Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 91


__ADS_3

Excel sudah selesai mandi dan tubuhnya terasa sangat segar setelah lelah berdiri menyalami para tamu undangan saat Resepsi tadi.


Dia berjalan mendekati sang istri. ternyata istrinya itu sudah tertidur pulas, dengan setelan piyama bercelana Pendek.


Excel merangkak Naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping istrinya yang tertidur. Pria itu menarik selimut menutupi tubuh istrinya. Dia mengulurkan tangannya mengusap puncak kepala Istrinya sayang, Lalu mendaratkan satu ciuman di dahi sang istri dan ikut tertidur dengan posisi memeluk tubuh Vay.


Mereka berdua benar-benar lelah malam ini. Dan memutuskan untuk menunda malam pertama mereka.


.


.


_Pagi datang


Pasangan pengantin baru itu masih tertidur. Hingga Vay mulai menggeliat saat mendengar pintu kamar terketuk dari Luar.


Vay pun mengerjabkan matanya beberapa kali, kesadarannya kembali dan beranjak dari tempat tidur menuju pintu.


CKLLEEEKK!!! Pintu terbuka.


Vay mendapati beberapa pelayan hotel membawa beberapa bungkusan kado hasil dari Resepsi semalam.


Vay pun menyuruh Para pelayan itu meletakannya di dalam, Lalu mereka pamit pada Vay. Tak lupa Vay memberikan uang tip sebelum mereka pergi.


Vay kembali menutup pintu kamar nya. Lalu berjalan ke arah tumpukan kado tersebut. Dia pun jadi Kepo ingin melihat isi kado-kado itu.


Gadis itu membuka satu persatu Kado dari para tamu semalam. Dan kado pertama dari Rani. Rani memberikan beberapa Set Gaun malam atau Lingery untuk Vay.


"Berikan aku keponakan yang banyak Vay.!!"

__ADS_1


Isi Note yang berada di dalam bungkus kado.


"Dasar Rani..." gumam Vay seraya melihat gaun malam yang menerawang itu. Lalu tatapan nya beralih pada Suaminya.


Excel masih tertidur, Melihat suaminya itu Vay jadi merasa bersalah. Tugas seorang istri kan harus patuh dan melayani suaminya. Dan itu adalah ladang pahala bagi seorang istri. Tapi Vay malah menolak pahala itu.


Vay menghembuskan nafasnya kasar. Dia pun beranjak dari Duduknya dan membawa satu Lingery pemberian Rani.


Gadis itu mengganti piyamanya dengan Lingery berwarna Hitam kontras dengan kulit tubuhnya yang Putih serta mulus itu.


Vay berkaca di kamar mandi seraya mencepol rambutnya ke atas.


"Astaga... Aku seperti gadis tidak benar saja." gumam Vay saat melihat gambar dirinya di depan cermin.


Lingery dengan tali spagheti dan transparan memperlihat kan setiap lekuk tubuh Vay yang Sexy serta dalaman yang hanya menutup aset berharga Vay saja.


"Okey, Relax Vay. Jangan Gugup.!" Ucap Vay memberi semangat untuk dirinya sendiri sambil merapikan penampilannya.


Dia pun memutuskan untuk segera keluar dari kamar mandi. Dan betapa terkejutnya Vay saat suami nya sudah ada di balik pintu kamar mandi tersebut sedang bersedekap dada.


"Astaga..!!!" sentak Vay seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Excel memandangi istrinya yang memakai Lingery dari atas hingga bawah dengan senyum devil.


"Kamu dapat Itu dari mana?" tanya Excel dengan sorot mata menyelidik.


"Ah ini, aku dapat dari Rani." jawab Vay dengan nafas kikuk.


Excel pun menarik kedua tangan Vay yang menutupi dadanya, hingga memperlihat kan dua benda kenyal tertutup selembar kain saja. Meskipun ukurannya tidak terlalu besar, tapi itu cukup membuat Excel berhasrat.

__ADS_1


Vay pun memejamkan mata nya, dia sangat malu saat ini.


"Lovely.." seru Excel memanggil istrinya.


Vay pun membuka matanya karena dirinya merasa di panggil. "iya Dear..?" lirih Vay menjawab panggilan suaminya.


"Can I Get it?" tanya Excel yang masih memegangi kedua tangan istrinya.


"hmm.. I'm Yours!" sahut Vay sambil memganggukan kepalanya.


Excel pun melepaskan genggaman nya dari tangan istrinya. Lalu menggendong tubuh Vay ala Bridal style dan meletakannya di atas tempat tidur dengan hati-hati.


Excel mulai melahap bibir ranum istrinya dengan lembut agar istrinya merasa nyaman. Vay juga membalas ciuman dari suaminya tak kalah lembut. Decapan keduanya memenuhi kamar pengantin baru itu. Ciuman itu pun semakin dalam da menuntut.


Tangan Excel pun mulai menurunkan tali spagheti Lingery yang di kenakan istrinya, memperlihatkan pundak Vay yang putih dan mulus itu.


Ciuman Excel pun turun ke leher jenjang istrinya. Vay melenguh saat merasakan geleyar di tububnya. "Aakh... Dear..!"


Mendengah suara Sexy sang istri, Gairah Excel pun semakin bergelora. Dia melanjutkan aksinya dengan menarik Lingery Istrinya dan membuangnya kesembarang arah. Menyisakan kain penutup aset berharganya saja.


Excel menarik tali pengait kain penutup itu hingga membuat tubuh bagian atas istrinya polos. Wajah Excel pun berbinar saat melihat dua gundukan di dada milik istrinya.


Dia langsung melahap pucuk gundukan tersebut secara bergantian. Excel menyes*p benda kenyal itu dengan rakus seperti Bayi yang kehausan.


Vay pun menggeliat saat sensasi geli dan nikmat mulai ia rasakan. Bahkan Vay menekan kepala Excel seolah tak rela jika suaminya mengakhiri aktivitasnya bermain dengan benda kenyal miliknya.


**********


Okey... Tarik nafas dulu biar ngga tegang Bestie😂

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya yak😘


__ADS_2