
Excel masih bermain dengan benda kenyal yang menjadi kesayangannya mulai saat ini.
Tangan Excel tak tinggal diam, ia mulai menjelajah ke bagian inti dari tubuh istrinya.
Excel kembali menarik tali spagheti kain penutup lembah milik istrinya hingga Vay benar-benar polos tanpa helai benang sedikit pun.
Excel masih menyesap benda kenyal itu dan jarinyan mulai mencari keberadaan biji kacang yang terletak di lembah basah milik istrinya.
Saat sudah menemukannya, Excel mulai memainkan jarinya dengan lihai di bawah sana. Membuat tubuh Vay menggelijang saat merasakan sensasi nikmat di bawah sana.
"Dear... Akh...." des*h Vay saat merasakan sesuatu yang akan keluar dari lembah nya.
"yes Lovely.." sahut Excel di sela permainan nya.
"Akh.... Aku... ingin... Aahh..." ucap Vay di sela Des*hannya.
"Keluarkan Lovely..." seru Excel saat mengetahui istrinya akan meledak.
Excel memagut bibir istrinya lagi, memberikan kenyamanan.
Hingga Vay melenguh kencang saat Excel berhasil membuat istrinya pelepasan pertama.
Cairan hangat keluar dari inti tubuh Vay. Nafasnya terengah saat dia berhasil mengeluarkan sesuatu di bawah sana.
Kini giliran Excel yang akan mencari kenikmatan. Dia melucuti baju tidurnya dan membuang nya kesembarang arah hingga tubuh kekar itu polos tanpa kain.
Vay tersenyum malu saat melihat benda tumpul, besar, panjang dan berurat milik suaminya itu berdiri kokoh seperti tongkat Baseball.
Excel merangkak Naik ke atas Ranjang dan menggagahi tubuh Istrinya. Dia membuka lebar kaki Vay, hingga terpampang dengan jelas disana lembah yang akan memberikan kenikmatan untuk Excel dan Vay.
__ADS_1
Excel memposisikan tububnya di sela paha istrinya. dia kembali mencumbui istrinya dan menyesap benda kenyal yang menjadi Favoritnya sekarang.
Excel akan memulai penyatuan,
"Tahan ya, mungkin ini akan sedikit sakit." ucap Excel memberi intruksi pada istrinya saat benda tumpul, Besar, panjang dan berurat miliknya mulai menerobos pertahanan istrinya.
Vay pun mencengkeram punggung suaminya saat merasakan benda milik suaminya mendesak untuk memasuki inti tubuhnya.
"aarrgghh.... Dear, Sakiiitt...!" lirih Vay berbisik di telinga suaminya.
"tahan sebentar Lovely, ini baru ujung nya saja." sahut Excel masih terus mendesak memasuki istrinya
Vay sampai menitikan air matanya saat merasakan sakit dan perih di bawah sana. Namun demi rasa cintanya pada suaminya, dia menahan rasa sakit itu, Hingga....
"Aaarrgghh....!!" erang Excel saat Miliknya sudah tertanam sempurna di dalam sana.
Vay masih meringis kesakitan, namun suaminya itu masih saja menghujam nya.
"kau sangat Nikmat Lovely!" racau Excel sambil terus menggoyang istrinya.
"Aawwhhh Dear, aku sudah tidak tahan, ini sangat sakit!" ucap Vay masih dengan air mata yang luruh.
"Sedikit lagi Lovely, ssshhhh aaaahh.. Oohh yeah..!!" cicit Excel masih menggempur istrinya, hingga Vay ingin pelepasan untuk yang kedua kalinya.
"Dear, Ahhh... Aku ingin kaluar lagi.. Emmmhh..!" Vay meracau menahan seseuatu yang ingin keluar dari bawah sana.
Vay mencengkeram Punggung suaminya, hingga kuku nya menggores punggung lebar dan kekar itu.
"Ouuhh... Shitt!! Aaaarrrggghhh..." Erang Excel saat berhasil menyemburkan bibit premium nya.
__ADS_1
Di susul oleh Istrinya. "Aaaawwhhh.... Dear..." Lenguh Vay saat kembali pelepasan.
Nafas keduanya terengah-engah, peluh membanjiri tubuh Excel dan Vay.
Excel mengelap air mata istrinya, dan mengecup dahi Vay dengan lembut.
"Terimakasih Lovely, aku mencintai mu." Ucap Excel yang masih menancapkan pusaka nya di dalam istrinya yang masih beekedut.
Vay mengangguk pelan sebagai jawaban. Tenanganya sudah terkuras habis selama satu jam.
Excel mulai mencabut pusaka miliknya secara perlahan. Itu membuat Vay kembali meringis merasakan perih di sela pangkal pahanya.
"Awh.." pekik Vay saat suaminya mencabut pusakanya.
"Maafkan Lovely, apa masih sakit?" tanya Excel pada istrinya.
Vay mengangguk saja menjawab pertanyaan suaminya.
"Tak apa, nanti rasa sakit nya akan berangsur menghilang. itu pertanda jika aku adalah Pria pertama yang melakukannya. Terimakasih sudah menjaganya untuk Ku Lovely." Sahut Excel memberi pengertian pada istrinya. Dia juga bersyukur karena Vay menjaga kehormatannya dengan baik.
Vay tersenyum tipis mendengar ucapan suaminya. Ada perasaan Bangga karena beehasil memberikan hal yang berharga untuk suaminya.
Pagi hari yang panas, mereka pun beristirahat sejenak sebelum membersihkan diri.
**********
Hareudang!!!!😂
Jangan lupa kasih dukungannya😎
__ADS_1