Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 11


__ADS_3

_Di Rumah Sakit Jakarta.


Excel dan juga Vay tiba di Rumah sakit, mereka Turun dan langsung menemui Dokter yang kemarin memeriksa Vay.


Sebelumnya, Excel sudah menghubungi Dokter tersebut. Jadi mereka tidak perlu melakukan serangkaian proses ribet di rumah sakit.


Toookk Toookk..!


Excel mengetuk pintu Ruang Praktek Dokter yang akan dia temui.


tak berselang lama, Pintu itu terbuka.


"Selamat Siang Dokter." sapa Excel terlebih dahulu.


"Siang Tuan, silahkan masuk." ucap dokter itu pada Excel dan Vay tentunya.


Mereka duduk berhadapan, dan Excel mulai berbicara tentang Proses Visum yang akan mereka lakukan pada Vay, selaku korban penganiayaan dan tindak kekerasan Oleh orang tua angkatnya sendiri.


Dokter pun memberi arahan untuk proses Visum Vay di bantu dengan pekerja medis lainnya.


Excel mengetahui jika Vay saat ini sedang gugup. Dia mencoba terus meyakinkan Vay agar tidak takut pada orang-orang yang telah menyakitinya.


Excel meraih salah satu tangan Vay yang dingin dan juga Basah. Dia menggenggam tangan Vay mencoba menyalurkan kekuatan pada gadis itu.

__ADS_1


Vay menatap Excel, Hatinya menghangat kembali saat Excel memperlakukannya dengan Baik. Namun Jantung Vay tidak aman, dia berdatak lebih cepat seolah ingin lepas dari tempatnya.


Meskipun Excel tak mengucapkan kata apapun, dan tatapannya pun selalu datar dan dingin, namun perlakuan Excel pada Vay sudah cukup membuat nya Aman dan merasa di cintai.


Vay menggelengkan kepalanya cepat saat berfikir dirinya telah jatuh hati pada Excel.


"Astaghfirullahaladzim... Sadar Vay, Sadar! Kamu itu siapa? Berani sekali menaruh hari pada Tuan Excel.!" umpat Vay dalam Hati.


.


.


Setelah melakukan serangkaian proses, akhirnya Visum telah selesai hari ini. dan untuk hasilnya akan keluar besok. Dokter juga berjanji akan menjadi saksi di persidangan nanti saat Excel akan melaporkan Orang Tua Angkat Vay.


"Terimakasih atas bantuan Dokter. Kami permisi!" ucap Excel pada Dokter dan langsung pamit keluar dari Ruang Praktek.


Perut Vay yang lapar, mengeluarkan Bunyi. Pertanda jika Cacing di perutnya sudah berdemo.


KRUUUUUKKKKK....!


Vay langsung tersenyum kikuk saat perutnya berbunyi.


Excal mendengar suara perut Vay yang lapar. Dia menahan tawanya agar tidak pecah.

__ADS_1


Tak ingin membuat gadis itu kelaparan, Akhirnya Excel membawa Vay untuk makan di Resto terdekat.


Wajah Vay langsung berbinar saat tiba di Resto. Senyumnya mengembang karena perutnya sebentar lagi akan terisi.


Sebelum Turun, Excel meminta Vay untuk memakai masker dan juga Topi. Sama seperti dirinya. Karena Excel tidak ingin banyak orang yang melihat dirinya berkeliaran di tempat umum.


Kalian juga pasti sudah Tau, Resiko jadi pebisnis Haram. Tak bisa bebas menampakan wajah di halayak ramai.


Vay pun hanya menurut tanpa curiga pada Excel. Dia pikir luka dan lebam di wajahnya harus di tutup agar tidak terlihat oleh orang lain.


Excel kembali menggandeng tangan Vay saat langkah kaki Vay lambat karena kakinya yang pendek. Berbeda dengan Excel yang langkah nya lebar karena kakinya panjang.


Nyess!! Hati Vay kembali menghangat. wajahnya merona di balik masker dan tak ada seorang pun mengetahui hal itu.


Mereka memilih tempat yang jauh dari orang-orang. Di pojok paling belakang resto.


Pelayan mendekat pada mereka, Excel langsung memesan banyak makanan untuknya dan juga Vay.


Setelah Menunggu, kini meja Excel dan Vay penuh dengan makanan yang lezat. Vay melihat semua makanan yang ada di hadapannya dengan Takjub. Hingga dia bingung harus makan yang mana terlebih dahulu.


"Makanlah sepuas mu." ucap Excel pada Vay tanpa melihat kerah gadis itu.


Vay tak membuang waktu, dia langsung menyantap makanan itu satu persatu.

__ADS_1


Excel mengulum senyum tanpa sepengetahuan Vay. Dia benar-benar merasa Lucu dengan tingkah Vay yang makan seperti anak kecil. Belepotan sana sini.


Hati Excel juga merasa Nyaman jika bersama Gadis itu. Entah perasaan macam apa yang saat ini sedang Excel alami. Hanya saja, melihat senyum di wajah Vay membuatnya hatinya merasa Lega.


__ADS_2