
Kabar Excel yang di serang oleh Mattew sampai di telinga Mona. Mona adalah teman lama Excel, dari sejak kecil mereka sudah saling mengenal karena orang tua mereka juga bersahabat lama.
Mona menyukai Excel dari dulu, dan dia sudah berkali kali menyatakan perasaanya pada Excel, namun Excel selalu menolak. Excel hanya menganggap Mona teman, tidak lebih.
Hari ini Mona berniat untuk menjenguk Excel dan datang ke rumah Excel. Mona tidak mengetahui jika Vay juga tinggal disana.
Mona yang sudah terbiasa keluar masuk rumah Excel pun langsung menyelonong ke kamar Excel.
Sedangkan Excel tengah tidur siang saat ini.
"Excel..." ucap Mona pelan seraya masuk ke dalam kamar Excel.
Excel yang tertidur tidak mendengar panggilan Mona.
Mona di buat gemas dengan pemandangan di hadapannya. Melihat Excel tertidur, membuat Mona ingin menyentuh Pria tampan itu.
Mona mendekati Excel dan duduk di tepi ranjang.ia mengulurkan tangannya mengelus pipi Excel. Namun Excel tak terusik sama sekali, dia masih tertidur dengan lelap.
Mona mengulas senyuman, dia memperhatikan wajah Excel yang tampan itu lekat-lekat. Entah dapat bisikan setan dari mana, Mona malah membuka blazer yang di kenakan olehnya, menyisakan tangtop saja dengan Rok mini di atas lutut.
Mona langsung mencumbui Excel secara pelan, agar Excel tidak terbangun.
Tanpa sepengetahuan Mona, Aksi tersebut di lihat langsung oleh Vay dari Ambang Pintu kamar Excel.
Vay yang ingin menemui Excel dan mengajaknya makan siang, mengurungkan niatnya saat melihat pintu kamar Excel sedikit terbuka.
__ADS_1
Vay mengintip kamar itu mencari keberadaan Tuannya terlebih dahulu. Siapa sangka jika Vay malah melihat Adegan panas di dalam sana.
Vay membeku, tubuhnya terasa kaku. Hatinya seketika Remuk dan patah. Vay Tidak pernah menyangka jika perhatian Excel untuknya semuanya palsu.
Gadis itu berlari menuruni tangga, dia pergi dari rumah Excel dengan kondisi menangis.
Bi Ani melihat Vay saat melintasi nya. namun karena Bi ani sudah tua, tak bisa menandingi tenaga Vay. Dia pun tak bisa mengejar Vay yang sudah jauh.
Akhirnya bi Ani meminta bantuan penjaga rumah Excel untuk mencari Vay, namun Nihil. Entah bersembunyi dimana gadis itu.
Sementara itu, Excel yang merasa tidur nya terusik langsung membuka matanya. Betapa terkejutnya saat mendapati Mona tengah mengungkungnya dengan hanya mengenakan Tangtop saja.
"Mona! Apa yang kau lakukan disini?!" sentak Excel dengan perasaan kaget.
"Kau benar-benar keterlaluan Mona!" Bentak Excel seraya beranjak dari tidurnya.
Untung saja, pakaian Excel masih lengkap. Mona belum sampai jauh melakukan hal Hina itu.
"Maafkan aku Excel, aku pikir dengan cara ini, aku bisa mendapatkan mu." seru Mona sambil menundukan wajahnya malu.
"Kau salah, justru dengan melakukan Hal Hina ini, aku akan membenci mu Mona. Dan sampai kapan aku tidak akan memaafkan mu!" Sahut Excel dengan nada tinggi penuh amarah.
Hingga Bi Ani datang dengan tergopoh-gopoh menemui Excel. Bi Ani mengetok pintu kamar Excel dengan cepat.
"Tuan, Non Vay pergi dari rumah dengan kondisi menangis." teriak Bi Ani dari balik pintu.
__ADS_1
Excel mendelik mendengar ucapan Bi Ani, dia langsung berlari menuju pintu. Sedangkan Mona yang ikut mendengar ucapan Bi Ani tersenyum penuh kemenangan.
"Apa Bi? Vay kabur dengan kondisi menangis?" ucap Excel panik setelah sampai di hadapan Bi Ani.
"Iya Tuan, saya dan penjaga sudah berusaha mencari namun tidak ketemu.!" sahut bi Ani tak kalah panik.
Excel langsung berlari meraih kunci mobil dan Ponsel di atas nakas.
kemudian buru-buru menuju mobil dan menarik pedal gas nya dengan kasar. Dia menyusuri jalanan mencari keberadaan gadis itu.
Excel mencoba menghubungi ponsel Vay, namun tidak aktif. Lalu dia menghubungi Daniel untuk meminta bantuan mencari Vay yang kabur.
"Shitt!! kemana kamu Vay?" umpat Excel seraya memukul stir mobilnya.
Sementara itu, Mona bergegas pergi dari Rumah Excel dengan perasaan kesal. Namun dia juga senang karena tunangan Excel melihatnya mencumbui pria itu.
Bi Ani menatap kepergian Mona dengan banyak pertanyaan di benaknya.
"Apa Non Vay melihat gadis itu di dalam kamar tuan Excel tadi? Lalu siapa gadis itu?" gumam bi Ani dalam Hati.
Di sisi Lain, Vay yang kabur dari rumah Excel kini sedang berada di Danau. Tempatnya tidak jauh dari rumah Excel. Dia duduk di bawah Pohon rindang.
Semilir angin menyapu wajah nya yang basah karena air mata. Suasana Danau yang sepi membuatnya semakin hanyut dalam rasa sakitnya.
Dia duduk memeluk kedua lututnya, dan menyembunyikan wajahnya. Dia menumpahkan seluruh rasa sakitnya dengan menangis sepuas puasnya.
__ADS_1