Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 27


__ADS_3

_Di Villa terpencil milik Mattew.


Kini Excel tiba di Villa Mattew yang berada di kota A. Villa itu terlihat sangat sepi. Excel turun dari mobil dan langsung mendial nomor Mattew.


"Aku sudah sampai, dimana Vay?" Tanya Excel dari sambungan telpon itu.


"Jangan buru-buru Excel, kita baru saja akan mulai permainan nya. Masuklah kedalam lalu datang ke Garden belakang." titah Mattew pada Excel.


"Tuan Excel, jangan kesini. terlalu berbahaya, aku baik-baik saja. Pulang lah sekarang juga." teriak Vay yang ikut bicara agar Tuannya tidak menuruti perintah Mattew.


"Vay..." gumam Excel dalam Hati.


"Kau dengar suara Vay kan? Jadi cepatlah masuk dan temui dia. Hahaha!" ucap Mattew langsung mematikan sambungan telpon nya.


"Keparat!" Excel mengumpati Mattew.


Tanpa banyak pertimbangan, Excel langsung masuk ke dalam Villa itu dan menuju Garden belakang.


Sedangkan Di Garden itu, sudah ada 50 anak buah Mattew yang seorang petarung Handal. Dan Vay akan menjadi Saksi bersejarah ini. Excel Juan Alexander akan bertekuk lutut di hadapan Mattew.


Vay duduk di Kursi, tangan dan kakinya dikat di kursi tersebut. sudah dapat di pastikan Bahwa Vay tidak akan bisa Lari dari tempat itu.


Tak butuh waktu lama, Excel sudah berada di garden.

__ADS_1


"Tuan Excel." lirih Vay menyebut nama Tuannya saat Excel benar-benar ada di hadapannya.


"Nyali mu sangat besar Excel, dan untuk mendapat kan Vay, kau harus mengalahkan Anak buah ku terlebih dahulu." ucap mattew dengan senyum miring.


Excel mendengar pernyataan dari Mattew, dia langsung mengeluarkan senjata api dari balik jaket nya.


Namun para Anak Buah Mattew sudah mengantisipasi akan hal itu. Mereka juga sudah membawa senjata Api masing-masing orang.


Mereka langsung mengelilingi Excel dengan menodongkan senjata api yang lebih besar yang anak buah Mattew bawa.


Meskipun Excel sudah mengenakan Jaket anti peluru, kemungkinan peluru untuk menembus jaket itu masih ada.


Mattew semakin tertawa keras melihat Excel.


"Cih! Kau pikir aku akan kalah dengan mudah? Mari kita mulai." Balas Excel tak kalah sengit.


Mattew menggerakan tangnnya dan semua anak buah nya langsung menyerang Excel.


Terjadi perkelahian disana. di awal perkelahian itu Excel masih bisa mengatasi Anak Buah Mattew dengan Baik.


Sementara Vay yang duduk terikat disana melihat Tuannya di Hajar hanya bisa berdoa dalam Hati. Sungguh, Vay benar-benar takut sekarang. Dia menangis melihat Tuannya dalam keadaan sulit ini karena dirinya.


"Tuan Mattew, aku mohon jangan siksa Tuan Excel. Aku akan melayani mu jika kau mau, tapi aku mohon lepaskan Dia." Pinta Vay memohon pada Mattew.

__ADS_1


"Hahaha... Kau pikir aku bodoh baby? Jika aku mau, aku bisa melakukannya sekarang juga di depan Excel. Tapi tidak, aku ingin Excel menderita terlebih dahulu, dan mengakui kekalahannya, baru setelah itu kita akan bersenang-senang. bersabarlah Baby, jangan terburu-buru." Ucap Mattew sambil mencumbu Vay.


Namun Vay langsung memundurkan wajahnya. Dan Entah dapat keberanian dari mana Vay meludahi wajah Mattew.


"Cuiih, lebih baik aku mati dari pada aku harus melayani mu Tuan. Meskipun aku tak dapat melakukan apa pun untuk tuan Excel, setidaknya cinta ku pada Tuan Excel nyata. Dan aku tidak akan memberikan tubuh ku pada Pria Brengsek seperti Mu.!" Cecar Vay menatap Mattew dengan tatapan kebencian.


Mattew mengusap ludah Vay, lalu menjilatnya.


"Omong kosong" sanggah Mattew. Dia menarrik san mencengkeram rambut Vay dengan Kuat.


"Kau bilang ingin mati? Okey aku akan membantu mu untuk mati lebih cepat. tapi Nanti, setelah Pujaan Hati mu Mati lebih dulu di tangan Ku. Hahaha!" umpat Mattew dengan tawa menggelegar.


Vay semakin menangis sejadi-jadinya. tak tau harus melakukan apa untuk menyelamatkan diri dan juga menyelamatkan Excel.


"Ya Tuhan, Tolong kami.. Jika memang takdir ku mati hari ini, aku ikhlas. Namun selamatkan lah Tuan Excel, dia begitu baik pada Ku dan Bi Ani. Aku Mohon Tuhan, Berikan Bantuan mu untuk kami saat ini juga." Ucap Vay berdoa dalam Hati.


Sedangkan Excel disana sudah berkali-kali terkapar, namun tetap berusaha bangkit untuk terus melawan Anak Buah Mattew. Hingga dia jatuh untuk kesekian kalinya.


BUGH..!! Nafas Excel tersengal, seluruh tubuhnya sudah remuk dan patah. Tak ada jalan lain sekarang. Dia menekan tombol di gelang yang di berikan Daniel saat itu, yang otomatis langsung melakukan panggilan pada Daniel.


Sedang disisi Lain, Daniel yang mendapat panggilan dari Tuannya yang tersambung langsung pada Laptop nya, mengerahkan semua Body Guard untuk menuju lokasi dimana Excel berada.


Daniel membawa Lebih dari 50 body Guard untuk membantu Tuannya. Dia juga sudah menyiapkan senjata api untuk melawan para musuh.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama untuk daniel sampai di Villa terpencil milik Mattew. Mereka langsung masuk dan mencari keberadaan sang big bos.


__ADS_2