
Setelah beberapa saat menyantap menu makan siang,mereka masih belum juga kembali ke tempat kerja masing-masing.Mereka masih terlibat dalam pembicaraan yang mengulas masa lalu tentang perkuliahan mereka.
"Mas,aku ke toilet sebentar yaa.."bisik Kiran pada Abi.
Abi langsung mengangguk mengiyakan ucapan istrinya.Melihat anggukan suaminya lantas Kiran beranjak dari tempat tidurnya dan siap ke toilet.
"Ki,Lo mau kemana?"tanya Asti menatap sahabatnya yang sudah berdiri dan siap melangkah.
"Mau ketoilet."ujar Kiran menjawab pertanyaan Asti.
"Gue ikut."ucap Asti ikut beranjak dari tempatnya duduk.
Kedua sahabat itu pun keluar dari ruangan itu.Tak di duga Gema yang melihat dua perempuan yang terkenal bersahabat itu melangkah keluar,Gema dengan spontan menatap punggung kedua orang yang lenyap di balik pintu.
"Biasa aja kali liatin bini gue,mau gue colok mata lo!!" semprot Abi pada Gema yang telah tertangkap basah sedang menatap Kiran dan Asti yang pergi.
"Siapa yang liatin bini lo,nggak ada yang liatin bini lo bambang," jawab Gema dengan ekspresi kesal karena dirinya sudah kepergok.
"Terus kalau lo nggak liatin Kiran,lo liatin Asti gitu?"tanya Diana pada Gema dengan ekspresi wajah yang terlihat meledeknya.
"Si_siapa yang...
"Om ganteng mendingan jujur deh,nggak perlu khawatir kita akan jaga rahasia kok.Lagian aunty Asti itu jomblo akut,kasihan aunty Asti selalu di tikung mulu." serobot Bia dengan ekspresi wajah polosnya.
"Baby silent please, kamu mendingan pake headphone kamu dan main game sampai puas mumpung mama nggak lihat,atau main sama adek Cyra,Oke sayang?!" ucap Abi pada putrinya yang selalu jadi bocah kepo banget dengan masalah orang dewasa.
"Iiihhh daddy,nggak aci nih..!!" ucap Bia dengan mencebikkan bibirnya dengan kesal.
Walaupun demikian Bia selalu menurut apa yang daddy nya katakan.Dengan cepat dia menutup telinga nya dengan headphone dan menyalakan ponselnya bermain game yang dia biasa mainkan.
"Anak lo bener-bener ajaib bro,kenapa dia bisa begitu polosnya ngatain gue." ucap Gema melihat tingkah Bia.
"Begitulah,dari awal gue ketemu dia sudah begini.Sempat juga spot jantung karena dia ulah dia yang super ajaib.Tapi, kalau sama emaknya selalu nggak akur, walaupun begitu kalau nggak ada di cariin ,kalau berdua kayak kucing sama tikus."ungkap Abi dengan wajah penuh bahagia menjabarkan tingkah putrinya juga istrinya.
"Gue nggak nyangka,kalau lo akan sejauh ini sama Kiran.Setahu gue lo nggak pernah begini bucinnya sama cewek ,walaupun sama Anna sekalipun."ucap Gema.
__ADS_1
Deg..
Abi mendengar nama yang lama tak mendengar di telinganya tiba-tiba ada hujaman keras di kepalanya.Nama yang mungkin sudah lama dia lupakan semenjak ada nama Kiran di hatinya.Karena nama itu juga membuat dirinya bersalah pada Kiran karena sudah merenggut kesucian Kiran dulu.
"Kenapa lo tiba-tiba sebut nama dia?" tanya Abi dengan raut wajah yang tak suka.
"Tenang bro,jangan marah begitu.Gue cuma bersyukur kalau Lo sudah menemukan kebahagiaan Lo sekarang."ucap Gema dengan santai.
" Lo kenapa tiba-tiba bahas Anna?"tanya Vian memicingkan matanya pada Gema.
" Nggak papa,kenapa respon kalian begini,ada yang salah dengan ucapan gue ?"tanya Gema.
Mereka tak habis pikir kenapa Gema tiba-tiba membahas tentang Anna padahal sudah sangat lama mereka tak pernah menyingung nama yang selalu mereka hindari saat terlibat percakapan dengan Abi.
Di toilet kedua perempuan yang tak lain adalah Kiran dan Asti,keduanya sedang sibuk membenahi penampilan mereka di depan cermin toilet.
"Ti,gue liat Lo kayak nggak suka banget sama Gema,kenapa ?"tanya Kiran dengan menatap wajah sahabatnya lewat cermin.
"Emangnya perlu alasan buat nggak suka sama seseorang,kalaupun gue bilang ke lo emang Lo mau percaya sama ucapan gue,secara Gema itu sahabat laki lo," ucap Asti menatap balik Kiran dari cermin juga.
"Entahlah,gue nggak tahu apa masalah kalian.Tapi,jangan terlalu benci sama orang,karena benci sama cinta jaraknya tipis sister." ucap Kiran pada Asti.
" Sadis omangan lo." timpal Kiran.
Terdengar notifikasi pesan pada ponsel Kiran dan dengan segera dia melihat nama yang tertera di ponselnya ternyata suaminya mengirimkan chatt padanya.Abi bilang jika dia dan sahabatnya sudah ada menunggu di depan restaurant.
"Kenapa?"tanya Asti saat melihat Kiran memasukkan ponselnya ke dalam slim bag nya.
" Abi bilang ,mereka sudah nunggu kita di depan restaurant." jawab Kiran.
" Ya sudah,ayo !!" seru Asti dengan menggandeng tangan sahabatnya.
" Nggak perlu gandengan juga kalee..,gue bukan orang jompo atau bukan pasangan lesbong Lo." ucap Kiran dengan melepaskan tangan Asti.
Asti melihat reaksi sahabatnya itu hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah Kiran yang terlihat seperti jijik dengan nya.
__ADS_1
Kedua sahabat itupun keluar dari toilet dan segera menemui rombongan mereka.
Terlihat Abi yang di geleyuti anak mony*tnya yang tak mau lepas dari si bapaknya.
"Mas." panggil Kiran.
" Eehhh, udahan?" tanya Abi menoleh pada Kiran.
"Sudah,kita mau keliling dulu atau kita mau langsung pulang?" tanya Kiran.
" Kita langsung pulang yaa..,kayaknya aku kurang enak badan." ucap Abi.
"Yaahhh..kok langsung pulang sih dad?!"protes Bia.
" Sayang,Daddy lagi nggak enak badan.Please kamu ngertiin dong?!" ucap Kiran pada Bia .
" Ya udah deh," jawab Bia dengan wajah manyun.
"Kalau nggak,Bia ikut aunty Asti biar mama sama Daddy pulang duluan, gimana," usul Asti pada Bia.
" Okelah,aku sama aunty Asti kalau gitu."ucap Bia.
"Baiklah let's go baby..!!" seru Asti merangkul Bia dan langsung pergi dari tempat itu.
"Jangan malam-malam pulangnya." ucap Kiran pada keduanya.
"Beres mam." jawab Bia dengan mengacungkan jempol nya.
Setelah melihat Asti dan Bia pergi meninggalkan Kiran dan Abi yang masih berdiri di depan restaurant Kiran menatap sekeliling mereka dan menatap suaminya yang terlihat lain seperti awal mereka datang ke tempat itu.
" Yang lainnya mana mas?"tanya Kiran pada Abi.
"Sudah langsung pada balik,kita langsung balik yaa..aku nggak enak badan kayaknya ." ucap Abi dengan mengedarkan pandangannya.
"Ya sudah ayok,kamu langsung istirahat."ucap Kiran.
__ADS_1
Akhirnya keduanya sama-sama melangkah beriringan mengarah ke parkiran Mall dan langsung masuk ke dalam mobil .Dengan cepat Abi melajukan mobilnya menuju apartement mereka.Namun,ada yang aneh tertangkap dari mata Kiran.Seperti ada sesuatu yang di sembunyikan suaminya kali ini.Kiran hanya bisa diam,dan menunggu kesempatan membahas tentang sikap suaminya nanti.
Bersambung