
Daniel menghentikan mobilnya tepat di depan UGD. saat ini sedang pukul 02.00 dini hari, jalanan tadi lengang dan bisa tiba di rumah sakit dengan cepat.
para perawat yang berjaga langsung menyiapkan brankar untuk Pasien yang baru saja datang.
para perawat itu membantu Daniel mengeluarkan Excel dari mobil dan meletakan pria itu di atas brankar. Perawat itu segera membawa Excel masuk ke UGD di ikuti oleh Vay dan Daniel.
Dokter pun bergegas memeriksa Excel. Sedangkan Vay dan Daniel menunggu di luar.
Vay teringat akan orang rumah. Dia langsung mengirim pesan pada Dad Rizal.
(Isi Pesan)
"***Dad, maaf jika Vay membuat Dad, Mom dan bi Ani khawatir. Vay saat ini sedang berada di RS medical. Excel mengalami insiden buruk tadi sore dan Vay tengah menjaga Excel yang tengah di rawat di RS.
Dad tidak perlu khawatir, Vay baik-baik saja. Jika Excel sudah membaik, Vay akan segera pulang.
Love you Dad. Sampaikan salam ku pada Mom dan bi Ani***."
__________________________________
Setelah memastikan pesan itu terkirim, Vay kembali menyimpan ponselnya di dalam Tas.
Dokter keluar dari ruang UGD, Vay dan Daniel langsung menghampiri Sang Dokter.
__ADS_1
"Pasien harus segera di Operasi. kondisi nya benar-benar kritis, dan pasien juga membutuhkan tranfusi darah yang cukup banyak karena pasien kehilangan banyak darah. Golongan darah pasien adalah A+, kami hanya ada 2 kantong darang saja, sedangkan pasien membutuhkan 4 kantong." jelas dokter memberitahukan kondisi Excel.
Entah kebetulan atau memang takdir. Golongan darah Excel sama dengan golongan darah Vay.
"Golongan darah saya A+ Dok. Ambil darah saya saja." ucap Vay spontan.
"Baik, Nona langsung saja ke ruang laborat untuk di periksa terlebih dahulu. Jika semua Normal, darah Nona bisa langsung di ambil." titah dokter memberi intruksi pada Vay.
Vay mengangguk cepat dan segera menuju ruang laborat.
"Daniel, kamu jaga Excel disini ya. Aku ke laborat dulu." ucap Vay memberi perintah pada Daniel.
"Baik Nona." jawab Excel sambil membungkukan tubuhnya.
Vay langsung berlari menuju laborat. Dia langsung meminta Seorang perawat untuk memeriksanya dan mengambil darahnya.
sedangkan Vay masih beristirahat di ruang laborat untuk memulihkan kondisinya. Tubuh Vay sangat lemas setelah darah nya di ambil. Rumah sakit sudah menyiapkan Makanan berprotein tinggi untuk memulihkan tubuh Vay dengan cepat.
2 jam beristirahat, Vay sudah kembali segar. Dia menyusul Daniel ke ruang operasi. Ikut menunggu Excel berjuang di dalam sana.
"Nona, biar saya antar Nona pulang ya?" tawar Daniel saat melihat Vay tiba di depan ruang operasi dengan langkah sempoyongan, lalu membantu Vay untuk duduk di kursi.
Vay menggeleng pelan. "Tidak Daniel. Sebelum Excel pulih, aku tidak akan pulang." jawab Vay lirih.
__ADS_1
Daniel pun mengangguk saja menanggapi ucapan Vay.
Kini Vay dan Daniel hanya bisa menemani Excel yang sedang operasi dari luar ruangan. Mereka sama-sama berdoa untuk keselamatan Excel.
Operasi berjalan selama 3 jam, Dokter keluar dari ruangan tersebut.
Vay dan Daniel berjalan menghampiri Dokter itu.
"Bagaimana kondisi Excel Dok?" tanya Vay setelah sampai di hadapan dokter.
"Operasi berjalan lancar Nona. Pasien juga sudah melewati masa kritisnya. Kami akan segera memindahkan Pasien ke Ruang Rawat. Anda biaa menjenguknya setelah pasien di pindahkan." ucap Dokter pada Vay.
Vay dan Daniel pun bernafas lega. Mereka memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan.
"Alhamdulillah, terimakasih Tuhan.." ucap Vay seraya mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah cantik itu.
Daniel pun melakukan hal yang sama seperti Vay. mereka berdua sama-sama menyanyangi Excel.
************
Huuufftt... Part tegang nya sudah terlewat ygy!
untuk selanjutnya di kasih konflik apa lagi ya yang bagus???
__ADS_1
Minta sarannya dong...🤗
Jangan lupa kasih dukungannya!!😘😘