
_Di Rumah Sakit.
Excel mengantar Vay ke Rumah Sakit untuk mengambil Sample darah, dia akan melakukan Tes DNA dengan Dad Rizal Hari ini.
Vay memang masih tinggal bersama Excel, Namun setelah hasil tes DNA itu keluar, Excel baru mengijinkan Vay untuk tinggal bersama Orang tua kandungnya.
Excel hanya takut kejadian buruk menimpa Vay seperti dulu saat bersama dengan Keluarga Wijaya. betapa sayang nya Excel pada Gadis itu.
Di Rumah sakit sudah ada Dad Rizal dan Mom Melinda. Mereka menunggu kedatangan Vay dan Excel.
"Vay, Mom Sangat merindukan Mu." ucap Mom Melinda seraya memeluk Vay.
Vay membalas pelukan dari Mom Melinda, Lalu beralih ke Dad Rizal.
"Dad Merindukan mu Honey." Ucap Dad Rizal membalas pelukan dari Vay.
"Vay juga merindukan Mom dan Dad." balas Vay tersenyum pada Dad Rizal dan Mom Melinda.
Tanpa menunda-nunda lagi. Mereka langsung menemui dokter untuk melakukan pengambilan Sample Darah.
Vay dan Dad Rizal sudah memasuki ruang Laboratorium. Sedangkan Mom Melinda dan Excel menunggu di luar ruangan.
"Excel, bagaimana pertemuan pertama mu dengan Vay?" tanya Mom Melinda seraya duduk di samping Excel.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Mom Melinda, Excel mengembangkan sedikit senyum nya karena teringat akan moment pertama bertemu Vay.
"Kami bertemu di Cafe, tempat Vay bekerja." jawab Excel menjawab pertanyaan Mom Melinda.
"Benarkah? Apa kalian langsung jatuh cinta?" tanya Mom Melinda lagi karena penasaran.
"Saya yang jatuh cinta terlebih dahulu pada Putri mu Nyonya. dari awal pertemuan itu hingga detik ini." jawab Excel tersenyum simpul menatap ke arah Excel.
Mom Melinda pun membalas senyuman Excel.
"Terimakasih Sudah menjaga Putri Mom, jangan panggil Nyonya. Panggil saja Mom seperti Vay." ucap Mom Melinda mengungkapkan rasa terimakasih pada Excel.
Excel menganggukan kepalanya.
Setelah tahap mengambilan Sample darah, kini Dad Rizal dan Vay sudah keluar dari ruang laborat dan menemui Mom Melinda dan Excel.
Dad Rizal dan Vay Mengangguk bersamaan.
"Oh ya, Excel. Apa boleh kami mengajak Vay ke apartemen? Mom ingin menunjukan sesuatu pada Vay." tanya Mom Melinda meminta ijin pada Excel.
"Tentu Mom." jawab Excel singkat.
Dad Rizal dan Vay tersentak kaget mendengar Excel memanggil Melinda dengan sebutan MOM.
__ADS_1
"Mom?" tanya Vay pada Excel dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Iya Vay, Mom menyuruh Excel untuk memanggil ku MOM saja seperti kamu. Tentu saja pada Dad Rizal juga. Kan Calon Menantu. Hehehe" jawab Mom Melinda menjawab pertanyaan Vay.
Vay merasa Malu karena Mom Melinda menyebut Excel calon Menantu. Tentu saja Vay salah tingkah.
Melihat Vay senyum tidak jelas, Dad Rizal mencolek dagu Putrinya.
"Ciiiiieeee... Salting..." goda Dad Rizal pada Putrinya.
"Dad, kau membuat ku Malu." gerutu Vay dengan nada sedikit kesal.
"Sudah, Sudah, Ayo kita pulang." Ajak Mom Melinda seraya menggandeng tangan Vay.
Sedangkan Dad Rizal dan Excel mengekor dari belakang.
Mereka berjalan menuju area parkir Rumah sakit.
Vay tetap ikut mobil Excel. Dan mengikuti mobil Dad Rizal dari belakang menuju Apartemen.
**********
Jangan bosen jika di ingatkan untuk selalu memberi dukungan ya..😘
__ADS_1
Jangan lupa Follow dan Subscribe biar selalu Update dan gak ketinggalan kisah Excel dan Vay.
Termiakasih Reders baik dan cakep..😘