Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 53


__ADS_3

Bunyi alarm pendeteksi musuh Berbunyi!!!


Excel pun melerai pelukannya pada Vay. Dia menangkup wajah Vay dengan kedua tangannya.


"Tetap berada disini dan masuklah ke dalam ruangan itu lalu kunci dari dalam. Aku akan segera kembali. Kali ini kau harus menuruti printah ku. Okey? Silent ponsel mu, Setelah aku pergi." Ucap Excel memberi intruksi pada Vay.


Vay mengangguk dengan cepat.


"Good Girl.!! I Love you Lovely!!" seru Excel seraya kembali memeluk Vay.


Setelah puas memeluk kekasihnya, Excel pun bergegas untuk keluar dari markas.


"Dear..." panggil Vay saat Excel mulai berjalan menjauh darinya.


Excel menoleh ke belakang menatap Vay!


Vay berlari menghampiri Excel dan mendaratkan Satu Ciuman di Bibir Excel.


CUUUPPPP!!!!


Excel menerima ciuman sekila dan hanya menempel itu. Seolah mendapat energi kekuatan yang entah dari mana datang nya. Semangat Excel kembali membara. Rasa takut yang menghinggapinya, seketika langsung menghilang.


"Cepat kembali Dear! Aku akan menunggu mu!" seru Vay setelah mencium Excel.


Excel mengangguk sekali dengan mantap.! Lalu dia berjalan ke luar markas.

__ADS_1


Di Luar sana sudah di penuhi para Body guard Excel dengan senjata di tangan masing-masing.


Daniel juga ada di antara para Body Guard itu.


Tak lama, William dan rombongan pasukannya sudah tiba di area hutan.


William turun dari dan langsung menghadap Excel.


"Heii, apa kabar Excel, senang bisa bertemu kembali dengan mu. Kau mengundang ku untuk mengunjungi mu bukan? Dan sekarang aku sudah datang. Aku akui keberanian mu Excel, dengan lancang kau mengirim mata-mata untuk mematai ku. Dan kau juga sudah berani mencuri File penting ku. Kau mengibarkan bendera perang mu Excel, maka dengan senang hati kami datang untuk menghabisi mu, seperti kami menghabisi tuan dan nyonya Alexander. Hahahaha!" Beo William berbicara di depan wajah Excel.


Excel mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga mengeluarkab bunyi gemeletuk.


"Cih, kau terlalu banyak bicara Tuan William! Ayo kita mulai saja untuk membuktikan siapa yang akan menyusul kedua orang tua ku, kau atau aku!" Seru Excel langsung melakukan penyerangan pada william. Dan itu pertanda jika pertempuran di mulai.!


Pasukan Excel dan william saling baku hantam. Suara tembakan dan juga Bom terdengar nyaring. Hanya dengan hitungan detik saja, banyak dari pasukan keduanya yang terjatuh dan tewas. Bau anyir menyeruak masuk ke indra penciuman semua orang.


Vay yang berada di dalam bilik kecil itu juga mendengar suara jeritan dan tembakan dari luar sana.


Vay benar-benar takut kali ini. Apa lagi hari sudah mulai gelap. Dia ingin menghubungi pihak kepolisian, namun di bawah sana tidak ada Signal.


Fikiran Vay kalang kabut. Dia takut kekasihnya mengalami hal buruk. Gadis itu mondar mandir dan mulutnya komat kamit memanjatkan Doa pada Tuhan.


Sementara Excel, masih baku hantam dengan William. Mereka sama-sama terluka saat ini. Luka tembak di tubuh mereka seolah tak di rasa karena sibuk dengan tujuan masing-masing yaitu harus menewaskan musuh yang ada di hadapannya.


Darah segar mengalir dari tubuh ke duanya. tubuh mereka sama-sama ambruk di atas tanah. Hingga Excel berhasil berdiri dan akan menghabisi William dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


Dengan susah Payah Excel berdiri dan berjalan menggampiri william. Tak lupa dia meraih senjatanya yang terjatuh jauh dari tempatnya.


Langkah kakinya pincang, Excel berjalan terseok-seok mendekati William. Kaki nya bertumbu di atas dada william yang terkapar di atas tanah.


Excel menodongkan senjata Api itu di hadapan wajah william.


William tak ingin menyerah begitu saja, dia menarik kuat kaki Excel, hingga Excel jatuh terjungkal.


Dia mengumpati William. Tak ingin membuang waktu, Excel langsung mengarahkan senjata apinya ke arah William.


DOR DOR DOR DOR!! Tembakan itu di lesatkan Excel. Dan itu berhasil mengenai William.


Namun tubuh Excel juga Ambruk terkena tembakan pula, saat salah satu pasukan dari william berusaha menolong sang Big Boss.


Daniel yang mengetahui hal itu langsung berlari mendekati Excel.


Dia membawa Excel menepi dari pertempuran pertumpahan darah itu.


**********


Kasih dukungannya yuk guys!😎


Like Komen vote dan kasih hadiahnya.


Jangan lupa Follow dan Subscribe juga😍

__ADS_1


Terimakasih Readers yang Baek dan cakep🤗


__ADS_2