
Satu bulan kemudian, Bulan Dulhijjah telah datang kini Keluarga Excel Alexander dan keluarga Bramasta telah sampai di kota Mekah untuk menunaikan ibadah Haji dan Umroh.
Disinilah tempat, dimana semua orang berkumpul. Mereka menjalankan Rukun islam yang ke Lima untuk menyempurnakan Agama Mereka sebagai seorang Muslim.
Semua berbahagia, terharu dan juga kagum saat melihat Rumah Allah.
Selama 40 hari kedepan, mereka akan menjalankan ibadah dan hanya beribadah pada Tuhan.
Excel dan Vay saling pandang dan merekatkan kening mereka sambil bergandeng tangan.
"Alhamdulillah, Akhirnya kita sampai di Tanah ini Ayah... Berkumpul dengan putra putri kita serta Daddy dan Mommy." tak hentinya Vay mengucap Syukur.
Dia benar-benar bahagia saat ini.
"Iya Bun, Ayo kita kembali ke Hotel untuk beristirahat sejenak sebelum tiba waktu Maghrib." ucap Excel mengajak kelima anak nya dan kedua mertua nya.
Mereka pun kembali ke Hotel dan menikmati Senja dengan berjalan jalan sebentar.
Sesampainya di Hotel, mereka pun beristirahat di kamar masing-masing. Karena besok, mereka akan mulai melaksanakan serangkaian rukun dan wajib Haji.
.
.
Pagi sudah kembali hadir menerangi tanah Mekah hari ini.
Semua orang melakukan manasik Haji bersama.
Excel tak pernah melepas genggaman tangan Istrinya ketika Tawaf, seolah takut jika istrinya itu akan hilang.
Dave dan Daven menjaga ketiga Adiknya. Sedangkan Dad Rizal menjaga Mom Melinda.
__ADS_1
Raut Bahagia terpancar di wajah Excel dan Vay. Mereka menjalankan ibadah di tanah suci semaksimal mungkin.
Mereka Selalu menyempatkan Berdoa untuk kebahagiaan Keluarga kecil mereka.
Hingga Hari berlalu begitu cepat. Tiba saatnya mereka kembali ke tanah air.
Setelah 40 hari menjalani Haji dan Umroh. Kini Keluarga Excel dan Vay sudah sampai di Indonesia.
Mereka membawa banyak oleh-oleh untuk tetangga Cluster dan para Teman yang berkunjung ke tempat mereka.
.
.
Sepulang dari Haji beberapa waktu yang lalu, Excel dan Vay semakin Rajin meningkatkan Ibadah Mereka.
Mereka seakan Haus akan ilmu Agama Islam. Dan terus berlajar memperdalam Agama mereka.
Tak hanya belajar, mereka juga memperbaiki kualitas ibadah mereka, agar Allah menerima Segala Amal Salih mereka.
Dad Rizal dan Mom Melinda memutuskan untuk menemani sang Cucu Dave tinggal di London. Karena Dad Rizal akan membantu Dave mengelola perusahaan.
Ya, Dave masih baru, hingga Dad Rizal akan mengajari cucu nya terlebih dahulu.
Setelah Dave siap menjadi Pemimpin, Dad Rizal akan melepas Cucunya memegang perusahaan sendiri.
Usia Dad Rizal dan Mom Melinda memang sudah sangat sepuh. Namun gaya hidup sehat yang mereka jalani, membuat fisik keduanya masih sangat kuat.
Usia Dad Rizal dan Mom Melinda berkisar 70 tahun nan. Namun mereka masih nampak segar dan awet Muda.
.
__ADS_1
.
Satu minggu kemudian.
Excel dan Vay mengantar keberangkatan Dave, Dad Rizal dan Mom Melinda sampai Bandara.
Dave memeluk sang Ayah dan Bunda nya sebelum pergi.
"Ayah, Bunda. Kalian jaga kesehatan ya? Dave janji akan menjalankan amanah Ayah dan Bunda dengan baik. Doa kan Dave ya?" ucap Dave di sela pelukannya.
"Iya sayang, kamu juga jaga kesehatan ya? Jangan menyusahkan Opa dan Oma kamu?" sahut Vay sambil mengusap kepala Dave penuh Cinta.
Dave mengangguk sebagai jawaban.
"Jaga diri kamu disana Dave. Jangan kecewakan Ayah. Okey Boy?" giliran Excel yang berbicara.
"Pasti Ayah, Dave mencintai kalian berdua." seru Dave pada kedua orang tuanya.
Mereka mengurai pelukannya saat Pesawat akan Take off.
Excel dan Vay juga memeluk Dad Rizal dan Mom Melinda bergantian sebelum masuk pesawat.
Hingga Dave, Dad Rizal dan Mom Melinda melangkah menuju ke dalam pesawat.
Senyum Excel dan Vay mengiring kepergian Orang tua sekaligus Putra mereka.
Mereka melambaikan tangan hingga tubuh Dave, Daddy dan Mommy semakin menjauh dan menghilang di balik tembok sana.
Mereka harus menyimpan rasa Rindu untuk Putra sulung nya sementara waktu.
Excel dan Vay memutuskan untuk pergi dari bandara, Lalu Pulang.
__ADS_1
*********
Kasih dukungannya😘