Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 2 Visual


__ADS_3

Min Yoongi BTS As Excel



Song Hey kyo As Vayola



_Masih di Cafe tempat Vayola bekerja.


Seorang Pria dengan wajah Tampan namun Datar dan terlihat Dingin masuk ke Cafe tempat Vayola bekerja.


Pria itu tampak mengerikan dengan Baju serba hitam dan kaca mata hitam. Vayola bergidik ngeri saat ingin mendekati pria itu untuk melayaninya.


Sementara pelayan yang lainnya tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing karena Cafe yang sedang rame saat ini.


Vayola mencoba mengumpulkan keberanian dengan menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan.


Setelah keberaniannya sudah terkumpul, dia melangkahkan kakinya mendekati Pria datar dan mengerikan namun tampan itu.


"Selamat datang di Cafe Lotus Tuan, mau pesan apa?" sapa Vayola dengan tubuh sedikit bergetar.


Pria itu melirik Vayola di balik kaca mata hitam nya. Dia tersenyum miring melihat Gadis itu tampak ketakutan berbicara dengan nya.


"Black Coffe" jawab pria datar itu.


Vayola semakin bergetar mendengar suara pria datar nan mengerikan itu. Suara berat yang membuat jantung Vayola berdebar tak karuan.


Buru-buru dia menulis pesanan yang di sebut oleh pria datar itu.


"Ada lagi Tuan?" tanya Vayola lagi.


"No!" jawab pria datar itu lg.


"Permisi Tuan" pamit Vayola yang langsung kabur meninggalkan pria itu.

__ADS_1


Setelah sampai di dapur, Vayola merasa lega kerena telah lolos dari Pria menakutkan itu.


Namun dia harus kembali berhadapan denga pria itu saat pesanan sudah siap.


Vayola berjala pelan dengan tangan yang bergetar membawa nampan berisi Black Coffe pesanan pria menakutkan itu.


Dia benar-benar takut dengan pria itu, Hingga tidak bisa mengendalikan dirinya yang terus bergetar. Hingga akhirnya..


PRAAAANNNKKK....


Nampan berisi Black Coffe pesanan pria itu jatuh, menumpahi pemilik pesanan itu.


Excel menahan sedikit rasa panas di balik Tuxedonya. Untung saja kain itu agak sedikit tebal dan berlapis jadi perut Excel yang terkena Kopi tidak melepuh.


Semua orang yang ada di Cafe pun menatap ke sumber suara. Tak ada yang berani membela atau sekedar membantu Vayola. Semuanya Diam di tempat masing-masing namun menatap ke arah Vayola yang sedang terkena masalah.


Vayola melongo dengan mulut menganga lebar.


"****!" umpat Pria datar dan dingin itu.


Pria datar itu berdiri dari duduknya, mencengkeram lengan vayola. "Kau harus ganti rugi!" ucap pria itu dengan nada penuh penekanan.


"Ba-Baik Tuan." jawab vayola dengan menundukan wajahnya.


Cengkeraman pria itu terasa sakit hingga vayola meringis menahan sakit itu.


"Good. Aku minta 100juta untuk uang Ganti Rugi." seru pria datar dan dingin itu pada vayola.


"Seratus Juta? Apa tidak salah Tuan?" pekik Vayola dengan suara tinggi dan mendongakan kepalanya menatap pria datar nan dingin itu. Seolah rasa takutnya hilang begitu saja berubah menjadi kesal.


"Ya!" jawab singkat pria itu dan masih mencengkeram lengan vayola.


"Tidak! Kau pikir gaji ku sebanyak apa? Hah? Minta ganti rugi seenak jidat!" bentak vayola menatap sengit pria datar itu.


"Aaaawwhh... Sakit, Sakit!" pekik vayola saat lengannya terasa semakin sakit karna cengkraman pria itu semakin kuat.

__ADS_1


"Berani kau bicara kasar pada ku Nona?" lirih pria itu bicara namun terasa sangat mengerikan.


Rasa takut itu datang lagi mengahampiri Vayola saat menatap Pria datar itu penuh amarah di wajahnya.


"Ba-Baik Tuan.. Tapi aku tidak bisa membayar ganti rugi itu sekaligus, aku akan mencicilnya setiap aku gajian satu bulan sekali. Dan aku akan membayar 500 ribu setiap bulannya." ucap Vayola dengan bibir bergetar.


"Tidak, itu terlalu lama. Kau bisa menggantinya dengan cara yang lain." tawar pria dingin itu. Seolah telah merencanakan hal buruk untuk vayola.


"Apa Tuan?" tanya Vayola.


Pria itu melepaskan cengkeram tangannya dari lengan vayola. Gadis itu pun bernafas lega akan hal itu. Namun Pria itu malah mengeluarkan Kartu Nama dan di sodorkan pada Vayola.


Vayola pun Bingung apa maksud pria itu. Namun dia tetap menerima kartu nama itu.


"Datanglah ke alamat itu, Besok jam 06.00 Pagi. Jangan coba-coba Kabur dari ku. Atau nyawa mu jadi taruhannya." ancam pria datar dan dingin itu pada Vayola.


Seolah Pria itu sudah memiliki rancana untuk Vayola. Dia tersenyum miring setelah mengancam gadis itu.


GLEEKK!! Vayola menelan Ludahnya susah payah mendengar ancaman pria menakutkan itu.


"Ba-Baik Tuan," jawab Vayola singkat.


Setelah mendapat jawaban Vayola, Pria Datar dan dingin itu langsung pergi meninggalka Cafe.


Di Luar Cafe, Excel tersenyum kecil saat dirinya sudah masuk ke mobil. Dia membuka tuxedonya yang terkena tumpahan Kopi dan melemparnya ke jok sampinya, lalu melajukan mobilnya meninggalkan Cafe Lotus.


melihat Pria mengerikan itu Pergi, Vayola akhirnya bisa bernafas lega. Namun dalam hatinya masih bertanya-tanya.


"Apa yang akan pria itu lakukan pada ku?" gumam Vayola sendiri.


Tiba-tiba dia bergidik ngeri saat membayangkan Hal-Hal buruk yang akan menimpanya besok. Dia gelisah.


"Ah, Sudahlah... Pikirkan besok saja.!" ucap vayola putus asa karena tidak menemukan jawaban atas pertanyaannya tadi.


"Tampan si, Tapi Datar dan Dingin banget." gumam Vayola dalam Hati.

__ADS_1


__ADS_2