Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 39


__ADS_3

_Di Kediaman Excel.


Excel sudah tiba di rumah. Dia segera turun dari mobil dan mencari keberadaan Vay di kamar nya dan membuka pintu kamar itu dengan kasar.


BRUUAAAKKK..!!


Vay yang tengah tertidur seketika langsung bangun mendengar dobrakan pintu.


"Astaghfirullahaladziimm.." pekik Vay kaget.


Excel berjalan mendekati Vay yang masih duduk di tepi ranjang. Tanpa mengucapkan kata apa pun, Excel langsung menampar pipi Vay!


PLAAAAKKK..!!!


"Awh, Dear.. ada apa? Kenapa kau menampar ku?" pekik Vay sambil memegang pipi nya yang terasa panas. Bahkan hingga mengeluarkan darah di sudut bibir Vay.


"Kau bertanya kenapa?! Kau sudah berbuat kesalahan! Tak sangka jika kau adalah wanita Jallang! Tidur dengan 2 orang Pria sekaligus! Masih bertanya kenapa?Hah?!" Bentak Excel dengan mencengkeram pipi Vay.


"Aku tidak melakukan nya Dear.. Sumpah!" sanggah Vay yang sudah menangis.


"Pembohong!! Jangan panggil aku Dear, aku tak sudi!! Kau menginginkan Hal keji itu bukan? Aku akan melakukannya untuk mu!" Ucap Excel seraya mencium bibir Vay dengan Rakus, bahkan terkesan menyakiti.


Vay berontak sekuat mungkin, namun tenaga nya tak sebanding dengan tenaga Excel. Vay menangis sejadi-jadinya saat Excel berhasil mengoyak Pakaiannya.


Vay takut! Vay sedih! Vay kecewa dengan Excel! Vay juga Marah pada Excel!


Kenapa Excel tidak percaya dengan nya? Lalu siapa orang yang berani memfitnah dirunya? Pikiran Vay semrawut.


Dengan sekuat tenaga Vay mendorong tubuh Excel yang masih sibuk melancarkan Aksinya. Dan itu berhasil membuat Excel sedikit merenggangkan tubuhnya dari Vay.


Vay langsung beranjak dari tempat tidur dan segera keluar dari kamar nya. Itu membuat Excel semakin geram dan marah.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat, Excel meraih tangan Vay lalu menghempaskan tubuh gadis itu ke tembok.


DUUGGHH..!! Dahi Vay membentur tembok hingga mengeluarkan darah.


Vay meringis kesakitan memegangi dahinya yang berdenyut. Excel benar-benar seperti orang kesetanan. Amarah nya menguasai pikiran dan hatinya.


Excel mengunci tubuh Vay yang bersandar tembok. Dan kembali mencumbui tubuh Vay dengan beringas!


"Tuan aku mohon hentikan, kau menyakiti ku tuan.. Ampuni aku. Aku tidak pernah melakukan hal keji itu, Demi Tuhan.!" Ucap Vay di sela aksi beringas Excel. Dia mengankupkan kedua tangannya menundukan wajahnya dari hadapan Excel.


Vay masih menangis dan terus menangis, seluruh tubuhnya terasa sakit karena di perlakukan kasar Excel.


Mendengar ucapan Vay, seketika membuat Excel menghentikan aksinya. Sedangkan Vay terduduk lemas sambil memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya yang terus menangis.


Pikiran Excel kembali jernih, amarah nya berangsur menghilang. Hatinya terasa sesak melihat Vay menangis tersedu-sedu.


"Astaga, kenapa aku tak mencari kebenarannya terlebih dahulu? Aaarrgghh!! kau sangat bodoh Excel!" umpat Excel merutuki dirinya sendiri. Dia mengusap wajahnya kasar.


Dia berjongkok mencoba meraih tubuh Vay dan ingin memeluk gadis itu. Namun Vay menolak, dia benar-benar kecewa dengan Excel kekasih nya.


"I'm Sorry Lovely... I'm so Sorry..." Ucap Excel tulus seraya mengusap puncak kepala Vay dengan lembut.


Vay tak Bergeming, dia beranjak dari duduknya meningglkan Excel disana, menuju kamar mandi dan mengunci pintu itu rapat-rapat.


Excel hanya bisa melihat kepergian Vay dan membiarkan gadis itu meninggalkannya.


Vay megguyur tubuhnya di bawah shower. Mencoba mendinginkan hatinya yang panas dan juga sesak akibat ulah Excel.


Sementara Excel keluar dari kamar Vay dan masuk ke kamarnya sendiri.


"Daniel, cari tahu tentang 2 pria di foto ini. Bawa mereka ke hadapan ku setelah kau berhasil menemukan nya.!" Excel mengirim pesan pada Daniel dan memberikan tugas pada Tangan kanan nya itu.

__ADS_1


Daniel yang mendapatkan tugas dan perintah, langsung bergerak mencari 2 pria yang ada di foto.


Mencari 2 orang tanpa identitas itu hal yang sulit. Namun bukan Daniel namanya jika ia tidak berhasil menemukan mereka.


Segala cara akan di lakukan demi mencari 2 orang itu.


Sementar Vay, sudah selesai dengan meditasinya. Dia mengemas pakaian nya dan memasukannya ke dalam Tas.


Vay memutuskan untuk keluar dari Rumah Excel saat ini juga. Entah dia akan pergi kemana, Vay juga tidak tahu. Intinya Vay sudah tak ingin berada di Rumah Excel. Hati nya begitu sakit, saat Excel tak mempercayainya.


Usai mengemas pakaiannya, Vay pun keluar dari kamar. Namun dia bertemu dengan Excel saat akan menuruni tangga.


Excel mengerutkan dahinya melihat Vay membawa tas besar.


"Kau mau kemana Lovely?" tanya Excel seraya meraih tangan Vay.


Vay menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Excel.


Dia kembali melanjutkan langkahnya menuruni tangga. Excel terus mengejar dan menahan Vay agar tidak pergi.


Bi Ani menyaksikan Excel dan Vay yan terlihat bertengkar. Dan akhirnya menghampiri mereka menanyakan apa yang terjadi.


"Ada Apa ini Vay, Tuan?" tanya bi Ani setelah berada di hadapan Vay dan tuannya. Bi Ani menatap Vay dan Excel bergantian dengan wajah bingung.


*******


To be Continue๐Ÿ˜Ž


jangan lupa tinggalin jempolnya, komen, vote dan kasi Gift nya ygy..๐Ÿ˜


Subscribe biar gak ketinggalan kisah Excel dan Vay!

__ADS_1


Dan Follow juga ygy! Sampai ketemu di judul selanjutnya.


Terimakasih Readers yang baik dan cakep.๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2