Menikah Muda

Menikah Muda
# Rencana ke Bogor


__ADS_3

" Raa..tolongin laki Lo..!!" ucap Vian yang melihat Kiran masih diam mematung di tempatnya dengan memeluk putrinya.


Semua orang team medis yang mendengar ucapan Vian dan juga panggilan yang di ucapkan Bia saat melihat Kiran dengan sebutan mama pun merasa terkejut dengan apa yang mereka dengar,ada hubungan apa antara Kiran dan sang direktur.


" Daddy..!!" seru Bia melihat Daddy nya lemah diatas brankar.


" Dokter,tolong direktur ..!!" ucap Vian yang melihat Kiran yang masih diam mematung.


Dengan cepat dokter Kansha mengamati stetoskop nya dan memeriksa keadaan Abi.


"Raa.." erang Abi


Mendengar erangan Abi, Kiran langsung masuk ke dalam ruang yang sudah tertutup tirai,melihat Abi yang tergeletak lemah dengan wajah pucatnya.


" Maa...Daddy.." ucap Bia yang masih di samping brankar dimana Abi terbaring lemah.


" Sayang,biar mama sama Aunty Dokter periksa daddy,sekarang Bia sama uncle Vi dulu yaa..?" ucap Kiran membujuk putrinya.


" Tapi maa..


" Please Bia,jangan kekanakan.." ucap Kiran tegas.


Mau nggak mau Bia menurut apa kata sang mama ,keluar dan duduk di kursi kosong yang masih ada di dalam UGD.


" Princess,Daddy kamu gimana?" tanya Vian yang baru kembali ke UGD


" Masih di dalam uncle,ini salah Bia..coba Daddy nggak makan pedes,pasti Daddy nggak keracunan kayak gitu." sesal Bia.


"Sudah...sini,Uncle peluk..tenang saja kan sudah ada mama.Itung-itung biar daddy sama mama kamu PDKT lagi." bisik Vian


Bia memandang wajah Vian,mengingat kembali dimana hubungan antara Daddy dan mamanya masih terlihat buruk,tentu ini juga bisa jadi ajang buat mendekatkan keduanya.


" Hemmm...ada benar nya juga Uncle ,tapi..emang nggak papa uncle?" tanya Bia


" Sudah jangan terlalu khawatir sama Daddy kamu,percayalah Daddy kamu itu kuat tahan banting.Sekarang mau ikut Uncle nggak ?" ucap Vian mengalihkan kesedihan bocah itu.


"Kemana?" tanya Bia memandang Vian penasaran

__ADS_1


" Kita lihat adek bayi."ucap Vian mbuat Bia pun bingung.


" Adek Bayi,punya siapa uncle?" tanya Bia lagi.


" Punya sahabat Uncle juga Daddy kamu ,dia adek bayinya Uncle Dewa sama aunty Diana,baru saja lahir..kamu mau lihat,dia lucu banget tau..." ucap Vian dengan wajah yang terlihat sangat antusias.


" Ayok Uncle,lagian kan disini ada mama juga..biarin Daddy sama mama,Bia ikut Uncle." ucap Bia akhir nya.


Mereka pun keluar dari ruang UGD menuju ruang Ibu dan Anak tempat dimana Diana dirawat setelah melahirkan.


.


.


" Bagaimana pak,apa masih sakit perutnya?" tanya Dokter Kansha


" Perih." jawab Abi singkat.


" Memangnya kamu habis makan apa sih Bii,sampe kayak gini..?" tanya Kiran sambil memasang selang infus di tangan Abi.


" Bia nyuapin aku ayam geprek yang .."ucap Abi dengan santai.


" Apaan sih Lo,sembarangan ngomong..yang ,yang, yang,pala Lo peyang,nggak usah becanda..aku nggak becanda Abian Mahardhika ..!!" pekik Kiran menanggapi ucapan Abi yang Kiran anggap candaan.


" Ma_maaf kalau gitu saya undur diri,keadaan Tuan Abi sudah mulai membaik hanya nanti suster Kiran bisa berikan cairan oralit dan juga berikan obat untuk nyeri pada lambung nya.kedepannya saya minta tolong untuk menjadi perhatian Tuan ,tolong kurangi konsumsi makanan yang teramat pedas." terang Dokter Kansha .


" Baik dok , terima kasih ." ucap Kiran pada dokter muda itu


" Nggak masalah suster." ucap Kansha


Kansha pun akhirnya melangkah keluar dari ruangan itu dan dia menghembuskan nafas lega,karena menurutnya dia yang beberapa saat bersama dua orang yang seperti Tom & Jerry itu membuat dirinya serba salah dan juga takut jika dia salah bicara.


" Kamu harus rawat inap satu sampe dua hari disini, mana ponsel kamu..aku hubungi Vian supaya nanti tungguin kamu di ruangan." ucap Kiran.


" Vian sama Bia lagi di kamar rawat Diana,dia habis melahirkan.barusan aku dapat Chatt dari Vian." ucap Abi memandang wajah Kiran dengan mata sayunya.


" Sebentar yaa..aku tinggal sebentar untuk cek kamar yang akan kamu pakai nanti." ucap Kiran.

__ADS_1


" Aku mau VVIP dengan dua brankar." ucap Abi pada Kiran


" Ini Rumah Sakit bukan hotel Abiii..." ucap Kiran geram


" Kamu ingat kan,siapa aku disini?" ucap Abi dengan sombongnya.


" Aisssttt ,Oke...siap laksanakan komandan, menyebalkan..!!" ucap Kiran dengan umpatan yang tak pernah lupa dia sisipkan untuk mengatai Abi


Benar saja Abi di bawa ke sebuah ruangan rawat inap, yang tentunya terlihat mewah dengan fasilitas lengkap.


" Kamu makan dulu nanti baru minum obatnya." ucap Kiran saat Abi sudah ada di dalam ruangan rawat nya.


" Suap" ucap Abi dengan singkat.


" Masa nggak bisa sih mas...Hemm,baiklah.." ucap Kiran akhirnya mengalah karena mengingat Abi masih terlihat lemas.


Kiran menyuapi Abi dengan telaten,rasanya Abi merasa hari ini kembali lagi seperti belasan tahun lalu.


" Raa..setelah keluar dari RS kita ke rumah Bibi Darmi dan Mang Sapto,kita ajak Bia." ucap Abi


Mendengar dua orang yang sudah barang p tenti tahu kehidupan Abi dan ini adalah salah satu cara Kiran menanyakan kepada kedua orang tua itu kebenaran statusnya.


" Tapi,kerjaan aku?" tanya Kiran yang takut nanti di bilangin tidak profesional.


" Aku akan mengaturnya,aku sudah terlanjur janji dengan Bia soalnya." ucap Abi


" Hahh..kamu sudah punya janji dengan Bia,kenapa kamu berani untuk menjanjikan sesuatu pada Bia sih.." ucap Kiran tak bisa lagi berkata apapun.


" Aku ingin mewujudkan keinginan anak ku yang begitu sederhana Raa..,dia cerita kalau temannya cerita kalau mau ke luar negeri liburan seminggu ini,dia cuma ingin kita bertiga hangout bareng,apa salahnya jika kita sesekali mewujudkan impian putri kita.Lagian aku mau ngajak kalian ke rumah Bibi Darmi dan Mang Sapto pun ada sedikit urusan yang menyangkut tentang keluargaku." terang Abi


" Kenapa ,apa ada masalah?" tanya Kiran dengan perasaan yang mendadak penasaran.


" Nanti kamu juga tahu,dan itu pun kunci alasannya aku nggak bisa pulang waktu itu.Ada campur tangan Oma ku." ucap Abi


"Maksudnya?" tanya Kiran dengan wajah menuntut penjelasan.


" Nanti saja,biar mang Sapto dan Bik Darmi yang jelasin,dan aku pun nggak bilang kalau aku ngajak kamu kesana.Aku bilang mau kesana pengen liburan aja."terang Abi

__ADS_1


Kiran yang ini menganggap kalau semua kejadian alibi Abi yang bermaksud untuk membuat Kiran tetap menjadi istri Abi.Sedangkan masyarakat tahu jika Abi sudah memiliki tunangan yang di jodohkan oleh keluargnya dan Kiran memang sampai detik ini pun masih takut dianggap pelakor.


Bersambung


__ADS_2