Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 103


__ADS_3

Excel dan Vay memutuskan untuk segera menemui Dokter spesialis kandungan sesuai dengan apa yang di sarankan oleh dokter tadi.


Vay mendi terlebih dahulu, dia bantu oleh suaminya. Dengan telaten Excel memandikan istrinya. Vay benar-benar pusing dan mual saat ini.


Setelah memandikan dan mengganti pakaian sang istri, kini giliran Excel yang bersiap.


Setelah selesai mereka pun keluar kamar dengan Vay yang di gendong suaminya menuju mobil.


Excel menjadi tak tega melihat istrinya menderita seperti ini. Semoga saja dokter kandungan itu bisa membantu istrinya. Batin Excel.


Excel melajukan mobilnya membelaj jalanan ibu kota menuju Rumah Sakit.


.


.


Di sisi lain, Saat ini Daniel mengajak Dokter perempuan yang memeriksa Sang Nyonya untuk sarapan Pagi.


Ya, karena buru-buru mereka melewatkan sarapan pagi.


Daniel merasa kagum saat melihat kecantikan Dokter perempuan itu. Sepertinya dia masih muda.


Daniel pun memberanikan diri untuk bertanya tentang kehidupan sang Dokter.


"Dokter, nama Dokter siapa? Dari tadi saya hanya memanggil dokter dengan sebutan Dokter saja." Tanya Daniel dengan ssdikit gugup.


Sang Dokter pun menatap ke Arah Daniel. Dia tersenyum pada Pria matang di hadapannya.

__ADS_1


"Nama ku Clarisa Setiani Atmaja. Kalau Tuan?" jawab Dokter Clarisa sambil melempar pertanyaan balik pada Daniel.


"Aku Daniel Nugraha. Panggil saja Daniel, jangan panggil Tuan." jawab Daniel.


"Baik Daniel." sahut Dokter Clarisa.


Daniel melanjutkan obrolannya dan menanyakan setatus Dokter Clarisa. Ternyata Dokter cantik itu belum menikah dan belum memiliki pacar. Daniel pun tertarik ingin mengenal Dokter cantik itu lebih jauh.


Dokter Cantik bertubuh mungil, pipi chuby, berkulit putih serta berhijab, dan sangat ramah serta anggun. Siapa yang tak tertarik pada Dokter Clarisa itu?


"Jika di perkenankan, boleh aku mengenal Dokter Clarisa lebih Jauh?" tanya Daniel dengan penuh harap.


Dokter Clarisa mengangguk seraya tersenyum sebagai jawaban. Tak di pungkiri, Dia juga tertarik dengan sosok Daniel yang tampan juga gagah, badannya tinggi, senyum nya manis. Dia ingin mengenal lebih jauh lagi.


"boleh minta nomor ponsel Dokter?" tanya Daniel tanpa ragu.


Dokter Clarisa mengekuarkan selembar kartu nama dari dompetnya dan memberikannya pada Daniel.


Ya, Daniel memang belum memiliki nomor ponsel Dokter Clarisa, karen saat dia mencari dokter di Rumah Sakit untuk Vay, yang ada hanya Dokter jaga saja. Dokter itu adalah Clarisa.


Tidak ada dokter lain selain dirinya karena saat itu hari masih sangat pagi. Dan Akhirnya Daniel membawa Dokter Clarisa itu dengan Buru-buru dan tidak sempat berkenalan.


Selesai sarapan bersama, Daniel pun langsung mengantar Dokter Clarisa untuk pulang karena jam kerja nya sudah selesai.


30 menit, Merek tiba di kediaman Dokter Clarisa. Daniel membukakan pintu untuk nya.


"Mau mampir?" tawar Dokter Clarisa.

__ADS_1


"Lain waktu saja, aku harus segera bekerja." jawab Daniel sambil tersenyum ramah.


"Baiklah.." sahut Dokter Clarisa.


Daniel pun pamit dan masuk ke dalam mobil.


Dokter Clarisa melambaikan tangannya sampai Mobil yang di kendarai Daniel menjauh dan tak terlihat.


"Di Antar siapa sayang?" tanya Wanita paruh baya yang tiba-tiba muncul di belakang Clarisa.


"Astaga Mama! Bikini Clari kaget saja." sentak Clarisa sambil memegangi dadanya.


Dia adalah Julia Atmaja, Ibu dari Clarisa.


"Kamu terlalu fokus sama mobil itu. Jadi siapa pria tampan tadi?" tanya Mama Julia pada Putrinya.


"Namanya Daniel, Dia teman Baru Clari." jawab Clarisa sambil mengulas senyum di wajah cantik nya.


Mama Julia ikut senang karena Putrinya mulai mengenal Pria lagi. Setelah kematian Tunangannya 2 tahun lalu, Clarisa menutup hatinya rapat. Takut untuk jatuh cinta lagi. Karena di tinggalkan adalah sakit yang sulit untuk di hilangkan. Pikir Clarisa.


"Ah senang nya Bakal punya Mantu." canda Mama julia menggoda sang putri.


"Mama ih, Clari baru saja mengenal Daniel tadi pagi. Masa di Cap calon mantu?" sahut clarisa dengan ketus. Lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan sang Mama.


"Tapi mama yakin kau tertarik dengan pria itu Clari. sorot mata mu berbeda saat menatap Pria muda tadi." gumam Mama Julia sambil menatap punggung sang Putri.


Mama Julia pun menyusul putrinya ke dalam Rumah.

__ADS_1


********


Jangan lupa kasih dukungannya.😘


__ADS_2