuk kepemimpinan perusahaan Mahardika Group bisa menggunakan hak pemegang saham yang lain selain saudara sekalian ada dua orang pemenang saham terbesar Mahardika Group dan sudah memberikan kewenangan suara untuk mendukung Tuan Abi yang akan terjadi pimpinan Mahardika Group,jika kurang percaya dengan apa yang saya ucapkan tadi,kita bisa menunggu mereka hadir disini sebentar lagi..."ungkap Bambang dengan panjang lebar.

__ADS_1


"Sebentar,apa ada surat kuasa dan juga ada bukti lainnya sampai anda dengan mudah duduk disini dan berbicara dengan beraninya mereka kekacauan disini."ucap Hanum kesal.


"Bukan kekacauan Nyonya Hanum yang Terhormat !!" seru seseorang yang masuk dalam ruangan meeting.


"Kamu !!"ucap Hanum saat melihat sosok Kiran berdiri diambang pintu.


"Iya saya,nyonya..saya istri dari Abian Kemal Mahardika yang susah payah anda singkirkan dari semenjak saya menjadi istri seorang Abian. Sampai anak saya lahir tanpa ayahnya tahu.Anda yang menarik Abi untuk meninggalkan saya.Disini saya selaku salah satu pemegang hak waris atas tuan Malik Ibrahim saya Kirani Adzkia Ibrahim sebagai pemegang sebesar 45% saham Mahardika Group.Saya hadir disini memberikan keputusan mutlak untuk menunjuk Tuan Abian menjabat sebagai pemimpin perusahaan ini,bukan karena saya istri beliau tapi, menindak lanjuti hasil profit perusahaan dan prosentase harga saham yang saya rasa bisa menjadi pertimbangan saya untuk mendukung beliau.Kepemimpinan beliau sangat membuat untung perusahaan.Saya mendukung tuan Abi untuk memimpin kembali perusahaan."ucap Kiran dengan tatapan matanya yang tajam menatap Oma Hanum.


"Permisi,apa suara saya tidak perlu di dengar," ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang meeting.


"Sebentar, saya jadi sedikit bingung maksudnya dari semua ini apa pak Bambang?"tanya Oma Hanum menatap sengit pada Bambang.


"Jadi begini ibu Hanum,ini salinan surat wasiat Tuan Lukman dan disitu menyebutkan apa saja yang berhak anda dapatkan dari pernikahan dengan Tuan Lukman "ucap Bambang .

__ADS_1


Oma Hanum membaca setiap rincian yang ada di dalam surat waris itu berdasarkan surat wasiat yang di buat Lukman Mahardika.


"Apa-apaan ini,kenapa jadi begini Bambang.Saya istri Lukman saya...


"Maaf nyonya Hanum yang Terhormat , saya cuma ingin meralat ucapan ibu yang mengatakan anda seorang istri dari Lukman bukan,itu salah ..anda adalah mantan istri dari ayah kandung saya dan sekaligus ibu tiri saya sekaligus anda hanya kakak dari ibu kandung saya yaitu Hana yang merupakan adik kembar anda..!!" ucap Beni dengan lantang dan dengan suara yang terdengar bergetar menahan emosi dan juga menahan air matanya supaya tidak jatuh.


"Kamu apa-apaan Beni,jadi seperti ini sikap kamu setelah saya berkorban untuk kamu selama ini !!"


"Berkorban, untuk kepentingan diri sendiri.Anda menikah dengan ayah saya tepat di mana kamu mengandung karena kekasih mu,dia lebih memilih adik tiri kamu dan dengan kebaikan hati ibu saya yang waktu itu sakit dan sekarat meminta suaminya menikahi kakak kandungnya sendiri untuk menutupi aib mu.Kamu menikah,ayah saya dengan suka rela menampung anda nyonya.Tapi, alih-alih membalas Budi pada mendiang ibu saya untuk mengisi saya anda lebih sibuk mengurusi anak dari mantan pacar anda dan sibuk mengejar cinta mantan kekasih yang jelas-jelas Istri nya begitu baik mau mengurus anak mantan pacar suaminya sendiri yang tak lain saudara tirinya.Sunggug rumit perjalan cinta anda nyonya Hanum,namun...beruntungnya ayah saya menceraikan anda sebelum dia meninggal di mana istrinya dulu di tempat itu juga."ungkap Beni dengan wajah yang terlihat sedih mengingat kedua orang tuanya.


"Perusahaan Mahardika bukan hanya di miliki oleh Tuan Lukman Mahardika,karena sejatinya perisa ini di didirikan oleh tiga sahabat dan permodalannya di tanggung oleh Tuan Malik Ibrahim, Pengelola ada di tangan Tuan Lukman Mahardika dan untuk semua kewenangan atas perusahan ada di tangan tuan Jaya.Adapun persentase yang di jabarkan adalah Tuan Mahardika mempunyai kurang dari 30% dari saham Mahardika Group,tuan Jaya 20% ,Tuan Malik 45%.Tuan Jaya sudah mengalihkan hak waris pada putrinya Nyonya Sholeha ,Tuan Malik di limpahkan pada Nyonya Kirani yang merupakan anak kandung dari Tuan Hamdan yang sejatinya anak kandung dari tuan Malik Ibrahim."jelas Bambang dengan panjang lebar


Hanum menatap nanar dokumen yang ada di depannya.Semua rahasia yang tersembunyi sudah terkuak kebenarannya,selama bertahun-tahun lamanya dia mendampingi Lukman dengan setengah hati,dia mengingat Beni yang selalu meminta kasih sayang pada nya sampai dia rela melakukan apapun demi mendapat kasih sayangnya.Lukman walaupun tak peduli dengan Hanum selama menikah dengannya,Lukman tak pernah menunjukkan hal buruk di depan anak dan juga di depan umum.Dia bersikap normal selayaknya pasangan,namun..hati Hanum sudah tertutup.Dia selalu menyalahkan Hana karena nasibnya.Cintanya memang rumit dan anak yang selama ini dia rawat dan di berikan kasih sayang entah kemana."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2