
Happy Reading....📖
*****
         ((Wedding day))
Hari pernikahan itu akhirnya tiba, tamu undangan telah berdatangan disambut oleh keluarga besar Jeon. Tentu tamu besar dari keluarga kaya raya itu mengundang orang-orang penting dan pengusaha-pengusaha kaya.
Beberapa teman sekolah Jungshang dan Yura juga hadir diacara pernikahan besar itu. Pernikahan yang tidak diinginkan oleh Jungshang dan Yura. Yang bahkan mereka tidak tau, apa alasan mereka manikah. Tentu rasa terkejud dan tidak percaya masih dirasakan keduanya. Kini, mereka berdua akan menikah, dan akan tinggal satu atap, satu kamar &s satu ranjang. Jika ini adalah sebuah mimpi, maka ini adalah mimpi buruk bagi mereka. Dan karna ini adalah kenyataan maka mereka harus menerimanya dengan terpaksa.
Jungshang dan orang tuanya yakni Jungkook dan Yuni. Sedari tadi berada diruang depan menyambut para tamu undangan yang hadir diacara pernikahan itu. Jungshang yang terlihat sangat tampan dan gagah itu memakai jas hitam dengan tatanan rambut yang rapi. Aura mempesona terlihat dari wajahnya, siapa yang menyangka bahwa Jungshang masih pelajar SMA. Wajahnya yang tampan, tubuhnya yang tinggi tegap dan badannya yang kekar membuatnya sudah seperti orang yang lebih dewasa dari umurnya.
•
•
•
Sementara diruangan khusus pengantin wanita, Yura sudah bersiap mengenakan pakaian pengantin yang sangat indah dan mahal. Sedikit polesan makeup membuatnya jauh berbeda dari Yura biasanya. Sebab, selama ini Yura tidak pernah berdandan. Beberapa hiasan seperti kalung, anting, gelang dan juga hiasan kepala menambah kesan cantik dan mempesona darinya.
"Yura...!" seru Eunbi, yang merupakan teman sekolah Yura.
"Aku iri denganmu, sekarang kau jadi tuan putri yang sangat cantik!" seru Eunbi terharu.
"Kalau begitu ayo kita tukar posisi, aku tidak mau menikah ... kau tahu?"
"Kenapa kau tidak mau menikah? semua orang menginginkan pernikahan mewah dan meriah seperti ini, aku saja benar-benar iri!" seru Eunbi yang terharu.
"Berhenti bicara, atau kumakan kau nanti...!" seru Yura yang marah dan menatap sinis.
"Jangan galak-galak Yura ku, kau jangan memakanku. Tapi, makanlah Jungshang dimalam pengantin kalian, hahahaa...!" seru Eunbi tertawa terbahak-bahak.
"Diam, mulut mu ini benar-benar membuatku semakin kesal saja! ujar Yura sambil menyumpal tisue kemulut temannya.
"Aaggghhh, Yura ... kenapa kau sadis begini sih. Tapi aku masih ingin tertawa, hahhaahaha...." ucap Eunbi yang menertawai Yura karna menikah dengan musuh bebuyutannya sendiri.
"Benar-benar kau ini, mulai sekarang kau kupecat jadi temanku...!"seru Yura kesal.
"Kau memang selalu bilang begitu. Tapi, hanya aku teman yang mau berteman denganmu kan? Hahahhaa...!" ujar Eunbi semakin tertawa.
"Diam mulutmu ... Hish, benar-benar!" seru Yura kesal dan hanya menahan sabar atas ejekan Eunbi sahabatnya itu.
•
•
•
__ADS_1
Tak lama, ibu Yura datang keruang pengantin wanita menghampiri Yura yang duduk sangat anggun itu. Ibunya Sora, tampak terharu dan bahagia sambil tersenyum manis menatapnya. Ibu Yura, juga sudah mengenakan gaun putih, senada dengan konsep pernikahan hari itu.
"Yura, putriku...!" sapa ibunya mendekati Yura.
"Ibu...!" jawab Yura singkat sambil matanya berkaca-kaca.
"Akhirnya, kau menikah juga sayang. Maafkan ibu yang belum bisa membahagiakanmu nak, sejak kecil kau selalu menderita. Ibu tau, kalau kau sebenarnya sedih karna dihari pernikahan ini ayahmu tidak bisa mendampingimu, maafkan ibu Yura sayang...!" seru ibu Sora sedih.
"Ibu, aku tidak merindukan ayah yang jahat itu ... dia sudah menelantarkan kita, mana mungkin aku merindukannya!" seru Yura denga. Wajah sendu.
"Nak, berjanjilah pada ibu. Kau akan jadi istri yang berbakhti pada suamimu dan keluarga barumu." seru ibu Sora memberitahu.
"Yura sayang, kau harus menjadikan Jungshang sebagai suamimu yang pertama dan terakhir kali untuk hidupmu. Apapun yang akan terjadi nanti, hadapi ... ibu tidak ingin kau menjadi janda seperti ibumu ini. Ibu sudah percaya sepenuhnya dengan Jungshang dan keluarganya!" seru ibh memberitahu Yura.
(Sementara Yura hanya mengangguk tanpa berani merusak moment haru antara dia dan ibunya)
•
•
•
Merekapun saling berpelukan, dan kemudian ibu Sora mengantar Yura kepelaminan menggantikan peran ayah Yura. Sementara acara resepsi pernikahan sudah mau dimulai. Para tamu undangan tercengang, melihat betapa cantiknya mempelai wanita dari Jeon Jungshang. Semua mata tertuju pada pengantin wanita yang berjalan sangat anggun dan cantik.
"Wah, aku tidak menyangka ... kalu Yura secantik ini!" seru ibu Yuni yang terpesona melihat Yura yang sangat cantik itu. Sementara Jungshang masih enggan menoleh karna masih kesal dengan kenyataan pernikahannya ini.
"Tidak mau....! tegas Jungshang yang sebenarnya juga penasaran namun terlalu naif mengakuinya.
"Baiklah, tapi jangan menyesal ya....!" seru Jungseok menggoda kakaknya.
Karna rasa penasaran yang begitu tinggi, akhirnya sejenak Jungshang menoleh kebelakang dan diapun langsung terdiam karna terpesona oleh Yura yang sangat cantik itu. Wajah Yura yang cantik dengan gaun yang sangat mewah membuatnya seperti putri raja yang cantik.
(Dia sangat cantik) gumam Jungshang dalam hati yang tidak sadar dengan apa yang baru dikatakannya.
Namun, setelah beberapa detik terkagum menatap Yura, melihat wajah sinis dari musuhnya membuatnya langsung tersadar bahwa ini adalah pernikahan antar musuh.
•
•
•
Setelah berada diatas pelaminan, Yura dan Jungshang saling menatap sinis. Mereka berdua berdiri berdampingan didepan pendeta. Setelah nya, keduanya mengikuti acara pernikahan sampai mereka dinyatakan sah sebagai suami istri.
"(Mimpi buruk apa ini, kenapa aku harus menikah dengannya?)" gumam Yura dalam hati.
"(Dia pasti senang sekali bisa menikah dengan ku, aku tau itu)" gumam Jungshang dalam hati.
__ADS_1
Moment pernikahan itu, tentu tidak dilewatkan oleh keluarga besar Jeon. Seorang fotografer tengah mengabadikan moment pernikahan tersebut.
"(Sepertinya, akan baik jika aku bisa mengulang kejadian 20 tahun lalu dengan anakku)" gumam Yuni yang merencanakan sesuatu sambil tersenyum.
"Tuan, bisa kau ambil moment ciuman dari pengantin ini?" tanya ibu Yuni pada fotografer tersebut.
"(Yang benar saja, ciuman? dengan cecunguk sialan ini?)" gumam Yura seketika kesal dengan permintaan ibu Yuni.
"(Berciuman? rasanya aku sudah mau gila)" gumam Jungshang dalam hati.
"Baiklah..."
"Mari kita ambil moment nya...!"
"Satu..."
"Dua...
"(Dia pasti senang sudah mengambil ciuman pertama ku, dasar cecunguk sialan)" gumam Yura dalam hati.
"(Harusnya aku mencium gadis yang kucintai, bukan gadis preman ini)" gumam Jungshang dalam hati.
"(Ini hanya terpaksa...)" gumam Yura dalam hati.
(Anggap saja aku sedang mabuk, ini adalah ketidak sengajaan)" gumam Jungshang dalam hati.
Tiga...
Dan kedua pasang pengantin ini akhirnya berciuman, hanya beberapa detik saja. Dan semua orang bersorak bahagia menyaksikan pemandangan romantis itu tapi tidak dengan Jungshang dan Yura.
Ciuman yang terjadi antara kedua musuh. Dan direncanakan oleh ibu Yuni dengan sangat sempurna telah terjadi.
•
•
•
Pesta pernikahan terus berlalu. Seluruh tamu undangan menikmati hidangan sampai malam hari tiba. Setelah pernikahan, kedua pengantin dan para keluarga menaiki mobil mewah menuju rumah keluarga Jeon.
"Lihatlah suami ku, raut bahagia terlihat diwajah anak dan menantu kita kan?" ujar Yuni mengajak Jungkook bicara. Namun, pembicaraannya terlihat aneh, sebab wajah kesal yang tergambar jelas di wajah Jungshang dan Yura.
"Ehem... kau ini bicara apa!" seru Jungkook yang merasa aneh dengan ucapan Yuni.
"Senangnya, pernikahan sudah berjalan dengan lancar." seru Yuni yang terus tersenyum bahagia itu.
Akhirnya, kedua musuh Jungshang dan Yura telah resmi menjadi suami istri. Namun, keduanya masih terlihat lesu dengan apa yang sudah terjadi pada mereka berdua.
__ADS_1
Bersambung....