Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 24


__ADS_3

_Di Mall Plaza Jakarta.


"Dad, Kita akan berbelanja keperluan Dapur dulu atau keperluan sehari-hari?" tanya Mom Melinda saat sudah tiba di Mall.


"Terserah Mom saja." jawab Dad Rizal.


"Ya Sudah kita ke sana saja, belanja untuk keperluan sehari-hari dulu." Seru Mom Melinda sambi menunjuk Salah satu Area perbelanjaan.


Dad Rizal mengagguk sebagai jawaban.


.


.


Sementara itu, Excel dan Vay telah sampai di Mall itu juga. Vay menari tangan Excel karena sudah tak sabar ingin segera masuk ke dalam Mall.


"Ayo Tuan!" ucap Vay antusias.


Excel merasa seperti membawa balita saat ini. Namun aneh nya dia menyukai balita itu. Aneh memang, Excel yang datar dan dingin tak disangka telah jatuh hati pada gadis periang dan cerewet.


Mereka masuk dan langsung menuju area pemainan Game Zone. Tak lupa mereka selalu memakai Topi dan juga masker.


Vay yang Girang, langsung menjajal semua permainan yang ada disana. Tawanya tak pernah luntur dari wajah Cantik nya.


Sementara Excel hanya mengekori gadis itu dan sesekali ikut bermain dengan Vay.


Puas Bermain, Excel dan Vay duduk di kursi yang tersedia di area permainan itu.


Excel mengusap peluh yang membasahi pelipis Vay dengan sapu tangan miliknya.


Vay pun menatap Excel dengan tersenyum.


"Terimakasih Tuan." ucap Vay setelah Excel selesai mengusap peluh nya.


"Hmm.. sejak kapan kau memiliki liontin?" tanya Excel saat melihat leher Vay terdapat sebuah liontin berlian.

__ADS_1


"Ah, ini.. Bi Ani yang memberikannya. Bi Ani bilang, liontin ini di temukan saat pertama kali aku di bawa oleh orang tua angkat ku. Bi Ani menyimpannya, siapa tahu aku akan membutuhkannya saat aku dewasa, pikir bi ani begitu.Dan ini baru di berikan kemarin saat bi Ani mengambil barang nya di rumah Papa Agung. Dia mencari benda ini sudah lama, namun karena lupa menaruhnya dimana akhirnya baru ketemu kemarin." jawab Vay menjelaskan.


"apa kau berniat mencari orang tua kandung mu?" tanya Excel lagi.


Vay mengangguk. "Tentu saja Tuan, saat melihat liontin ini, aku menjadi lebih semangat untuk mencari keberadaan mereka. Bahkan aku sudah mengetahui nama kedua orang tua ku. Di liontin ini tertera nama mereka." ucap Vay menunjukan pada Excel.


"Rizal dan Melinda?" ucap Excel menatap Vay.


Vay mengangguk lagi.


"Apa aku boleh membantu mu mencari mereka?" tawar Excel.


"Benar kah? Tentu saja boleh Tuan, terimakasih kau benar-benar malaikat yang di kirim Tuhan Untuk Ku." Seru Vay sangat senang, hingga tak sadar memeluk Excel dengan erat.


Excel mengulas senyum kecil di wajahnya tanpa sepengetahuan Vay.


Vay melerai pelukan itu. Dan tersenyum kikuk pada Excel. Malu akan kelakuannya sendiri.


"Kita makan Es Krim sekarang." Ajak Excel langsung beranjak dari duduk nya.


Vay langsung mengikuti Tuan Excel dan berjalan sejajar dengan Pria itu. Namun....


"Maaf Nyonya, Saya tidak sengaja." Ucap Vay seraya menolong wanita paruh baya itu.


Wanita paruh baya itu adalah Mom Melinda.


Saat Vay membantunya, tak sengaja Mom Melinda melihat Liontin milik Gadis itu.


Bentuk nya sama persis dengan liontin miliknya yang berada di rumah.


"Nyonya tidak apa-apa?" tanya Vay pada mom melinda yang terlihat bengong.


"Ah, iya.. Aku baik-baik saja.!" jawab Mom melinda yang tersadar dari lamunannya.


"Ah, Syukurlah.." sahut Vay tersenyum pada mom melinda.

__ADS_1


DEG! Senyuman itu mirip sekali dengan Senyum Dad Rizal.


Mom Melinda mendekati Vay, memperhatikan gadis itu dengan seksama. Wajahnya mirip dengan mom melinda waktu muda.


"Kau.. Siapa nama mu Nak?" tanya mom melinda.


"Vay Nyonya, nama ku Vayola." jawab Vay tersenyum ramah.


"apa aku boleh memeluk mu Nak?" pinta Mom melinda pada Vay.


"Tentu saja Nyonya." Vay merengkuh tubuh wanita paruh baya itu.


Vay merasakan hangat saat memeluk wanita tua itu. Bahkan terasa nyaman, berbeda saat dia sedang memeluk Bi Ani. Ada apa ini? Batin Vay.


Sedangkan Mom Melinda menangis, dia mengusap rambut gadis itu. Dalam hatinya berharap jika gadis yang ada di dalam pelukannya adalah Queen putrinya yang selama ini dia cari.


"Vay..." teriak Excel saat mencari keberadaan gadis itu.


"Nyonya, aku harus pergi. sekali lagi maafkan aku Nyonya." ucap Vay lalu melerai pelukannya pada mom melinda.


Dia langsung Berlari menemui Excel, meninggalkan Mom Melinda yang masih terdiam di tempatnya.


Sementara itu, Dad Rizal datang menghampiri istrinya.


"Mom, kau kenapa?" tanya Dad Rizal menepuk bahu istrinya.


"Dad, aku melihat gadis memakai liontin yang sama persis dengan punya Ku di rumah." ucap Mom melinda menggebu.


"Benarkah?" tanya Dad Rizal memastikan.


"Iya, bahkan senyuman gadis itu terlihat sangat mirip dengan senyuman mu Dad! Andai saja kau disini tadi, Dad pasti dapat melihat gadis itu." seru Mom melinda.


"Maaf, tadi toilet sangat ramai. Lalu siapa nama gadia itu mom?" Dad Rizal menanyakan nama gadis itu. Siapa tahu dia bisa mencari informasi dari nama gadis itu. Untuk memastikan ucapan istrinya.


"Vayola. Ya, nama gadis itu Vayola Dad." jawab Mom melinda antusias.

__ADS_1


"Baiklah, nanti Dad akan coba mencari informasi gadis itu. Sekarang kita pulang ya?" ucap Dad Rizal pada istrinya.


Mom Melinda mengangguk sebagai jawaban. Dan Dad Rizal menggandeng istrinya menuju tempat parkir Mall.


__ADS_2