
Excel baru saja pulang dari bekerja. seperti biasa, Vay akan menyambut Suami Kulkas nya itu.
"Assalamualaikum.." ucap Excel berjalan ke arah sang istri yang tengah duduk santai membaca buku tentang agama.
Vay mendongak dan menjawab salam suaminya,
"waalaikumsalam.. Dear, tumben pulang cepat?" ucap Vay seraya mencium tangan suaminya.
Excel pun membalas dengan kecupan di dahi sang istri.
Mereka benar-benar sweet. Semakin lama mereka bersama, semakin menunjukan keromantisannya. Dan itu membuat mereka semakin lengket.
Mereka taak pernah sekalipun bertengkar, jika berbeda pendapat, mereka tak pernah egois. mereka akan mencari jalan tengah dengan kepala dingin hingga tak menimbulkan percikan api di hati.
"Iya, aku ingin mengajak mu pergi makan malam berdua." jawab Excel tersenyum manis pada Vay.
"dalam rangka apa?" tanya Vay lagi.
"Tidak ada, hanya ingin makan berdua saja tanpa anak-anak" ucap Excel sambil mencolek hidung sang istri.
Vay tertawa kecil mendengar penuturan suaminya.
"jangan meledek Lovely, cepat bersiap." titah Excel dengan nada halus.
"Baik suami Kulkas Ku yang datar, dingin dan..."
"Tampan nggak ketulungan.. Iya kan?" serobot Excel dengan percaya diri.
"Masyaallah, benar kamu Dear. Ya, sudah ayo kita bersiap." seru Vay seraya mengecup kilas pipi suaminya.
Excel dan Vay berjalan menuju kamar dan bersiap karena hari mulai petang.
Cecilia, jacob dan Bella tengah ada kegiatan masing-masing.
Cecil sedang ada pemotretan. Sedangkan Jacob tengah pergi ke rumah temannya.
__ADS_1
Lalu Bella sedang ada di rumah Opa dan Oma nya.
.
.
Setelah selesai bersiap, Excel dan Vay segera berangkat menuju tempat Dinner.
setelah haji, Vay kini merubah penampilannya dengan menggunakan Syar'i. Dan kepalanya di tutup dengan Hijab.
Itu membuat Vay terlihat semakin Cantik, iner beauty seolah semakin terpancar dan bersinar.
Excel sangat bangga dengan istrinya yang sekarang. Dengan cepat Vay belajar ilmu agama dan menampakan perubahannya sedikit demi sedikit.
Tak lama kemudian, Excel dan Vay Tiba di tempat Diner. Excel memilih Resto Indor yang letaknya di pinggir pantai.
Suasa malam dan Angin pantai yang sejuk, di hiasi banyak lampu dan bunga-bunga. Menambah kesan romantis pada malam ini.
Mereka duduk berhadapan di meja yang sudah Excel pesan.
Vay menerima Bucket mawar itu. Dia mencium dan membaca Note yang tersimpan di sana.
" Kau adalah wanita cantik pilihan Tuhan, jangan bosan hidup dengan ku. Tinggalah disisi ku selamanya."
Begitulah isi Note nya.
Vay tersenyum menatap suaminya. Excel pun membalas senyuman istrinya tak kalah lembut.
Hingga pelayan tadi kembali membawa kotak beludru persegi panjang. Lalu menyerahkannya pada sang pemilik.
Vay menerima kotak persegi panjang itu dari tangan pelayan. Dia menatap Excel penuh selidik dan tanda tanya.
"Open.." titah Excel pada Vay.
Vay pun membuka perlahan kotak itu. wajah Vay berbinar melihat isi dalam kotak tersebut.
__ADS_1
"Gelang Berlian?" tanya Vay tak percaya.
"Untuk mu.. Happy Wedding Anniversary Lovely.. Semoga Tuhan berikan keberkahan unthk keluarga kecil kita. Sini aku pakaikan." Excel mengucapkan hari jadi pernikahan pada Vay. Dia beranjak dari duduknya menghampiri Sang istri.
Excel memakaikan gelang berlian ke tangan Vay.
Vay tersenyum menatap suaminya, hingga Excel berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Vay.
Pria itu mendaratkan Satu ciuman di Bibir istrinya.
Vay pun membalas ciuman suaminya dengan mesra.
Excel melepas ciumanya dan membawa Vay kedalam pelukannya.
"I Love You Lovely, I Love you So Much.." ucap Excel masih mendekap Vay.
Vay mengembangkan senyumnya lebar mendengar kata cinta suaminya.
"I Love you Most Dear," balas Vay mencium cekuk leher suaminya.
******
EXCEL JUAN ALEXANDER
"*Tak ada yang lebih Berharga selain Hidup Bersama dengan orang Terkasih. Berbagi Rasa Cinta dan Kasih Sayang selamanya...!!
Tuhan mengirimkan Bidadari dalam hidup ku, yang mampu merubah ku menjadi Manusia yang Baik. Dan Aku MENCINTAI Nya*."
QUEEN VAYOLA PUTRI BRAMASTA
" *Tuhan tak akan pernah mempertemu kan Mu dengan seseorang tanpa tujuan. Saat dirimu terluka sekalipun, jangan pernah menyalahkan Takdir, karena Tuhan memiliki Rencana Terbaik untuk Mu.
Seperti ku, Tuhan memberikan ku Malaikat Penolong dan Pelindung untuk ku di saat aku benar-benar putus asa. Dan Aku MENCINTAI Nya*."
ππππππHAPPY ENDINGππππππ
__ADS_1