
Excel membantu menggendong tubuh istrinya menuju kamar mandi. Karena ini adalah kali pertama untuk Vay, rasa sakit dan perih yang di tinggalkan oleh Excel membuat istrinya tak bisa berjalan.
Setelah sampai kamar mandi, Excel mendudukan tubuh istrinya di atas Closet, lalu mengisi Bathub dengan air hangat dan menuangkan sabun dengan aroma bunga Lily.
Excel memindahkan Tubuh istrinya ke dalam Bathub. Lalu membantu Vay dengan menggosok pelan punggung istrinya.
Vay sangat bahagia, meskipun suaminya adalah pria datar dan dingin seperti kulkas, tapi Excel selalu bersikap manis kepada dirinya.
"Dear, ikut mandi sini. Biar aku bantu membersihkan mu." pinta Vay menyuruh suaminya ikut masuk ke dalam Bathub.
Excel pun menuruti keinginan istri nya itu. Dia pun masuk ke dalam bathub dengan posisi Vay berada di pangkuan Excel.
Vay mulai menggosok tubuh suaminya, hingga Excel meraih tangan Vay dan mengarahkannya pada benda pusaka Excel yang sudah bangun.
"I Want You Again Lovely." Lirih Excel bicara dengan suara beratnya.
Sumpah, Wajah Vay sudah memerah saat ini. Kata-kata Excel berhasil membuatnya jadi salah tingkah.
Excel bangkit dari Bathub, dia berdiri di hadapan istrinya yang masih terduduk di Dalam Bathub.
Pusaka Excel berada tepat di wajah istrinya. Vay mendongakan kepalanya menatap wajah suaminya.
"You Can Playing." titah Excel memberi perintah untuk istrinya.
Vay pun mengenggam benda berurat itu, lalu mengurutnya secara perlahan.
"Aaaawwhh... Sssshhh..." desis Excel saat merasakan nikmat di bawah sana.
"Faster Lovely.. Aaawhh..." racau Excel meminta istrinya untuk mempercepat ritme nya.
Excel sudah tak tahan, dia kembali masuk ke dalam Bathub, lalu mencumbui istrinya. Menyesap pucuk dada istrinya dengan rakus secara bergantian. Itu membuat kembah Vay menjadi basah.
__ADS_1
Lalu Excel meminta Istrinya untuk berposisi seperti merangkak. Excel akan menjajal Gaya DG.
Vay pun menuruti pinta suaminya, karena dia juga sudah menginginkan penyatuan dari suaminya.
Excel mulai memasuki istrinya dari belakang. Vay mengigit bibir bawahnya saat suaminya mendesak di bawah sana.
"Dear, aaahh... Slowly" ringis Vay saat merasakan sakit di inti tubuhnya.
"ya, aku akan pelan-pelan Lovely. Emmmhh... Sssshhhh....." desis Ecxcel seraya meraih salah satu gundukan kenyal istrinya.
"Uuugghh... Dear..." racau Vay saat rasa perih bercampur nikmat menjadi satu.
"Aku akan sampai Lovely, Aaaarrgghh...!!" cicit Excel menambah keceptan saat miliknya terasa di cengkeram di bawah sana.
Pluk pluk pluk!!!
"aaarrrgghhh..." erang Excel dan Vay saat berhasil mengeluarkan sesuatu di bawah sana.
Pria itu pun meraih tubuh istrinya membawanya ke atas tubuhnya yang bersandar di bathub. "i Love you so much lovely." bisik Excel di telinga sang istri.
Vay mengangguk sebagai jawaban. Tubuhnya terasa lemas sekali sekarang.
Excel memandikan istrinya dengan telaten. Kini mereka sudah selesai mandi.
Excel membawa istrinya keluar dari kamar mandi dan meletakan tubuh istrinya di tepi ranjang.
Pria itu mengganti pakaian nya terlebih dahulu. Excel terlihat tampan dengan setelan Casual. Terlihat lebih santai dan seperti anak muda.
Excel mengambil dress untuk sang istri. Lalu berjalan ke arah Tempat tidur dan membantu Vay mengenakan pakaiannya.
"Terimakasih Dear.." seru Vay sambil menatap suaminya.
__ADS_1
Excel tersenyum mengangguk menjawab ucapan istrinya.
"Dear, sekarang jam berapa?" tanya Vay pada suaminya.
"Jam 10 pagi. Kenapa lovely?" tanya balik Excel.
"Perut ku lapar, hehe" jawab Vay dengan senyum meringis menampakan giginya.
Excel pun mengacak puncak kepala istrinya sayang.
"Yuk turun, kita makan di resto." ajak Excel.
"Dear, aku lelah, badan ku terasa remuk dan itu ku masih sakit.! Aku tidak bisa berjalan.." tolak Vay dengan wajah cemberut.
Dua kali di gempur suaminya membuat tubuhnya terasa remuk.
"Sorry... Kau terlalu nikmat Lovely,! Ya sudah, biar aku minta pelayan untuk membawakan makanan ke kamar. Mau makan apa?" tawar Excel.
"Aku mau Sandwich, sama Nasi goreng seafood, terus minum nya Jus Alpukat pakai susu." ucap Vay menyebutkan menu makanan yang dia inginkan.
"Siap Nyonya Alexander." sahut Excel seraya mengambil telpon yang tersedia di meja nakas. Telpon itu langsung terhubung dengan Resto. Excel pun memesan makanan dan menyuruh pelayan untuk membawanya ke kamar Excel.
Excel memutup telpon nya setelah selesai memesan makanan.
Sedangkan Vay sudah tertidur pulas. Mungkin istrinya benar-benar kelelahan melayani nya.
Excel pun mengecup Kening istrinya, lalu memilih mendudukan dirinya di Sofa sambil mengecek pekerjaan.
************
Jangan lupa kasih dukungannya😘
__ADS_1