Menikah Muda

Menikah Muda
part 12 (season 2)


__ADS_3

Happy Reading....📖


*****


Malam cukup panjang, karna terlalu lama terjaga Jungshang akhirnya mengantuk dan tertidur sambil memeluk Yura malam itu. Keduanya tidur sampai pagi menjelang. Yura yang bangun lebih awal mendapati tubuhnya yang sangat dekat dengan Jungshang. Dia sempat kaget menyadari bahwa tangannya menggenggam tangan Jungshang dan tangan Jungshang merangkul tubuhnya sangat erat.


Gadis cantik itu mulai memikirkan kejadian semalam sambil memejamkan matanya. Setelah mengingatnya Yura yang sudah bangun tampak tidak teg membangunkan Jungshang yang tampak kelelahan itu. Yura sempat terpaku menatap Jungshang yang berada sangat dekat dari wajahnya hanya berjarak bebapa cm saja.


Yura memperhatikan setiap sudut dari wajah tampan Jungshang. Melihat kedua mata yang tertutup, melihat hidung yang mancung, melihat bibir yang tipis dan sangat indah. Sesaat Yura membayangkan kejadian ciuman yang pernah terjadi antara keduanya. Tanpa disadari, Yura membayangkan karna terpaku melihat Jungshang. Tangannya tak sadar terangkat dan menyentuh pipi Jungshang dengan lembut.


Hal itu tentu membuat Jungshang langsung terbangun dari lelapnya dan mereka bertatapan dengan sangat dalam. Jungshang menatap tajam kearah Yura begitupula sebaliknya. Tatapan keduanya yang penuh arti, jantung keduanya mulai berdegup lebih cepat dari biasanya karna tatapan itu. Jungshang tidak mengalihkan pandangannya walau hanya sesaat pada Yura yang cantik itu.


•


•


•


Sementara walaupun sudah bangun, Jungshang masih belum melepaskan pelukannya pada Yura sedangkan tangan Yura kemudian menyentuh dada Jungshang yang membuat keadaan semakin canggung. Keduanya saling menatap tanpa bicara dan tanpa ekspresi. Sesekali Yura mengalihkan pandangan matanya dari wajah Jungshang yang menatapnya sangat dalam.


"Ka-kau su-sudah ba-bangun...?" tanya Yura yang seketika gagap karna gerogi memandang Jungshang. Namun, Jungshang hanya terdiam dan malah mendekati wajahnya kearah Yura, seketika rasa canggung Yura semakin bertambah apalagi ketika hidung keduanya sudah saling beradu.


Yura yang tadinya tidak berani menatap mata Jungshang kemudian perlahan menatapnya sangat dalam dan keduanya saling menatap. Jungshang kemudian mulai memejamkan matanya dan mendekatkan bibirnya kearah Yura yang sontak membuat gadis itu gugup tidak karuan. Jungshang akhirnya mendaratkan bibirnya kebibir Yura dan mengciumnya seketika membuat Yura yang matanya terbelalak lebar karna syok sejenak terdiam ketika bibir mereka sudah beradu.


Tak hanya mengecup, kali ini Jungshang bahkan melumat bibir tipis Yura dan tak berhenti memainkan bibirnya. Yura sangat gugup namun perlahan mulai menikmati alunan tautan yang diberi Jungshang. Entahlah, sesaat keduanya melupakan bahwa mereka adalah musuh sejak kecil. Bahkan Yura sudah mulai menikmati ciuman ini, dan meletakkan kedua tangannya didada Jungshang sambil membiarkan Jungshang memainkan lidahnya pada Yura. Sementara Jungshang mendekap erat tubuh Yura sangat hangat.

__ADS_1


•


•


•


Apakah keduanya sudah berdamai hari itu? entahlah, tapi yang jelas ciuman itu berlangsung cukup lama dan sangat intens. Apakah ini artinya keduanya sudah saling jatuh cinta? keduanya menikmati ciuman yang memang bukan pertama kali. Tapi ciuman ini adalah ciuman tanpa paksaan dan tanpa penolakan.


Setelah cukup lama Jungshang kemudian melepaskan tautannya. Keduanya yang saling berhadapan terbaring diranjang itu masih saling bertatapan setelah ciuman itu.


"Eeeemh ... kau gila ya? apa yang baru saja kau lakukan? kenapa menciumku lagi?" gerutu Yura yang salah tingkah setelah pipinya memerah karna malu.


Namun ucapan Yura tidak dijawab oleh Jungshang dan malah dia kembali mendaratkan kecupan dibibir Yura membuat gadis itu terkejud. Tiba-tiba Jungshang mengalihkan ciumannya keleher Yura dengan lembut.


"Eeemh, itu ... hari ini ada ujian sekolah kan? ini sudah hari terakhir jadi ... itu, jadi jangan sampai terlambat!" ucap Yura yang gerogi sekaligus bingung untuk menghentikan Jungshang. Hal itu karna Yura masih merasa aneh dengan keadaan.


•


•


•


"Aaaghhh, sebentar saja ...!" rengek Jungshang yang mencoba mendekati wajahnya kembali sementara Yura langsung mendorong dada Jungshang hendak menghentikan aksinya.


"Ckk, kenapa? bukan kah kita sudah menikah?" ujar Jungshang kesal.

__ADS_1


"Apanya yang kenapa? apa kau lupa kita musuh? kau melupakan semua?" ujar Yura yang menatap penuh yakin bermaksud menghentikan Jungshang.


"Aaaaggghhh, kenapa harus diingatkan sih ... padahal aku sedang ingin!" gerutu Jungshang yang kemudian bangkit dari kasur.


"Lagi ingin apa?" tanya Yura yang pura-pura tidak tahu maksud Jungshang.


"Ingin, anu ... ingin denganmu, pokoknya itu lah!" gumam Jungshang yang kehabisan kata-kata. Dan segera menuju kamar mandi.


Waktu sudah menunjukan pukul 06:25 WKS waktunya keduanya sekolah untuk ujian hari terakhir. Disisi lain Yura merasa lega karna berhasil menghalangi aksi Jungshang. Karna sejatinya Yura sangat gugup dan gerogi. Dia juga belum siap untuk melakukan hal aneh semacam itu meskipun telah sah menikah.


•


•


•


Yura tiba-tiba tersenyum membayangkan ciuman barusan dia menggigit pelan bibir bawahnya sambil mengusap kedua pipinya karna senang.


"(Eeeh, ada apa denganku? kenapa aku senang begini? ini tidak boleh ... aku dan Jungshang kan musuh)" gumam Yura dalam hati yang tersadar.


"(Ngomong-ngomong, Jungshang itu pandai berciuman ya ... kalau aku tidak mencari alasan mana mungkin bisa menolak tubuh Jungshang yang kekar itu, hmmm ... jantungku masih berdegup tidak beraturan)" gumam Yura dalam hati yang masih memerah pipinya karna kejadian tadi.


"Huuuuft ... panas sekali rasanya!" gumam Yura  yang kemudian pergi bersiap untuk berangkat kesekolah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2