
Excel sudah kembali ke kediamannya setelah mengantarkan Kekasihnya.
Baru beberapa jam Berpisah dari Vay, Excel sudah merindukan Gadis itu. Rumah terasa Sepi tanpa adanya Vay.
Excel mengedarkan pandangannya, seolah melihat bayangan Vay yang tengah melakukan aktivitas nya selama di rumah itu.
Dia menaiki tangga menuju kamar nya. Namun langkahnya terhenti saat Daniel tiba-tiba datang dengan wajah Panik.
"Tuan Excel, ada kabar buruk.!" ucap Daniel setelah tepat berada di hadapan Excel.
Excel mengajak Daniel untuk membicarakan Hal ini di ruang kerjanya.
Setelah sampai di ruang kerja Excel, Daniel langsung menyampaikan Berita buruk itu.
"Tuan, mata-mata kita yang berada di Singapura telah tertangkap oleh musuh. Mereka telah berhasil mengorek informasi dari mata-mata kita. Kabar nya, mereka akan terbang ke Indonesia dan melakukan penyerangan pada kita. Mereka Marah, karena kita ketahuan telah mencuri File penting milik mereka." jelas Daniel dengan cepat, nafas nya tersnegal dan keringat dingin membasahi pelipisnya.
"Kapan mereka akan terbang ke indonesia?" tanya Excel pada Daniel dengan datar dan serius. Membuat suasana menjadi makin mencekam.
"kurang lebih sekitar 2 minggu Tuan.!" Daniel sudah memperkirakan jika kedatangan mereka.
Tak butuh waktu lama bagi musuh Excel untuk melakukan tindak penyerangan, karena semua sudah di persiapkan. Mulai dari senjata, anak buah, serta kendaraan pribadi yang akan membawa mereka ke tujuan dengan cepat.
"Shitt!!! Kita harus begerak cepat Daniel. Lakukan persiapan secepatnya. kumpulkan semua Pasukan, jika perlu tambah lagi pasukan kita. Siapkan senjata terbaik yang kita punya. Tutup semua Akses Komunikasi yang dapat mereka lacak. Jangan bepergian terlebih dahulu untuk beberapa waktu kedepan jika tidak perlu. Pastikan semua standby jangan sampai lengah." titah Excel memberi interupsi.
__ADS_1
Daniel yang mendapat perintah dari sang Big Boss, langsung bergegas menjalankan tugasnya.
Sementara Excel, Excel juga tengah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dia memulangkan semua pelayan yang bekerja dirumahnya saat itu juga. dia takut jika musuh akan melakukan penyerangan di rumah nya, itu akan berbahaya bagi semua orang yang ada disana.
Pria itu berjalan menuju kamar nya, langkahnya Gontai tak bersemangat. Pikiran buruk seolah memenuhi akal nya.
Rasa Ketakutan akan terbunuh oleh musuh menghinggapi nya. Padahal, dulu Excel menanti momen penyerangan ini, karena dia akan membalaskan dendam orang tuanya, bahkan sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.
Namun saat ini, hidup nya bukan hanya untuk dirinya sendiri. Excel yang dulu tidak perduli dengan masa depan nya, kini berubah semenjak Vay hadir dalam kehidupannya.
Dia ingin menghabiskan seluruh hidupnya bersama Gadis itu. Membahagiakan dan Menikahi Vay. Itulah Tujuan hidupnya sekarang.
Selah berada di kamar, Excel merogoh ponsel yang ada di dalam saku celananya. Dia akan mengirim pesan pada Vay sebelum dia mematikan ponselnya selama 2 minggu kedepan.
LOVELY,
AKU ADA URUSAN PEKERJAAN SELAMA BEBERAPA MINGGU.
MUNGKIN AKU AKAN SANGAT SIBUK, MAAFKAN AKU JIKA NANTI TIDAK SEMPAT MENGHUBUNGI MU.
SETELAH PEKERJAAN KU SELESAI, AKU AKAN MENEMUI MU. I PROMISE YOU!
JADI JANGAN MARAH YA?
__ADS_1
I LOVE YOU SO MUCH❤😘
___________________________________________________
Setelah memastikan pesan itu terkirim, Excel langsung mematikan Ponselnya.
Pria itu terduduk di tepi ranjang, meraih Foto yang tadi pagi di pajang oleh Vay di atas nakas dekat tempat tidur.
Dia mengulas senyum saat melihat Foto dirinya dan Vay. Terlihat sangat jelas kebahagiaan yang tengah mereka rasakan.
Excel menghela nafas panjang dan membuang nya perlahan mencoba menenangkan Hatinya yang sedang Gelisah.
Pria itu merebahkan tubuhnya dengan kaki yang di biarkan menggantung di lantai. Tangannya memeluk bingkai Foto itu, Matanya terpejam mencoba mengingat kembali kebersamaanya dengan Kekasihnya, Hingga dia benar-benar tertidur.
************
Yuk, kasih dukungannya buat Author.😎
Like, Komen, Vote dan kasih Gift nya.😘
Follow serta Subscribe juga🤗
Terimakasih Readera yang baek dan cakep😍
__ADS_1