Menikah Muda

Menikah Muda
#Permintaan Maaf Bibi Endang


__ADS_3

"Mba,papa kok lama yah di ruangan itu."ucap Nia menyadarkan kedua sahabat itu yang terlihat saling menyelami perasaan satu sama lain.


"Ehh.. iya, mungkin sebentar lagi.Sebentar mba hubungi Vian dulu."ucap Kiran.


"Baiklah mba.." ucap Nia dengan singkat.


Kiran mengirimkan pesan pada Vian untuk mengurus semuanya dan memberitahukan bahwa Kiran dan yang lain ingin ke kantin Rumah Sakit karena memang sudah waktunya makan siang.


"Kita kekantin dulu,waktunya makan siang.Nia sama bibi ikut juga,nanti paman biar mas Abi dan Vian yang ngurus.Nanti mereka akan nyusul ke kantin."ucap Kiran.


Merekapun segera melangkah ke arah kantin.Banyak staf para Dokter atau suster menunduk hormat pada Kiran.Namun,Kiran terlihat tak segan untuk menyapa orang-orang yang dia kenal.Bahkan pasien atau keluarga pasien yang dia kenal beberapa hari ini yang setia menunggu Keluarga nya di sana.


"Mama lihat kan,mba Kiran adalah orang yang luar biasa baiknya.Contohnya mama yang sudah sangat banyak dosa sama mba Kiran masih saja mba Kiran berbaik hati pada mama dan keluarga kita.Apa mama masih mau nyinyirin dia,sedangkan kelas kita itu kelas rakyat jelata kalau mba Kiran jelas kelasnya kelas sultan.Sudahlah,jangan sampai mama kena batunya karena kalau itu terjadi Nia sama papa nggak mau nolongin mama."ancam Nia pada sang ibu yang selalu bersikap sombong pada Kiran.


Bik Endang mendengar ucapan anaknya mulai berfikir.Membenarkan perkataan putrinya,kalau Kiran sudah baik bahkan sangat baik pada keluarganya apalagi dirinya yang notabene nya sellau menyakiti hatinya dari dulu.Umurnya sudah tak muda lagi, Dia berbuat seperti itu karena egonya terlalu besar dan menjadikan dia wanita jahat dan angkuh.


Mereka duduk di meja yang lumayan agak pojok karena Kiran pun ingin memprivasikan suaminya walaupun tak ada sekat diantara para pengunjung.


"Bi..bibi kenapa, apa ada masalah?" tanya Kiran lembut dan menyentuh tangan Bik Endang.


" Kenapa kamu masih baik sama bibi, padahal kamu tahu sendiri kalau selama kamu hidup di rumah bibi kamu selalu tersiksa batinnya dan juga pastinya fisik juga."ucap Bik Endang dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Aku cuma punya keluarga bibi,walaupun tidak dipungkiri ada Mak angkat Kiran yang selama ini memberikan kasih sayang buat Kiran tapi, Keluarga bibi lah yang benar-benar keluarga Kiran.Selama Kiran mampu dan Kiran bisa pastinya Keluarga bibi orang yang pertama untuk Kiran bagi kebahagiaan.Maafin Kiran karena belasan tahun baru kali ini Kiran datang ke rumah bibi."ucap Kiran dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Maafin bibi ya Ra,bibi yang selalu membuat kamu menderita dan bibi yang nggak bisa terima kamu padahal orang tua kamu yang sudah membantu bibi dan paman juga.Bibi salah banyak sama kamu karena bibi takut kamu mengambil paman dari keluarganya."ucap Bik Endang menangis.


"Kenapa bibi bicara seperti itu?" tanya Kiran.


"Karena paman kamu selalu menomer satukan kalian buat bibi ." ucap Bik Endang.


"Astaghfirullah Endang...apa yang kamu pikirkan selama ini salah,aku berbuat baik pada ponakan ku itu murni kerena aku menganggap dirinya seperti anak ku sendiri.Lalu apa kamu ingat saat Kiran malam-malam pamit untuk pergi aku dengan terpaksa mengikuti ucapannya karena aku sangat menyayangimu lebih dari apapun.Aku melepaskan Kiran saat itu bukan aku lepas tangan begitu saja.Maafin paman Kiran,saat kamu pergi memang paman beberapa kali memastikan keadaan kamu baik-baik saja.Paman melihat kamu bersama laki-laki dan dia terlihat sangat baik padamu sampai paman terus melihat kalian tapi, paman pikir pria itu pasti menjagamu dengan baik.Saat itu juga paman agak sedikit lega beberapa kali melihat kalian seperti nya saling jaga dan paman mulai sakit-sakitan dan akhirnya paman kehilangan jejak kamu ,sampai kemarin kamu datang dan Abi datang paman senang karena Abi masih menjagamu sampai saat ini."ungkap paman Sofyan yang datang dengan Abi juga Vian tak lupa ada Gema juga disana.


"Paman ..."ucap Kiran dan memeluk tubuh paman kesayangan nya.


"Aku maafin bibi,Allah yang bisa bolak balik kan hati kita.Apapun yang bibi perbuat di masa lalu Kiran anggap semua adalah proses.Dengan ini bibi bisa menjadi pribadi yang lebih baik,bibi juga sudah punya cucu dari aku Bia..dia bercita-cita punya nenek dan kakek yang banyak...hehehehe.."ucap Kiran dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Kiran dan bik Endang pun saling berpelukan dengan wajah keduanya yang sudah basah dengan air mata mereka.


Tak ada yang tahu hati orang,kita tak bisa menyangka kalau dia orang baik atau sebaliknya.Tak selamanya yang jahat tetap jahat.Dan tak selamanya yang terlihat baik tak mempunyai dosa.


Perasaan Bik Endang pun terasa lebih baik dari sebelumnya.Egonya yang terlalu tinggi dulu sekarang dia kesampingkan.Walaupun jiwa matrenya masih saja ada tapi, tidak ingin memanfaatkan peluang untuk berbuat jahat pada Kiran lagi.Dia sadar jika bukan karena Kiran suaminya tak bisa lagi melakukan pengobatan.Karena memang selama ini mereka mengandalkan gaji Nia saja.


Nia dan Sofyan melihat perubahan Bik Endang tentu saja membuat mereka terkejut dan juga sekaligus senang.Walaupun mereka tak memungkiri bahwa masih sedikit ragu dengan perubahan yang terjadi dengan singkat itu.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya makan bersama di kantin itu .Terlihat Abi Cs pun tak canggung makan di tempat sederhana .


"Memang nya nak Abi nggak apa makan di kantin kayak gini?" tanya Bik Endang pada Abi.


Abi dan Kiran saling pandang dan melempar senyum pada bibi nya.


"Sejak saya menikah dengan Kiran dan kenal dia selalu mengajarkan saya makan di tempat sederhana di pinggir jalan.Lagian makanan pinggir jalan tak kalah enaknya sama restaurant mewah bik,hanya kemasan dan juga tempat yang lebih nyaman saja.Kadang enakan yang di pinggir jalan.Tapi, perlu bibi ingat makanan yang paling enak adalah makan hasil masakan istri Abi,itu nggak ada tandingannya."ungkap Abi dengan wajah yang terlihat bahagia memamerkan keahlian istrinya.


"Wahh,emang bibi akui masakan Kiran itu enak.Dulu walau bibi jahat sama Kiran yang bibi kangenin dari dia itu masakannya,kalau boleh jujur bibi kadang kangen sama masakan dia." ucap Bik Endang.


" Kenapa mbak nggak buka rumah makan atau restaurant atau semacam caffe ?" tanya Nia


" Gimana sayang,perlu di pertimbangkan tuh saran Nia," ucap Abi menimpali ucapan Nia.


"Nanti kalau permasalahan kita sudah bisa kita atasi satu-satu.Aku akan pertimbangkan.Aku rasa pekerjaan aku jadi perawat pun sepertinya sudah sedikit mengganggu schedule para perawat lain karena bos besar seenaknya merubah jadwalku."ucap Kiran membuat semuanya terkekeh dengan ucapan Kiran.


Abi hanya tersenyum menimpali ucapan istrinya.Dia akui memang kadang-kadang dia merubah schedule istrinya begitu saja.Abi sebenarnya ingin istrinya lebih fokus dengan dia dan Bia namun,belum bisa menyampaikan nya pada Kiran.Apalagi pekerjaan Kiran masih seputar dunia kerjanya juga.


Bersambung


Sudah hari Senin lagi nih..

__ADS_1


Jangan lupa selalu like tiap episode nya yaa


Vote juga jangan sampai ketinggalan..


__ADS_2