
Excel telah menandatangani Hitam di atas putih. Dalam surat itu tertera bahwa apa pun yang terjadi di bisnis nya nanti, tidak ada kaitannya lagi dengan dirinya yang sekarang.! Dan seluruh harta kekayaan Papa Alexander jatuh pada Tuan Steve termasuk Rumah Mewah yang di tempati oleh Excel saat ini.
"Terimakasih Excel, karena sudah mempercayakan bisnis ini pada Paman. Semoga Tuhan selalu memberkati mu dimana pun kamu berada. Jika butuh bantuan, hubungi saja Paman. Paman akan membantu mu dengan senang hati." Senyum Steve mengembang sangat lebar. Dia mengucapkan terimakasih pada Excel seraya memeluk pria tampan itu.
Tanpa harus bersusah payah, kekayaan jatuh ke tangan Steve dengan sendirinya. Pikir Steve.
"Baiklah, aku harus menemui tunangan ku Paman. Kami harus mencari tempat tinggal baru untuk ku. Permisi Paman." ucap Excel seraya pergi meninggalkan kediaman Steve.
Dia melajukan mobilnya menuju apartemen Dad Rizal, untuk menemui kekasihnya.
Ya, Excel sudah membuat janji dengan Vay untuk menemaninya mencari tempat tinggal yang baru.
Tak butuh waktu lama, Excel sudah sampai di apartemen Dad Rizal, dia segera naik menuju lantai 5.
"Dear... Aku merindukan mu.." sapa Vay saat membukakan pintu untuk kekasihnya.
Gadis itu langsung memeluk Pria Kulkas kesayangannya itu.
Excel pun membalas pelukan Vay.
"Langsung berangkat yuk?!" ajak Vay setelah melerai pelukannya.
Excel mengangguk saja menyetujui ajakan Vay.
"Dad, Mom, Bi Ani, Vay dan Excel pergi dulu ya... Assalamualaikum!" teriak Vay dari ambang pintu.
Dad Rizal menggeleng pelan melihat tingkah Putrinya.
"Ya Sayang.." sahut Mom Melinda dari arah ruang keluarga. Dia dan bi ani sedang menonton sinetron favorit mereka.
__ADS_1
Excel dan Vay langsung pergi dari apartemen. Mereka akan mendatangi tempat Kost rekomendasi dari Medsos.
Ya, setelah mendapatkan Kost, Excel akan melamar pekerjaan. Entah akan melamar pekerjaan dimana dia juga belum tahu.
Tempat Kost pertama.
Excel dan Vay turun dari mobil, mereka menemui pemilik Kost sembil melihat lihat tempat Kost an itu.
Excel merasa tidak nyaman dengan tempat kost yang ini. Tempat nya kurang bersih dan kamarnya juga terlalu sempit.
Jadi mereka memutuskan untuk mendatangi tempat kost ke 2.
Mereka sudah berkeliling melihat kamar kost nya. Lagi-lagi Excel tidak cocok dengan tempatnya.
Vay pun mulai gemas dengan Excel.
"Aku tidak bisa tinggal di tempat seperti itu Lovely. Atau aku sewa rumah kontrakan saja ya?" tanya Excel meminta pendapat Vay.
"Ya sudah kita cari rumah kontrakan saja sekarang." jawab Vay masih dengan bibir manyun.
Excel mengulurkan tangannya mencubit pipi Vay gemas.
"Utututu... Gemeshnya kalau lagi cemberut." ucap Excel menggoda Vay.
"Dear, sakit.." Vay makin mendengus kesal karena Excel menggodanya.
Excel terkekeh pelan melihat Vay yang makin kesal.
Setelah mutar-mutar kota jakarta, akhirnya mereka menemukan rumah kontrakan minimalis dan bersih.
__ADS_1
Di kontrakan itu juga sudah tersedia perlengkapan rumah. Ya meskipun tidak mewah, tapi setidaknya Excel tidak harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli perlengkapan rumah.
"saya sudah transfer uang sewanya selama satu tahun ya Bu, 10 juta." ucap Excel seraya memperlihatkan bukti transfer nya.
"Terimakasih Mas, ini kuncinya. Semoga Mas nya nyaman. Oh ya, perkenalkan saya Bu Cici. Rumah saya juga dekat dari sini, jika ada perlu hubungi saja jangan sungkan ya." Ucap Bu Cici seraya memperkenalkan dirinya.
"Saya Excel Bu, ini tunangan saya namanya Vay." sahut Excel dengan nada rendah meskipun dengan wajah datar dan dingin.
"Vay Bu." ucap Vay tersenyum ramah seraya mengulurkan tangannya pada Bu Cici.
"Bu Cici Mbak, wah cantik sekali mbak Vay ini. Ramah, murah senyum lagi." seru Bu Cici menerima uluran tangan Vay dan menyalaminya.
Vay pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Bu Cici.
Setelah melakukan kesepakatan dengan Excel, Bu Cici langsung pamit setelah melakukan perkenalan dengan Excel dan Vay.
**********
Sabar dulu ya Excel, akan indah pada waktunya kog😁
Serahkan semuanya pada Author!😂
Jangan lupa kasih dukungannya ygy😘
Terimakasih😎
Penampilan Excel yang sekarang!!😎
__ADS_1