Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 25


__ADS_3

_Masih di Mall Plaza jakarta.


Vay berlari menghampiri Excel setelah menolong wanita paruh baya tadi.


"Dari mana saja?" Excel bertanya pada Vay yang sudah sampai di tempat nya berdiri.


"Tadi aku menabrak seorang Wanita paruh Baya disana, dan aku membantunya. Maaf, Tuan jadi menunggu lama." Vay menjelaskan semuanya.


"Hmm Ayo," ajak Excel.


Mereka melanjutkan langkahnya menuju kedai Es Krim. Betapa senang nya Vay saat sudah sampai di kedai itu.


"Wooaah.. Banyak sekali Es krim nya." Vay melongo saat melihat etalase kaca yang di penuhi dengan berbagai macam varian es krim.


Excel tersenyum geli melihat ekspresi gadis itu. Vay terkesan Ndeso atau katrok. Melihat Es krim saja seheboh itu. Bahkan Vay sampai memeluk etalase yang di penuhi oleh es krim tersebut.


Excel menarik tangan Vay dari etalase itu dan membawanya masuk kedai. Pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka.


"Tuan, apa aku boleh memesan 5 varian es krim sekaligus?" tanya Vay terlebih dahulu pada Tuannya.


Jelas saja Vay harus ijin pada Excel, karena pria itu yang akan membayar nya.


"Tentu, tapi janji harus habis?" jawab Excel dengan nada lebih rendah namun masih datar.


"Yess! Mbak aku mau ini, ini, ini, yang ini dan yang ini." ucap Vay sambil menunjuk buku menu.


"Di tunggu ya Kak, permisi." ucap pelayan tersebut lalu meninggalkan Excel dan Vay.


Tak butuh waktu lama, pelayan itu sudah kembali lagi dengan membawa nampan berisi Es krim.


Wajah Vay berbinar melihat Semua Es krim yang dia pesan ada di atas meja. Di bertepuk tangan pelan.


"tuan tidak memesan?" tanya Vay melihat sang big boss.

__ADS_1


"Tidak." jawab Excel singkat.


"baiklah, kita makan semua es krim ini berdua." ucap Vay yang langsung menyendok Es krim rasa Vanila itu menyuapkan pada Excel.


"Aku tidak mau." tolak Excel.


wajah Vay berubah jadi sedih, penolakan Excel sangat menyakiti hatinya.


Sementara Excel yang melihat perubahan ekspresi Vay, langsung menarik tangan Vay yang masih memegang sendok es krim ke mulut nya.


Vay yang melihat itu langsung merubah ekspresi wajah nya lagi. Dia senang saat Excel mau makan Es krim berdua dengan nya.


Vay pun menyendok es krim itu lagi dan memasukan es krim ke mulut nya. Sedangkan Excel menerima suapan dari Vay hingga Es krim itu tandas.


Mereka makan satu sendok berdua. Sudah seperti sepasang kekasih yang tengah Bucin Bucin nya.


Puas makan Es krim, mereka pun memutuskan untuk pulang, Karena Hari sudah Sore.


"Kau ingin sesuatu lagi?" tanya Excel sebelum mereka keluar dari Mall.


"Iya, untuk semua pelayan sekalian biar semua kebagian." seru Excel.


"Terimakasih Tuan." sahut Vay tersenyum riang.


Mereka akhirnya mampir ke kedai Kue terlebih dahulu sebelum pulang.


Saat mereka berjalan ke kedai, tak ada yang mengetahui jika mereka sedang di ikuti oleh beberapa orang dari kejauhan.


Mereka berpencar agar tidak terlalu mencolok saat sedang mengikuti Excel dan Vay. Mereka juga memakai topi dan masker agar Excel dan Vay tidak mengenali wajah mereka.


Sementara Excel dan Vay sudah berada dalam kedai.


"Kau tunggu sini sebentar, aku ingin pergi ke toilet sebentar. Jangan kemana-mana sebelum aku kembali.!" terang Excel pada Vay.

__ADS_1


Dia akan pergi le toilet sebentar karena sudah tak tahan ingin buang air.


Saat Excel keluar Kedai, beberapa orang yang sejak tadi mengikuti Excel dan Vay pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.


"Target sedang sendiri. Culik gadis itu." ucap salah satu pria bertopi dan bermasker itu.


Ya, mereka berbicara melalui alat khusus untuk berbicara jarak jauh.


setelah mereka berkumpul, mereka langsung melancarkan aksinya untuk menculik Vay.


Vay yang tengah duduk di kursi tunggu sambi bermain ponsel, dengan mudah di hampiri oleh mereka. Dan Kebetulan sekali kedai itu sedang sepi pengunjung.


Mereka membius Vay dan gadis itu langsung tertidur.


Pria bertopi dan bermasker itu langsung membawa Vay pergi dari sana dengan Buru-buru. Tak ada yang curiga akan hal itu karena orang-orang kira, Vay tengah pingsan dan akan di larikan ke rumah sakit.


Kini Vay tengah berada di dalam mobil para penculik. Mereka mengambil ponsel Vay dan mematikannya agar tak ada yang bisa melacak keberadaan gadis itu.


Tangan Vay di ikat, dan mulutnya di tutup oleh Lakban. Vay yang tertidur pulas tak akan tahu dia akan di bawa kemana. Jadi tidak perlu menutup mata gadis itu.


Sementar itu, Excel telah kembali dari Toilet, di tidak menemukan Vay di kedai Kue tersebut. Excel kelimpungan saat tak melihat gadis itu. Dia mencoba bertanya pada pelayan kedai tersebut.


"Mbak, lihat Gadis Cantik yang tadi datang bersama saya?" tanya Excel pada salah satu pelayan.


"Tadi Nona cantik itu duduk di kursi tunggu tuan, dan setelah itu saya tidak tau nona itu kemana." jawab Pelayan itu.


Excel mengagguk paham. Dia mencoba menghubungi ponsel Vay namun tidak aktif.


"Shiitt!! where are You Vay??!" umpat Excel meninju angin.


Excel pun memutuskan untuk pergi dari kedai membawa semua kue yang sudah terlanjur dia beli tadi.


Saat dalam perjalanan pulang, Excel menerima sebuah pesan dari Mattew. Pria brengsek yang hampir melecehkan Vay waktu itu.

__ADS_1


"VAY SEDANG BERSAMA KU!" ( isi pesan Mattew ).


"Aaaarrgggghhh... Keparat!!" ucap Excel mengumpati Mattew.


__ADS_2