
2 bulan berlalu dengan cepat.
Usia kandungan Vay sudah memasuki bulan ke 4, Excel menggelar acara 4 bulanan di kediamannya.
Excel mengadakan pengajian serta menyantuni Anak yatim.
Vay terlihat sangat cantik dengan balutan Gamis berwarna Navy yang memperlihat tonjolan perutnya, serta jilbab berawa senada yang membungkus kepalanya.
Excel pula terlihat begitu tampan dengan setelan Koko berwarna sama dengan istrinya. Serta celana panjang jins berwarna putih menambah kesan kalem pada Excel.
Kini rumah nya sudah di penuhi kerabat, teman dekat.
Ada Rani juga hadir ke acara Tersebut, dia membawa calon suaminya juga.
"Vay..." seru Rani saat Melihat keberadaan Vay.
Vay ternotice dengan panggilan sahabat nya. Dia pun menghampiri Rani.
Mereka saling beperlukan dan cipika cipiki saat sudah saling berhadapan.
"Terimakasih sudah datang Ran, kau bawa siapa?" tanya Vay pada Sahabatnya setelah mengurai pelukannya.
"Ah, kenalkan ini Louis calon suami ku, dan Louis ini Vay." jawab Rani memperkenalkan mereka.
Louis mengulur tangan nya pada Vay dengan senyum ramah.
"Louis.."
Vay menyambut uluran tangan Louis membalas senyuman calon suami sahabatnya itu.
"Vay.."
"Aku senang akhirnya kau menikah juga Ran.. Selamat ya, kenapa tidak mengundang ku saat acara tunangan?" ucap Vay pada Rani.
"Maaf, kami Mengadakan pertunangan di Jepang waktu itu. Dan hanya acara sederhana saja Vay dan hanya di hadiri keluarga inti saja." jelas Rani pada sahabatnya.
"Baiklah, ayo masuk kita bertemu dengan Excel." ucap Vay mempersilahkan sahabatnya untuk masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Acara akan segera di mulai, Vay dan Excel duduk berdampingan di stage yang sudah di sediakan oleh EO (Event Organizer).
Pengajian pun di mulai. Acara 4 bulanan Vay sangat Hikmat. Dan selama 4 bulan ini, Vay dan twins juga sehat.
Excel selalu siaga menjaga istri dan calon anak-anaknya dengan baik. Dia selalu memberikan yang terbaik untuk istrinya dan twins.
2 jam berlalu, kini acara sudah selesai. Dad Rizal dan Mom melinda membantu membagikan santunan dan juga bingkisan untuk anak-anak Yatim yang mereka undang.
Setelah selesai, semua orang di perkenankan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan di area taman belakang yang luas.
satu persatu tamu mulai meninggalkan kediaman Excel, hingga tersisa Tuan rumah saja.
Keluarga bramasta juga langsung pulang karena sudah terlalu lelah membantu perisapa acara 4 bulanan Vay.
Dan EO yang akan membereskan Rumah Excel hingga benar-benar rampung.
Saat ini pukul 20.00
Vay duduk di atas tempat tidur bersandar ke kepala ranjang dengan bantal yang di tumpuk tinggi.
Excel masuk ke dalam kamar dengan membawa satu gelas susu vanila hangat khusus ibu hamil kesukaan istrinya.
Dia memberikan gelas itu pada Vay saat sudah tiba di hadapan sang istri.
"Minum susu nya dulu Lovely.." ucap Excel pada istrinya.
Vay menerima gelas dari tangan suaminya lalu meneguka susu hangat itu hingga habis.
Excel menyimpan gelas itu di nakas dekat tempat tidur. Lalu duduk di tepi ranjang.
"Kaki nya sakit?" tanya Excel pada istrinya yang tengah memijit kakinya sendiri.
Vay mengangguk menjawab pertanyaan suaminya.
Excel mengambil Lotion di meja rias sang istri, lalu kembali ke ranjang.
Dia menuang kan sedikit lotion itu ke kaki sang istri dan mengurutnya pelan.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya Excel lagi memastikan pijatannya enak atau tidak.
"Sangat Enak, Terimakasih Dear.." jawab Vay dengan wajah berbinar.
Dia merasa sangat beruntung memiliki Excel. Pria kulkas yang kini berubah menjadi pria hangat seperti rice cooker.
dengan telaten Excel memijat sang istri hingga Vay merasa lebih baik.
"Istirahat lah.." ucap Excel sambil berjalan menuju meja rias istrinya untuk mengembalikan Lotion.
"Dear..." lirih Vay memanggil suaminya.
"hmm.." jawab Excel dengan deheman lembut lalu mendekati sang istri.
"Aku merindukan mu..." seru Vay sambil memeluk suaminya.
Excel tersenyum mendengar ucapan Vay yang terkesan memberi kode untuknya.
Dia pun melerai sedikit pelukannya dan meraih tengkuk leher istrinya.
Excel melabuhkan Ciuman panas di bibir sang istri.
Dengan senang hati Vay membalas, Suaminya itu sangat lah peka akan kemauannya.
Vay mulai membuka satu persatu pakaian suaminya dan membuang nya kesembarang arah.
Excel tersenyum miring saat istrinya mulai terbakar hasrat. Dia melanjutkan aksinya memberikah nafkah batin untuk dang istri.
Mereka pun menghabiskan malam bersama. Mencurahkan rasa cinta satu sama lain. Hingga keduanya mencapai puncak nikmat bersama.
"Uuugghh... Kau masih sangat nikmat Lovely.." racau Excel saat Vay berhasil membuat nya menyemburkan cairan hangat dari inti tubuhnya.
"Aku mencintai mu Dear.." ucap Vay dengan senyum simpul memeluk tubuh suaminya yang belum melepas pusakanya.
*******
Jangan lupa kasoh dukungannya 😍😘
__ADS_1