Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 20


__ADS_3

_Masih di Kediaman Mattew tepatnya di kamar tuan Ruamah.


"Come on baby... Kita akan habiskan malam ini bersama." ucap Mattew berbisik di telinga Vay.


"Ya Tuhan.. Tolong aku, Tuan Excel selamatkan aku." ucap Vay berdoa dalam Hati.


Seolah Doa itu telah terkabul. Tuhan mengirimkan malaikat untuk Vay saat ini.


BRUAAAAKKKK..!!!


Excel menendang pintu kamar milik Mattew. Dia berjalan mendekat pada Pria sialan itu.


"Dasar manusia Iblis. Berani kau menyentuh Gadis ku." Teriak Excel seraya melayangkan Tinju pada Mattew.


Excel menyerang mattew dengan membabi buta. Seakan tak memberi ampun pada Pria jahanam itu. Hingga mattew tersungkur ke lantai tak berdaya.


"Tuaann..." ucap Vay lirih sedikit mendesah karena efek obat semakin menguasai tubuh Vay.


Excel melihat Vay tajam. Seolah dia tau apa yang sedang di alami oleh gadis itu.


Excel buru-buru membawa Vay keluar dari Kediaman Mattew. Di menggendong gadis itu dan berlari menuju mobil.


Semua orang melihat ke arah Excel dan Vay termasuk Mona. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi pada mereka.


Excel tak memperdulikan hal itu. Dia langsung melajukan mobilnya untuk segera pulang.


Vay yang merasakan Panas tak karuan bergelayut pada Excel. Sesekali menciumi tubuh Excel.

__ADS_1


Excel tak keberatan akan hal itu, karena dia tau Vay sedang terpengaruh oleh obat.


Excel melakukan panggilan pada Dokter. Mencoba meminta bantuan.


"Dok, Vay sedang terpengaruh oleh obat perangsang. Apa ada obat untuk pereda Hasrat itu?" tanya Excel di sambungan telpon.


"Ajak Nona Vay berendam di air Es, itu akan memgurangi rasa panas dalam tubuhnya." titah Dokter memberi saran.


"Baik terimakasih." ucap Excel langsung menutup Telpon.


"Bersabarlah Vay, kita akan sampai rumah." gumam Excel.


30 menit berlalu Vay semakin tak karuan.


Excel langsung membawa Vay ke kamar mandi yang ada di kamar Excel dan merendam Vay di bak mandi berisi Es yang sudah di siapkan oleh Bi Ani dan pelayan lainnya atas perintah Daniel.


Excel mengunci kamar mandi itu rapat-rapat agar tak ada yang melihat efek obat terkutuk itu di tubuh Vay.


Excel membantu Vay dengan membiarkan gadis itu mencumbui dirinya. Tentu saja dengan pakaian yang masih lengkap.


Vay masih berendam meskipun sesekali beranjak untuk mencumbu Excel. Hingga Rasa panas itu sedikit demi sedikit menghilang.


Vay Lemas setelah efek itu perlahan hilang, karena sebelumnya terlalu aktif mencumbu Excel.


Untung saja tak terjadi Hal yang buruk. Excel berhasil meredam hasrat Vay begitu juga Hasratnya. Ya jelas Excel tergoda melihat Vay yang hanya mengenakan tangtop dan terus mencumbunya.


Namun akal sehat Excel masih bekerja dengan Baik. Hingga dia dapat mengontrol dirinya sendiri.

__ADS_1


"Mandilah, aku akan keluar." ucap Excel pada Vay.


Vay benar-benar Malu, di menundukan wajahnya tidak berani menatap Excel.


Setelah Excel pergi, Vay pun bergegas untuk mandi.


"Ya Tuhan.. Aku sangat malu pada Tuan Excel. Untung saja tidak terjadi hal yang buruk pada kami." gumam Vay, Dia merutuki dirinya sendiri.


Sedangkan Excel yang berada di Luar kamar mandi, Memegangi Dadanya, Jantung nya sedang tidak aman, dan tersenyum sendirian saat mengingat adegan panas yang barusan terjadi.


Bahkan Excel sempat membalas cumbuan Vay dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan nya di area leher Vay.


20 menit berlalu. Vay keluar dari kamar mandi memakai handuk kimono.


"Permisi Tuan." ucap Vay saat akan keluar dari kamar Excel.


Excel pun hanya mengaggukan kepalanya menjawab ucapan Vay.


dengan Buru-buru Vay kabur meninggalkan kamar Excel. Lalu masuk ke kamar nya sendiri dan mengganti pakaiannya.


"Huuft.. Akhirnya penderitaan ku selesai juga." gumam Vay seraya merebahkan tubuhnya di kasur.


Sekarang Pukul 23.00 malam. Vay yang lelah langsung tertidur dengan perasaan yang tak karuan malam ini.


Kejadian tadi cukup menguras energinya. Vay juga tak habis pikir jika dirinya akan mengalami hal ini.


Di sisi lain, Excel yang berada di kamar mandi untuk membersihkan diri, menatap Bathub itu mengulas senyum. Bayangan wajah Vay yang Ganas memenuhi isi otaknya.

__ADS_1


Seketika sisi liarnya berontak. "Aaaarrgghh.. Siaall..!!" umpat Excel.


Dia pun menuntaskan nya seorang diri saat itu juga.


__ADS_2