Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 46


__ADS_3

Excel dan Vay dalam perjalanan pulang. jalanan begitu padat dan Macet karena sekarang jam pulang kerja. Para buruh pabrik memenuhi jalan raya itu.


Excel memutar arah dan mengambil jalan yang agak sepi pengendara. Vay menyuruh Excel untuk menepikan mobilnya saat dia melihat Pasar malam di sebrang jalan sana di sebuah Lapangan.


"Dear, ada Pasar malam, aku mau kesana." pinta Vay seraya menunjuk ke arah pasar malam dengan wajah berbinar-binar.


Excel melihat ke arah yang di tunjuk oleh kekasihnya. Disana terlihat ramai sekali, banyak pengunjung yang datang ke tempat itu.


"Dear, Ayo kita kesana." rengek Vay sambil menggoyangkan lengan Excel.


Excel menghela nafas panjang dan membuang nya perlahan.


"Lovely, tempat itu sangat padat, aku malas berdesak-desakan." tolak Excel secara halus.


Vay mendengus kesal. Dia pun memasang wajah cemberut dengan tangan bersedekap dada. Dia membuang muka menatap ke arah lain.


Excel menggeleng pelan melihat tingkah Vay yang merajuk seperti Anak berusia 6th.


Pria itu mengalah, dia menepikan mobil nya di area parkir pinggir lapangan.


Ekspresi Vay langsung berubah, gadis itu mengembangkan senyum nya saat Excel memarkirkan mobilnya di area parkir pasar malam itu.


"Ayo Turun." titah Excel sebelum keluar dari mobil mewah miliknya.


Vay menubruk tubuh kekar Excel dan mengalungkan kedua tangannya di leher pria kulkas namun tampan itu.


CHUUUUPPPP..!!


Satu kecupan mendarat sempurna di bibir Excel.


"Terimakasih Dear, aku mencintai Mu." Vay mengucapkan terimakasih pada kekasihnya.


Excel tersenyum menganggukan kepalanya sekali.


Vay melepas pelukannya, lalu bergegas turun dari mobil. Tak lupa dia dan Excel memakai masker dan topi sebelum turun. Vay sebenarnya malas memakai topi dan masker, itu membuat wajah cantiknya jadi tak terlihat. Dan Excel menggunakan alasan itu agar Vay tidak curiga dengan maksud Excel yang sebenarnya.


Ya, itu karena Excel adalah Pebisnis Haram.


Mereka turun dari mobil dengan Excel yang posesif menggandeng tangan Vay. Vay tak sabar ingin mencoba semua jenis wahan di pasar malam itu. Dia menarik tangan Excel yang berjalan lambat.

__ADS_1


"Come on Dear, kau lambat sekali. Aku ingin naik biang lala itu." ucap Vay sambil menunjuk ke arah biang lala.


Excel hanya menurut saja. Dia mengikuti langkah Vay yang sedikit berlari.


Mereka sampai di depan wahana Biang lala itu. Excel mengeluarkan Uang tunai dari dalam dompetnya untuk membayar tiket masuk.


Setelah mendapatkan 2 tiket, mereka langsung masuk dan naik biang lala.


Excel mendengus kesal karena di paksa ikut naik biang lala oleh Vay. Gadis itu mengancam akan menangis kencang jika Excel tidak mau ikut Vay naik biang lala dengan nya.


Vay sangat senang. Ini pertama kalinya dia mengunjungi pasar malam.


"Kau senang Lovely?" tanya Excel melirik ke arah Vay dengan wajah sedikit kesal.


Vay mengangguk cepat dan tertawa riang.


"I'm so Happy. Ini adalah kali pertama aku mengunjungi pasar malam Dear." jawab Vay.


Excel merasa terenyuh. Hatinya seketika sesak, mendengar ucapan Vay. Begitu malang nya Vay selama hidup bersama keluarga Wijaya.


"Kita akan bermain sepuas nya." sahut Excel mengulas senyum termanis nya pada Vay.


"Really?" tanya Vay memastikan.


"Yeaaayy.." sorak Vay sambil mengangkat kedua tangannya yang terkepal.


Setelah puas bermain biang lala, Vay dan Excel beralih bermain komedi putar, lalu beralih ke Mini kora-kora, beralih ke ombak air, beralih ke ayunan putar.


Lalu beralih ke permainan Lempar gelang berhadiah. Vay menunjuk boneka berukuran besar, sebesar tubuhnya dan menginginkan Boneka itu untuk hadiah lempar gelang.


"Dear, aku mau Teddy Bear yang besar itu." ucap Vay merengek pada Excel.


"Baiklah," jawab Excel, lalu dia bermain dan meleparkan satu persatu gelang nya ke dalam botol sirup.


Dan... Yap!!! Gelang pertama Masuk, lalu di susul gelang ke dua, dan gelang terakhir.


Ketiga gelang itu masuk dalam botol yang sama. Excel memenangkan permainan itu.


"Yeeaaayyy... Kau hebat Dear." Sorak Vay berjingkrak dan bertepuk tangan.

__ADS_1


Vay menerima Boneka teddy bear berukuran besar itu dari petugas permainan.


"Terimakasih Dear" ucap Vay sambil memeluk boneka hadiah dari permainan lempar gelang itu.


Mereka berjalan bersama mengunjungi setiap Stand makanan. Ada banyak cemilan, juga Cotton Candy.


Vay menunjuk Cotton Candy berbentuk Angry Bird. Dia menginginkannya. Excel pun membelikannya untuk Vay.


Vay menerima Cotton candy itu dari tangan Excel. senyum nya tak pernah luntur dari wajah Canti Vay.


"Look at this Dear, mirip sekali dengan wajah Mu." ucap Vay mengatai Excel yang memiliki ekspresi seperti Cotton Candy berbentuk Angry Bird. Vay tertawa terbahak-bahak saat mengatakan hal itu.


Sudah bisa di pastikan, jika saat ini Excel tengah menunjukan Ekspresi kesal nya dari balik masker yang menutupi wajah garang nya.


Mereka juga mengambil Foto bersama, disana ada jasa tukang foto yang langsung jadi. Vay berpose berkali-kali dengan tangan kanan memegang boneka teddy dan tangan kiri memegang Cotton Candy.


Sedangkan Excel hanya berpose datar. Karena dia memang tidak suka berfoto.


Vay kesal akan hal itu, dia memaksa Excel untuk berpose sesuai dengan ajaran Vay.


"Dear, gendong aku." titah Vay pada Excel.


Excel menolak. Vay yang mendapat penolakan langsung menjual kesedihan pada Excel. Dia pura-pura bersedih agar Excel merasa iba.


Dan Berhasill...


Excel menggendong Vay ala bridal styel, dan Gendong dari belakang, lalu tukang foto memotret mereka beberapa kali dengan pose yang berbeda. Meskipun memakai topi dan masker, mereka tetap terlihat romantis.


Puas bermain, dan bersenang-senang. Mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah semakin larut.


Vay tertidur saat perjalanan pulang, gadis itu terlalu bersemangat hingga kelelahan.


Excel mengulurkan tanganya mengusap pipi Vay yang tertidur pulas.


Tak menyangka jika dia bisa jatuh cinta pada gadis itu. Dia mengulas senyuman kecil dan kembali fokus menyetir.


*********


Jangan lupa kasih dukungannya ygy😘

__ADS_1


Like, Komen, vote, dan kasih gift untuk Author.


Terimakasih Readers yang baek dan juga cakep😍


__ADS_2