
Semua orang nampak panik saat Vay mengeluarkan Air ketubannya.
Vay mencengkeram paha Mom melinda dan Bi Ani menahan rasa mulas yang kuat.
"Tahan ya Sayang, tarik nafas dalam dan keluarkan perlahan." seru Mom melinda memberi intruksi.
Vay pun melakukan apa yang di perintahkan Mommy nya.
Namun Rasa Sakit nya semakin kuat. Vay menangis bersandar di bahu Mommy nya.
"Mom... Sakiitt... Perut Vay terasa ingin meledak." Ucap Vay sambil menangis terisak.
Excel menjadi takut melihat istrinya. Jika bisa, Excel mau menggantikan posisi Vay saat ini juga agar dia yang mengalami sakit saat melahirkan.
"Lovely, kamu harus kuat demi Baby Twins. Sabar ya... Sebentar lagi sampai." seru Excel dari kursi kemudi.
Vay sudah lemas, dia hanya bisa mengerang kesakitan.
Beberapa menit kemudian, Mereka tiba di RSIA di kawasan kota jakarta.
para tim medis langsung membawa brankar untuk pasien.
Excel dan Dad Rizal membopong Vay lalu merebahkan tubuh Vay di atas kasur brankar tersebut.
Vay langsung di beri tindakan oleh Dokter karena sudah pembukaan sempurna. sedangkan Excel di perbolehkan masuk untuk menemani sang istri. dan yang lain menunggu di luar ruangan.
Excel menggenggam tangan Vay dan mengecup puncak kepala istrinya berulang ulang kali.
Suster memasang oksigen di hidung Vay dan memasang infus di tangan kiri Vay. Tak lupa mereka membuka Pakaian Vay terlebih dahulu untuk memudahkan proses persalinan.
Setelah semuanya siap. Proses persalinan di mulai.
"Nyonya Vay, dengarkan ucapan saya. Jika Rasa mulas datang, mengejan lah dengan sekuat kuat nya." ucap Dokter Kandungan itu memberi intruksi.
Vay mengangguk paham. Dia menatap Excel yang menitikan air matanya dengan senyum lebar.
"You Can Do It Lovely, I Love you so much." ucap Excel menatap sang istri yang melihat ke arah nya memberikan semangat pada sang istri.
Vay membalas ucapan Excel dengan senyuman kecil.
__ADS_1
Rasa takut mulai menghinggapi nya. Fikiran buruk memenuhi isi kepalanya.
"Dear, aku takut." ucap Vay menangis pilu.
"Shhuuuttt... Jangan khawatirkan hal apa pun. Tuhan bersama kita. Okey? Kau pasti bisa Lovely, Demi aku dan Twins. Hmm?" balas Excel mencoba menenang kan sang istri.
Excel mengecup kilas bibir Vay. Menyalurkan energi pada istrinya itu.
Vay mengangguk yakin, jika dia bisa melewati proses persalinan ini dengan Baik. Dia mengumpulkan tenaga sebanyak banyak nya sebelum mengejan.
Saat rasa mulas datang, Vay meremat tangan suaminya dan mengejan kuat.
"Hhhhheeeeeeggggghhhhh......"
"Bagus nyonya, lebih kuat lagi." ucap Dokter pada Vay.
"Hhhheeeeeeeeegggggghhhhh...."
Excel mengusap kepala sang istri dengan penuh cinta. Dan sesekali membisikan kata semangat.
"Sedikit lagi Nyonya, Ayo." ucap dokter itu lagi.
"Bismillahirrohmaanirrohiimm... Hhhhheeeeeeggggghhhhh.....!!" Vay mengejan kembali dan...
Oooowwwweeee.... Oowwwweeeeee....
Suara tangisan Baby Twins yang pertama nyaring memenuhi ruang bersalin itu.
Nafas Vay terengah, dia mengucap syukur dengan tangis haru.
Tak kalah dengan Vay, Excel pun mengucap syukur dan menghujani wajah Vay dengan ciuman.
"Trimakasih lovely, kau hebat. Aku mencintai mu." ucap Excel dengan senyum penuh kebahagiaan.
Vay membalas ucapan suaminya dengan senyuman kecil.
namun wajah nya kembali menegang saat rasa mulas yang sangat hebat melanda nya.
Suster mengambil alih Bayi Pertama Vay untuk di bersihkan.
__ADS_1
Dokter menyuruh Vay untuk kembali mengejan mengeluarkan baby twins yang kedua.
"Hhhhheeeeeeggggghhhh...." Vay kembali mengejan dan masih menggenggam tangan Excel kuat.
"Bagus nyonya, dorong lagi lebih kuat." titah Dokter.
"Ayo Lovely, semangat." ucap Excel dengan harap-harap cemas.
"aku sudah lelah," ucap Vay dengan nada lemas.
"Semangat Nyonya, ini baby nya sudah terlihat." seru Dokter dengan wajah panik. Takut jika Pasiennya menyerah.
"Sekali lagi, Okey.. kumpulkan tenaga lalu tarik nafas dalam Lovely." ucap Excel memberi interuksi.
Vay mengangguk dan mulai mengambil ancang-ancang. Saat rasa mulas datang dia mengjan sekuat-kuatnya mengeluarkan sisa tenaga nya.
"Bismillahirrohmanirrohim... Ya Allah bantu hamba." ucap Vay dalam Hati.
"Hhhheeeeeeeeeggggggggghhhhhhhh.....!!! Hah, hah!"
Semua orang yang ada disana deg-deg an menantikan kelahiran Baby Twins yang ke dua. Hingga tangis kencang bayi itu nyaring di telinga.
Ooowwwwweeeeee Oooowwwweeeee....
"Alhamdulillah... Lovely, terimakasih banyak sudah beejuang untuk kami. Kami mencintai mu." ucap Excel dengan senyum bahagia. Lagi, dia menghujani istrinya dengan ciuman.
Vay kembali mengucap Syukur banyak-banyak. Nikmat yang luar biasa, bisa melahirkan Baby Twins dengan selamat.
Suster mengambil alih Bayi itu untuk di bersihkan.
Dokter meninggalkan Vay yang tengah di bersihkan oleh dua orang suster. Dokter tersebut akan memeriksa Baby Twins terlebih dahulu.
**********
Alhamdulillah, Baby twins lahir juga di Bab 111.😊
Angka yang bagus😎
Jangan lupa dukungannya bestie😘
__ADS_1