Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 78


__ADS_3

Kini Vay dan Excel sudah berada di dalam Kantor. Excel mengajak Vay duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Lovely, kau membuat ku panik dengan insiden tadi." Excel mendengus kesal karena sudah di kerjai habis-habisan oleh kekasihnya.


Vay terkekeh pelan melihat kekasihnya kesal saat ini.


"Sorry Dear, Kau juga dulu meminta uang ganti rugi pada ku sebesar 100 juta. Apa kau lupa?" Vay kembali mengingatkan kejadian itu.


Kejadian dimana Tuhan mempertemukan dirinya dengan Pria kulkas.


"Tentu saja aku ingat. Namun karena panik, aku jadi tiba-tiba ngeblank." Seru Excel seraya berjalan ke kursi kebesarannya.


"Kemarilah," Excel memberi perintah pada Kekasihnya untuk duduk di pangkuannya.


Vay menurut saja, dia pun menghampiri kekasihnya lalu duduk di pangkuan pria kulkas kesayangannya itu.


"Apa kau masih ingat adik tiri mu?!" tanya Excel pada Vay sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping kekasihnya.


Vay pun mengalungkan tangannya ke leher milik Excel.


"Ada apa dengan Jesie?" tanya Balik Vay penasaran.


"aku bertemu dengannya beberapa waktu lalu. Adik tiri mu sekarang menjadi pengemis di lampu merah. Dia juga sudah memiliki seorang bayi perempuan. Dan perusahaan Wijaya juga sudah bangkrut." Excel menjelaskan semua yang tengah di alami oleh keluarga tiri kekasihnya.


Vay terdiam mengdengar penjelasan Excel. Ada rasa Iba pada keluarga tirinya itu.


Ya, Semenjak Vay memiliki kehidupan baru, dia menjadi lupa akan keluarga tirinya yang jahat. Meskipun wijaya adalah orang terpandang, namun namanya tidak terlalu kondang di kalangan pebisnis teratas. Jadi kabar kebangkrutan itu tidak sampai di telinga Vay. Dia tambah lagi, Vay memang terlalu sibuk dengan kehidupan baru nya.


"Lovely.. Heii.. Kenapa melamun?!" Excel memetikan jarinya di depan wajah Vay.


Itu membuat Vay tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Ah, Maaf.. Apa benar yang kau lihat Adalah Jesie?" tanya Vay untuk memastikan.


Excel mengangguk sekali dengan mantap.


"Apa kau bisa mengantar ku bertemu dengan Dia Dear?" pinta Vay pada Excel dengan wajah penuh harap.


"Tentu, tapi hari sudah malam. Kemungkinan Jesie sudah tidak mengemis di lampu merah itu. Besok aku akan mengantar mu, semoga saja dia berada di sana dan tidak berpindah tempat." Excel mengabulakan permintaan kekasihnya itu.


Excel paham dengan perasaan Vay saat ini. Gadis lemah lembut dan baik hati bak bidadari itu memang selalu tidak tega pada orang yang menderita.


Apa lagi, Jesie adalah adik tirinya. Meskipun tidak sedarah, namun mereka pernah menjadi saudara.


"Terimakasih Dear," Vay mengulas senyum mengucapkan terimakasih pada Kekasihnya.


Vay kembali memeluk tubuh Excel, setelah lama berpisah, rasa rindu itu seolah tak mau hilang dari lubuk hati mereka.


Vay membenamkan wajah nya di cekuk leher Excel, mencium aroma tubuh yang selalu membuatnya candu.


Vay mengangguk pelan sebagai jawabang.


Excel pun melepas pelukan kekasihnya, lalu meraih tengkuk leher Vay yang masih di duduk di pangkuannya.


Vay menutup matanya, saat bibir Excel mulai menempel di permukaan bibir miliknya.


Excel memagut bibir Vay dengan Lembut, Vay pun tak mau kalah, dia membalas Ciuman dari Excel itu.


Bahkan tangan Vay mulai menekan kepala bagian belakang Excel, seolah tak mau jika ciuman itu berakhir.


Excel tersenyum tipis di sela Ciumannya saat Vay juga menginginkan Ciuman itu lebih dalam.


Decapan keduanya memenuhi ruangan kerja Excel. sesekali melepas pagutan nya untuk mengambil nafas lalu menyatukan kembali pagutan itu.

__ADS_1


Ciuman panas itu semakin menuntut, Mereka saling ******* dan berperang Lidah satu sama lain.


Bahkan kini Ciuman Excel turun ke leher Vay.


"Emmhh.. dear" lenguh Vay saat merasakan sesuatu menjalar dalam tubuhnya.


Excel meninggalkan satu tanda kepemilikannya di bawah tulang kecantikan Milik Vay. Ya, Excel tidak mau bekas kepemilikannya terlihat oleh orang lain.


Vay juga tak mau kalah dari Excel. Ciuman Vay juga mulai turun ke leher Kekasihnya, membuat Sisi Liar Excel menegang.


"Lovely, arrgghh stop!" erang Excel meminta Vay untuk menghentikan Aksinya.


Vay paham dengan apa yang di alami oleh Excel, saat dia merasakan ada yang menonjol dan sangat keras di bawah bokongnya.


Vay pun bangkit dari pangkuan Kekasihnya itu.


"Aku harus ke kamar mandi sekarang!" Excel pun langsung bangkit dari duduknya dan berlari ke arah kamar mandi.


Vay tertawa cekikikan melihat ekspresi Excel yang menahan gejolak dalam tubuhnya.


Sementara Excel tengah menuntaskan apa yang seharusnya di keluarkan dari dalam dirinya.


"Arrggghh Shitt!!" umpat Excel saat akan meledak.


Nafas Excel terengah saat berhasil mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya. Dan Dia pun segera membersihkan dirinya.


***********


Part panas!!


Jangan lupa kasoh dukungannya ygy😍😎

__ADS_1


__ADS_2