Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 101


__ADS_3

_Satu bulan setelah Honey moon.


Semua usaha Excel berjalan lancar, dari Cafe hingga Shorum motor nya.


Kini Excel sedang berada di rumah, tepatnya ruang kerja nya. Dia duduk di kursi kerja nya sambil menatap Layar Laptop untuk mengecek perusahaan istrinya yang berada di London.


Ya, setiap hari Edward akan mengirim data harian perusahaan pada sang Presdir melalui E-mail.


Semenjak menikah, Excel lah yang mengambil alih tugas istrinya. Excel tak mau jika istrinya terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. Dia ingin istrinya fokus program kehamilan saja.


Vay masuk ke ruang kerja suaminya, sebelumnya dia sudah mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia masuk memghampiri Excel, lalu duduk di pangkuan suaminya yang terlihat tampan saat tengah serius bekerja.


Excel menggunakan kaca mata, dan itu membuat ketampanan nya meningkat hingga 100%.



Cakep banget ga tuh?😂


.


.


Vay mengalungkan tangannya ke leher suaminya dengan Ekspresi sebal.


"Dear, ini weekend. Kau masih saja sibuk bekerja. Aku Bosan." ucap Vay pada suaminya dengan bibir manyun.


Excel yang tengah Fokus menatap layar Laptop pun seketika menoleh ke arah istrinya dan mendaratakan satu ciuman singkat di bibir manyun istrinya.


"Katakan, kau ingin pergi kemana?" tanya Excel yang langsung peka akan Mood istrinya.


Vay langsung mengembangkan senyum nya.


"Eummm... Enak nya pergi kemana ya?" gumam Vay sambil menepuk dagunya dengan jari telunjuk.

__ADS_1


"Ah, kita pergi ke Mall saja makan Es krim di tempat waktu itu kau mengajak ku Dear. sudah lama sekali aku tidak makan Es krim." seru Vay dengan antusias.


"Baiklah ayo kita pergi. Sekalian belanja bulanan." jawab Excel dengan senyum manis nya.


"Kau baik sekali Dear, aku mencintai mu!" ucap Vay sambil menghujani wajah suaminya dengan banyak ciuman.


Excel pun tertawa Geli. Dan istrinya itu langsung beranjak dari pangkuan Excel. kembali ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


Excel menutup Laptop nya dan menyusul istrinya ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


Tak butuh waktu lama, mereka siap untuk pergi ke Mall. Bibi pelayan tidak berangkat kali ini karena setiap weelend dia akan libur satu minggu sekali.


30 menit berlalu kini mereka tiba di Mall terbesar di pusat kota jakarta.


Vay langsung menuju Stand Es krim dengan menarik tangan suaminya.


Selalu, Vay seolah tak pernah melihat Es krim saja. Sifat Ndeso nya muncul. Dia memeluk etalase kaca berisi macam-macam Rasa Es krim. Dia memilih 5 jenis Es krim sekaligus untuk dirinya dan suaminya.


Pesanan pun datang ke meja yang Vay dan Excel tempati.


Sesekali dia menyuapi suaminya yang sibuk dengan poselnya. Ya, posel yang canggih itu bisa untuk mengecek pekerjaan nya dimana pun.


Setelah puas makan Es Krim kini pasangan suami istri itu menuju pusat kebutuhan sehari-hari.


Excel mendorong 2 troli sekaligus karena ini belanja untuk satu bulan.


Mereka berkeliling mengitari Rak. Vay mengambil semua kebutuhan mulai dari kebutuhan kamar mandi, hingga dapur.


lalu mereka beralih membeli kebutuhan pribadi. Yaitu parfum, skin care, make up, lotion, pomade dan banyak lagi.


2 troli sudah terisi penuh. Mereka pun membawanya ke Salah satu Kasir.


Selesai melakukan pembayaran, mereka memutuskan untuk pulang karena Vay sudah lelah. kakinya terasa sangat pegal karena seharian mengitari Mall.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mereka pun tiba di rumah Excel.


Vay langsung memasak untuk suaminya, karena mereka sudah melewatkan jam makan siang. Dan sekarang sudan pukul 13.00.


Excel sudah melarang istrinya untuk memasak, tapi Vay memaksa karena dia ingin membuat Sup Daging favorit suaminya.


Padahal mereka bisa makan di Cafe milik nya sendiri untuk makan siang.


Excel menemani istrinya di meja makan, sambil menunggu makan siang nya siap.


Satu jam kemudia. Vay menyusun masakannya di meja makan. Tak hanya membuat Sup saja, Vay juga memasak menu lainya. Ada Tempe dan tahu goreng, dan ada Cumi pedas asam manis kesukaan suaminya juga.


Vay melayani suaminya dengan mengambilakan nasi dan lauk ke piring, dan meletakannya di hadapan Excel.


Ini bukan kali pertama Vay memasak. Istrinya itu sudah pintar memasak sejak jadi Asisten pribadinya kala itu. Dan masakan Vay selalu terasa Pas di lidah Excel.


Excel menghabiskan masakan istrinya dengan cepat, selain enak, dia memang sudah sangat lapar.


Vay sangat senang karena suaminya selalu menghabiskan masakanya.


Acara makan siang pun selesai, Vay menaruh piring kotor nya ke wastafel dan mencucinya.


Vay memang senang melakukan pekerjaan rumah, dia paling sebal jika melihat rumah berantakan.


Itu membuat suaminya semakin di buat jatuh cinta dengan istrinya yang sederhana itu.


Tak hanya cantik, dia juga baik, pengertian, dan pintar segalanya. termasuk pintar menggoyang suaminya. Wkwkwk😂


Selesai mencuci piring, mereka pun memutuskan untuk tidur siang sejanak.


********


Jangan lupa dukungannya😍😘

__ADS_1


Bab selanjutnya membahas tentang kehamilan Vay.


Jadi jangan bosan ikutin kisah mereka ygy😎


__ADS_2