
Setelah beberapa hari di RSIA, kini Vay sudah di perbolehkan untuk pulang.
Mereka di antar oleh Daddy, Mommy dan Bi Ani.
Tak butuh waktu lama, Vay dan keluarga tiba di kediaman Excel.
Excel menggendong istrinya menuju kamar, sedangkan Baby Twins bersama Mom Melinda dan Bi Ani.
Dad Rizal yang membawa barang-barang dari Rumah Sakit.
Vay sudah berada di kamar nya, dia pun langsung istirahat disana.
Excel mengambil air minum untuk sang istri. Vay pun menerima Air dari suaminya dan menenggaknya hingga tandas. Dan Vay bersiap untuk tidur.
Untuk sementara waktu, Daddy Mommy dan Bi Ani akan tinggal di Rumah Excel membantu mengasuh Baby Twins.
Namun saat kondisi Vay sudah kembali stabil, Mereka akan pulang ke kediaman Bramasta.
Vay memang tidak mau memakai jasa Baby Sitter karena dia ingin menjadi Ibu sejati dengan merawat Putra kembarnya sendiri.
Excel sudah menawarkan untuk memakai jasa pengasuh saja agar Vay tak kelelahan, namun Vay menolak. Dia ingin menikmati proses mengasuh Baby Twins sendiri.
Ya, mungkin bukan hal yang mudah, tapi dia ingin mencoba nya terlebih dahulu.
Mom Melinda dan bi Ani sudah meletakan Baby Dave dan Daven yang sedang tidur, di Box Bayi.
Lalu Mom Melinda dan bi Ani ikut beristirahat di kasur yang tersedia di kamar Baby Twins.
Saat semua orang beristirahat, tersisa Dad Rizal dan Excel di ruang tengah. Mereka sama-sama sibuk dengan ponsel masing-masing untuk mengecek pekerjaan.
Daniel yang baru saja menikah, di beri waktu libur selama satu minggu. Jadi, Excel yang akan mengurus Cafe sementara waktu.
Sedangkan Dad Rizal, sibuk dengan pekerjaannya di London. niat nya ingin pensiun, eh malah tidak jadi. ini karena putri tunggalnya belum bisa memimpin untuk sementara waktu.
Dad Rizal menghela nafas panjang, karena harusnya hari inu dia meninjau perusahaan di London. Tapi terpaksa di Cancel karena Vay yang baru saja melahirkan.
Tidak mungkin Dad Rizal meninggalkan sang putri untuk saat ini.
__ADS_1
.
.
Jam menunjukan pukul 19.00 malam.
Semua orang berkumpul di meja makan sedangkan Dave dan Daven bobo ganteng di kamar mereka.
Mereka akan makan malam bersama. Nafsu makan Vay masih kuat karena di harus menyusui dua Baby sekaligus.
Tentu saja Mom Melinda yang mengatur makanan sehat Vay agar nutrisi Baby Twins terpenuhi.
Setelah menghabiskan dua piring Nasi, kini waktunya Vay memompa Asi nya untuk stok Baby Twins.
Dia pun menuju kamar dengan di papa suaminya.
Setelah tiba, Excel membantu sang istri menyiapkan wadah untuk tempat Asi.
Vay memakai alat canggih untuk memerah Asi nya, hingga dengan cepat wadah Asi itu terisi penuh.
Dan itu membuat Excel ingin bermain dengan dua benda kenyal milik istrinya itu.
"Apa lihat-lihat?" canda Vay pada Excel saat selesai mengisi penuh beberapa wadah Asi. Dia sengaja tak menutup benda itu cepat-cepat untuk menggoda suaminya.
"Gemas.. Hehe" cengir Excel menjawab pertanyaan Vay.
"Dasaarr Genit," seru Vay lalu memasukan Dua benda kenyal itu ke dalam Bra.
Dan Excel pun menampakan wajah kecewanya.
"Kenapa? Hmm?" tanya Vay sambil mengecup pipi suaminya.
"Menunggu selama 40 hari, itu terlalu lama Lovely, kepala ku atas bawah sakit karena menahan gejolak. Apa lagi setiap hari berdekatan dengan mu membuat ku tak tahan." ucap Excel Frustasi. Dia pun mengacak rambut nya kasar.
Vay malah terkekeh melihat Suaminya seperti orang gila. Ya, Excel biasa melakukan nya hampir setiap hari. Bukan setiap hari, tapi setiap ada kesempatan. Bahkan sehari bisa lebih dari 2x.
Dan kini sudah satu minggu Excel menahan hasrat itu.
__ADS_1
"boleh aku membantu mu Dear?" tawar Vay tersenyum genit pada suaminya.
"Serius Lovely? Mau.!! 2x ya?" ucap Excel dengan wajah berbinar sangat antusias.
Vay mengangguk menuruti keinginan suaminya.
Tak lupa Excel mengunci kamar terlebih dahulu agar tak ada yang mengganggu meditasinya.
Excel melorot celana pendeknya, mengeluarkan pusaka nya yang sudah kokoh berdiri tegak di hadapan sang istri.
Tak mau menunda waktu, Vay pun mulai mengulum benda pusaka milik suaminya. Dia menghis*p dan mengurutnya menggunakan mul*t.
Excel menekan kepala istrinya agar lebih dalam mengulum pusaka panjang nya.
"Uuuuggghhh... Faster Lovely. Aaahh.." racau Excel saat merasakan sensasi geli dan nikmat di bawah sana.
Excel mengeluarkan Lato-lato jumbo istrinya, lalu meremat dada istrinya pelan, dia juga memelintir ujung kecoklatan itu membuat Vay melenguh halus. "Akhhhss.." desis Vay.
Hingga Vay mempercepat pergerakannya dan membuat Excel menyemburkan Lahar hangat di dalam mulut Vay, namun Vay tak menelannya.
Nafas Excel terengah saat berhasil mengeluarkan hasratnya. Istrinya selalu pandai memuaskannya.
Vay membuang Cairan putih kental itu ke wastafel. Lalu membersihkan mulutnya. Setelah itu kembali ke Sofa duduk di sisi suaminya.
"Masih sakit kepalanya?" goda Vay.
"Langsung sembuh Dong, berkat dokter cantik, Sexy dan Gemoy ini." sahut Excel menggoda istrinya balik.
Excel mencubit gemas kedua pipi istrinya, lalu mencium kilas bibir Candu milik istrinya.
**********
Foto Baby Twins Dave dan Davenπ cekidot!
Jangan lupa dukungannya.ππ
__ADS_1