
"Tuan, Tinggalkan tempat itu segera" titah Daniel dari tempat yang tersembunyi.
Daniel sengaja memasang alat pendeteksi yang canggih di mobil Excel. Saat ada musuh, Alat itu akan terhubung langsung kepada Laptop Daniel.
Mendengar instruksi dari Daniel, Excel melepaskan pelukannya daei Vay dan menarik pedal gas nya kasar.
Excel melajukan Mobil nya secepat mungkin. sedangkan Vay mengencangkan sabuk pengamanya seraya berpegangan pada gagang yang ada di atas langit-langit mobil.
Vay tidak tau akan di bawa kemana oleh Excel. Dia tidak ingin banyak bicara dalam keadaan seperti ini. Yang Vay tau, saat ini Excel sedang ada dalam masalah, yang entah apa masalah itu.
Excel sesekali melirik sepion mobilnya, benar saja Ada Mobil yang mengikutinya. Excel menambah kecepatan mobilnya sebisa mungkin menghindar dari kejaran seseorang yang di yakini itu adalah musuh yang sedang mengintai.
Excel mengarahkan mobil nya ke kanan setelah dirasa sudah cukup jauh dari mobil yang mengikutinya.
Dan Berhasil...
Excel berhasil mengelabuhi para pengintai itu. Dia bisa berafas lega untuk saat ini.
"Daniel, aku berhasil lolos dari kejaran anak buah William. Aku akan ke markas sekarang." ucap Excel dengan Mic kecil yang ada di kerah jaketnya.
Sementara Vay, tak banyak bicara. Dia hanya diam sambil mencoba mencerna semua omongan Excel.
Vay seperti mengumpulkan potongan Puzzel yang hilang satu persatu.
__ADS_1
.
.
Tak butuh waktu lama, Excel sudah sampai di markas yang berada di tengah hutan jauh dari kota.
"Ayo turun." titah Excel pada Vay, datar dan dingin
Vay pun mengangguk sekali sebagai jawaban. Dia langsung segera turun dari mobil lalu mengikuti langkah Excel.
Markas itu adalah bangunan bawah tanah, akses masuknya begitu sempit, hanya mampu di lewati oleh 2 orang saja. Namun di bawah sana sangat lah luas.
Markas itu terdiri dari beberapa tempat, dan para Body guard Excel sudah standby disana dengan semua alat senjata mereka.
Di hutan itu di kelilingi oleh alat pendeteksi. jika ada orang asing mendekat, alat itu akan berbunyi. Sama persis dengan yang ada di mobil Excel. Alat itu di pasang dengan jarak yang cukup jauh, jika alat itu berbunyi, maka seluruh Body guard Excel akan keluar dari markas mereka masing-masing.
"Dear, ini tempat apa?" tanya Vay dengan nada rendah dan lirih.
"Ini adalah markas persembunyian ku. Saat ini, musuh besar ku akan melakukan penyerangan terhadap ku. maka dari itu, aku berbohong pada mu mengatakan jika aku mengurus pekerjaan, itu hanyalah alibi agar kau tidak ikut terseret dalam masalah ku. Karena kau ceroboh datang ke rumah tadi pagi, kini musuh menganggap mu sebagai bagian dari Alexander. aku tidak bisa membawa mu pulang sekarang, karena nyawa mu sedang terancam.!" jawab Excel secara detil.
Vay menjadi takut sekarang, dia merutuki kebodohannya karena tidak menurut pada Excel.
"Maafkan aku Dear, aku membuat mu semakin sulit." ucap Vay seraya menundukan kepalanya. Dia merasa bersalah pada Excel.
__ADS_1
Excel pun meraih tubuh Vay dan memeluknya Erat. Dia mencari sebuah kekuatan dari tubuh kekasihnya. Excel membenamkan wajahnya di tengkuk leher Kekasihnya. Aroma tubuh Vay yang wangi begitu menenangkan hati Excel yang tengah di landa rasa gelisah.
"Aku akan menjaga dan melindungi mu Lovely.." jawab Excel dengan nada lebih rendah dan lembut.
Vay mengulas senyumnya dari balik tubuh Excel.
Tiitt Tiiit Tiiit Tiit...!!!
Bunyi alarm dari alat pendeteksi, pertanda jika musuh Sudah memasuki area hutan.
***********
Kasih Dukungannya terus ya Bestie😎
Like, komen, vote dan beri hadiahnya.
Follow dan Subscribe juga ygy😘
Terimakasihh🤗
Kita Reefreshing dulu yuk sama ayang Yoongi, atau Visual Excel Alexander. Cekidot.
__ADS_1
Udah agak melek kan karena liat yang bening-bening? 😁😁