Menikah Muda

Menikah Muda
part 13 (season 2)


__ADS_3

Happy Reading ...📖


****


Hari itu, kedua nya berangkat sekolah untuk mengikuti ujian hari terakhir disekolah. Yura dan Jungkook  pergi kesekolah bersama. Sepanjang perjalanan didalam mobil, keduanya terlihat sangat canggung dan saling melirik saja tanpa bicara. Mungkin karna kejadian tadi pagi membuat keduanya sangat canggung.


"Apa kau benar-benar sudah baikan? atau masih demam?" tanya Jungshang kepada Yura sambil sesekali melirik.


"Eeemh, sudah ... aku sudah baikan kok!" jawab Yura sambil menggaruk-garuk lehernya karna canggung.


"Syukurlah kalau begitu, kau tau ... semalam kau tidur sambil mendengkur tau...!" ujar Jungshang sambil melirik Yura.


"Ckk, jadi kau menanyai keadaan ku karna mau bilang aku mendengkur ya? kau apa tidak sadar kalau tidurmu juga mendengkur? aku saja tidak pernah membocorkan aib mu, hmm ...!" gerutu Yura yang kesal karna Jungkook membicarakan hal yang memalukan.


"Memang aku benar-benar mendengkur ya? padahal aki tadi bohong, waktu bilang kau mendengkur ...!" ujar Jungshang yang mendekat dengan wajah polosnya.


"Haaaisss, hentikan ... jangan melirikku seperti itu!" ujar Yura yang salah tingkah dan mengalihkan pandangannya menatap jendela mobil.


•


•


•


Baru saja mereka berciuman, setelahnya kembali bertengkar. Jungshang dan Yura memang selalu begitu. Namun, kini keduanya sudah jauh lebih dekat daripada sebelum menikah. Dan menjadi sangat dekat tanpa disadari oleh keduanya. Sesampainya disekolah, keduanya keluar dari mobil bersama. Tanpa sadar kedua tangan mereka saling menggenggam dan berjalan sebelahan. Semua siswa disana agak heran dan terus menerus memandangi Jungshang dan Yura. Namun, keduanya masih tidak sadar akan hal itu.


"Waah, ada angin apa kalian saling gandengan tangan?" tanya Eunbi yang baru datang. Sontak hal itu membuat Jungshang dan Yuni kaget dan langsung saling lepas.


"Eeeheem, aku tidak gandengan kok!" ujar Yura meyakinkan Eunbi.


"Tadi tangan Yura lah yang menggandengku duluan ...!" ujar Jungshang yang memancing emosi.


PLAAAK ...


Yura yang seketika memukul lengan Jungshang.


"Au, kenapa kau memukulku?" tanya Jungshang sambil mengusap-usap bagian ya g dipukul Yura barusan.

__ADS_1


"Jadi kau menuduhku pegang tanganmu duluan ya? padahal dia sendiri yang menggandeng duluan ...!" ujar Yura yang membela diri dari tuduhan Jungshang.


"Aku ingat, tadi kau dulu yang menggandeng ... apa sudah lupa? lagipula akui saja tidak apa-apa, aku tidak akan marah!" seru Jungshang yang memancing emosi Yura.


"Bukan aku duluan, tapi kau ...!" ujar Yura yang marah paca Jungshang.


"Haaaaah, sudahlah ... malah jadi ribut hanya karna gandengan tangan, lagipula apa salahnya gandengan tangan? kenapa harus saling malu begitu? kalian ini pasutri aneh ...!" ujar Eunbi yang kesal melihat Jungshang dan Yura saling menuduh hanya karna tragedi yang sebenarnya keduanya yang saling bergandengan tangan.


•


•


•


Entahlah, kadang mereka sangat dekat seperti pasangan normal. Kadang juga bisa seperti anak kecil selalu saja bertengkar. Benar-benar pasangan yang unik dan langka. Setelah sepulang sekolah, Jungshang dan Yura pulang kerumah. Ternyata, dirumah mereka kedatangan tamu lagi yang tak lain adalah paman Sobin adik dari ayah Jungkook.


Paman Sobin ternyata sekarang sudah menjadi seorang pengusaha sukses yang belum menikah. Paman Sobin adjjusi tampan yang masih betah dengan kesendiriannya. Entahlah, teringat waktu Jungkook dan Yuni menikah. Sobin masih sangat polos sampai sekarang. Meskipun dia menjadi banyak incaran gadis diluar sana.


"Paman ...!" sapa Jungshang pada paman Sobin yang tampan itu.


"Hai Jungshang ... waah keponakan ku sudah menikah paman juga ikut senang!" ujarnya sambil memeluk Jungshang.


"Kalau lihat kalian, aku jadi ingat kisah ayah dan ibu Jungshang. sama persis dengan kalian berdua!" ujar Sobin sambil menepuk pundak Jungshang.


"Mana ada, aku tidak sama dengan ayah ... jangan disamakan!" ujar Jungshang yang mengelak.


"Memang tidak sama, tapi akhirnya akan begitu ...!" ujar Sobin sambil tersenyum memperlihatkan senyum dan dilesung pipinya.


"Sama seperti drama film, dimana peran utamanya yang awalnya musuh menjadi cinta ...!" ujar Sobin sambil melirik dengan senyuman diwajahnya. Mendengar hal itu, Yura melirik Jungshang dengan wajah sinis.


"(Tidak sama katanya? jadi maksudnya ciuman tadi pagi itu tidak sengaja? dasar cecunguk sialan ... aaaghh, kenapa aku sendiri yang selalu memikirkan ciuman tadi? menyebalkan)"  gumam Yura dalam hati yang kesal karna masih memikirkan kejadian ciuman tadi pagi.


•


•


•

__ADS_1


Pada dasarnya Jungshang juga masih memikirkannya hanya saja dia masih malu untuk mengakuinya pada semua orang. Keluarga besar Jeon malam itu berkumpul moment keluarga yang sangat bahagia, dimoment itu, Yura merasa sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga Jeon. Acara makan malam diteras depan rumah dimana seluruh keluarga menyantap hidangan makan malam seafood yang sangat nikmat.


"Yura ayo bantu ayah memanggang ikan disana ...!" seru Jungkook yang mengajak Yura untuk memanggang ikan. Yura dan Jungkook pun duduk sambil menunggu api.


"Yura, kau pasti belum pernah merasakan berada dikeluarga besar begini ya?" tanya Jungkook yang membuat Yura seketika diam dan sedih.


"Benar ayah, aku belum pernah begini ...!" ujar Yura yang menahan sedih.


"Tidak apa-apa Yura, sekarang kami semua adalah bagian dari keluargamu ... kau ini gadis baik, meskipun tumbuh besar tanpa ayah!" ujar Jungkook sambil mengusap rambut Yura dengan lembut. Membuat gadis 20 tahun itu matanya berkaca-kaca karna terharu.


"Waktu ibumu mau menikah dengan ayahmu, sebenarnya ayah pernah memiliki firasat buruk padanya. Dan benar saja, pria itu bukan pria yang baik untuk ibumu ...!" ujar Jungkook yang membayangkan kejadian dipulau Jaeju dimana Sora pernah mengganggu bulan madu mereka.


"Jadi, ayah sudah mengenal ayahku dulu?" tanya Yura penasaran.


"Eeemh, sebenarnya tidak terlalu kenal. Tapi, sepintas ayah yakin dia itu tidak tulus pada ibumu ... mana ada laki-laki yang mengabaikan wanita yang dicintainya, apalagi sampai menelantarkannya. Tidak ada pengorbanan dari seorang pria, dia malah menyuruh ibumu datang kepulau jaeju untuk menemuinya ... sebagai laki-laki, ayah jadi malu sendiri melihat pria pengecut seperti itu!" ujar Jungkook sambil mengusap rambut Yura sambil tersenyum manis.


"Benar, ayahku memang bukan pria baik ... dia menelantarkan aku dan ibu, dia memilih menikah dengan wanita lain!" seru Yura yang sedih menceritakan ayahnya.


"Jangan sedih nak, aku ini juga ayahmu ... aku akan menggantikan peran ayahmu sekarang!" ujar Jungkook yang merasa sedih menatap Yura.


•


•


•


Sementara dari kejauhan Jungshang tampak penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Yura dan ayahnya. Dia tampak berjalan mondar mandir dibelakang Yura dan Jungkook tanpa disadari keduanya.


"(Mereka membicarakan apa sih, sampai ayah membelai rambut Yura begitu? jangan-jangan mereka lagi membicarakan aku, hmmm...)" gumam Jungshang dalam hati sambil terus memantau Yura dan ayahnya. Telihat keduanya saling tertawa sambil memanggang ikan.


"Jungshang, apa yang kau lakukan disini? cepat bantu ibu menyiapkan piring ... srbentar lagi kita akan mulai makan malamnya!" perintah Yuni yang memergoki Jungshang yang tengah menguping. Hal itu tentu membuat Jungkook dan Yura menoleh dan heran.


"Eeemh, aku tadi habis ... olah raga, aku hanya sedang menghitung jumblah keramik dilantai ini, siapa tau ada yang kurang ... begitu, hehehe!" ujar Jungshang yang salah tingkah karna ditatap oleh Yura.


"Ckk, aneh sekali ... kenapa tidak sekalian menghitung jumblah bintang?" tanya Yura sambil melirik sinis.


Malam itu, keluarga besar Jeon berkumpul menyantap makanan malam bersama. Suasana hangat kekeluargaan membuat Yura terharu dan bahagia. Itu adalah pertama kalinya Yura merasakan hangatnya kekeluargaan.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2