Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 68


__ADS_3

_Malam kembali datang.


Kini Excel sudah rapi dengan setelan Tuxedo berwarna Hitam, warna khas yang selalu melekat di diri Excel.


Rambutnya pun di sisir rapi kebelakang, memperlihatkan jidat nya yang tidak terlalu lebar itu, membuat diri Excel semakin berkharisma.


Dia berjalan keluar dari rumah kontrakan minimalis itu, menuju mobil. Lalu melajukan mobilnya ke Apartemen Bramasta.


Tak berselang lama, Excel sudah sampai di depan pintu Apartemen Bramasta. Dia menekan bel yang terletak di sisi pintu utama Apartemen mewah tersebut.


Tangan kanannya membawa beberapa Paper Bag berisi Kue dan tangan kirinya membawa Bucket Bunga mawar merah sebanyak 365 tangkai.


Ya, Excel dan Vay sudah bersama selama satu tahun. meskipun pacarannya kurang lebih selama 9 bulan.


Ya, Excel sudah mempersiapkan semuanya sebelum datang ke tempat Vay.


Pintu terbuka, ada Bi Ani di balik pintu tersebut.


"Tuan Excel? silahkan masuk!" Bi Ani menyapa Excel seraya mempersilahkan nya untuk duduk.


"terimakasih Bi," sahut Excel, lalu mendudukan tubuhnya di Sofa ruang tamu.

__ADS_1


setelah memastikan Excel duduk di ruang tamu, bi Ani bergegas memanggil Dad Rizal dan Mom Melinda, serta Vay.


tak butuh waktu lama, semua penghuni apartemen menuju ruang tamu untuk menemui Excel.


"kenapa tidak bilang jika akan kemari?" batin Vay sambil terus melangkah ke arah ruang tamu.


"Selamat malam Dad, Mom, Bi Ani dan Vay. Maaf membuat kalian terkejut karena Excel tidak memberi kabar terlebih dahulu jika akan datang ke mari." Sapa Excel pada semua orang setelah mereka sampai di ruang tamu.


Tak lupa Excel menyalami ketiga orang tua Vay. Lalu memberikan Buket bunga mawar pada kekasihnya.


Vay tersenyum menerima Bucker bunga mawar itu dari tangan Excel, meskipun dia saat ini tengah bingung memikirkan apa yang tengah terjadi sebenarnya.


"Jadi, Ada Apa Excel?" tanya Dad Rizal membuka Obrolan.


"Ciiee yang di lamar pujaan hati." goda Mom Melinda seraya mencolek dagu Vay yang tengah tersipu malu.


Ya, semua orang sudah mengetahui pertunangan Formalitas beberapa bulan lalu. Kini Excel ingin melamar Vay kembali dengan Hati yang saling menginginkan. Menginginkan untuk hidul bersama.


"Dad sebagai orang tua, hanya bertugas merestui kalian saja. Semua keputusan ada di tangan Putri Daddy." sahut Dad Rizal memberi tanggapan.


"Vay mau Dad!!Vay menerima lamaran Excel!!" serobot Vay yang langsung menyetujui lamaran Excel dengan wajah berbinar.

__ADS_1


Semua orang terkekeh pelan saat Vay dengan antusias menerima lamaran Excel.


Excel pun mengeluarkan kotak kecil berisikan sepasang cincin couple, dengan desain elegan.


Excel menyematkan cincin itu di jari manis Vay. Dan Vay sebaliknya. Lalu setelahnya, Excel memeluk dan mencium dahi Vay dengan rasa sayang.


Vay benar-benar terkejut dengan suprise dari Excel. akhirnya dia di lamar secara resmi oleh kekasihnya itu.


Semua orang yang ada disana bertepuk tangan untuk Excel dan Vay. Meskipun tanpa pesta, namun acara lamaran itu tetap berkesan bagi keduanya.


"Terimakasih sudah menerima lamaran ku Lovely. Aku mencintai mu.!" ucap Excep sambil menggenggam kedua tangan Vay yang berada di pangkuan gadis itu sendiri dan mencium nya.


Vay mengangguk sebagai jawaban.


"Terimakasih sudah membuktikan janji mu. i Love you more." jawab Vay seraya mencium tangan Excel dan menempelkannya di pipi Vay lembut.


Dad Rizal, Mom Melinda serta bi Ani turut berbahagia akan hal ini. Tak lupa mereka mengabadikan moment terbaik ini dengan kamera Ponsel masing-masing.


**********


Ayok lanjut baca!!

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya😘


__ADS_2