Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 84


__ADS_3

Malam Hari di kediaman Bramasta.


Raquel terus saja menangis dalam gendongan Vay. Saat ini Raquel tengah Demam Tinggi. Vay sudah memberikan Obat pada Raquel dan mengompres nya. Namun Demamnya belum juga turun.


Bi Ani ikut panik saat ini. Dia ikut menenangkan Raquel dan sesekali menggantikan Vay untuk menggendon nya.


"Bi Bagaimana ini?" tanya Vay pada bi Ani bingung.


"kita bawa baby Raquel ke Rumah sakit saja Non." jawab bi Ani memberi solusi.


Vay mengangguk menyetujui usulan Bi Ani. Dia segera menghubhungi Excel untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit. Biar Bi Ani jaga rumah karena kepulangan Dad Rizal dan Mom Melinda akan sampai di rumah pada Malam hari itu juga.


tak butuh waktu lama, Excel sudah tiba di rumah Vay. Lalu membantu Vay menggendong Raquel menuju mobilnya.


Excel mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Hingga mereka tiba di Rumah sakit dengan cepat.


Excel berlari seraya menggendong Raquel membawanya ke UGD.


Dokter dan perawat langsung memberikan tindakan pada Raquel.


Sedangkan Vay dan Excel menunggu di luar. Vay menceritakan kedatangan Brian ke rumah untuk mengambil Raquel darinya.


"kenapa baru sekarang pria itu mencari Raquel?" ucap Excel dengan nada penuh emosi.


belum sempat Vay memberikan tanggapan, Dokter keluar dari ruang UGD.


Excel dan Vay menghampiri Dokter teesebut.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya, Bayi Anda membutuhkan donor darah karena HB nya sangat Rendah. Apa di antara kalian ada yang memiliki golongan darah AB?" tanya Dokter menatap Excel dan Vay bergantian.


Excel dan Vay saling menatap. mereka bingung karena golongan darah mereka berbeda dengan Raquel.


"Maaf dok, apa stok darah si rumah sakit tidak ada?" tanya Excel pada Dokter.


"Maaf stok darah AB sangat langka tuan. Apa dari kalian tidak ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan putri kalian?" tanya dokter dengan wajah Heran.


Vay dan Excel menggeleng.


"Kami hanya orang tua asuh Dok, Ibu nya meniggal satu bulan yang lalu dan Ayahnya..." Vay tidak melanjutkan ucapannya.


"Kami akan mengusahakan untuk mencari Pendonor secepatnya Dok," serobot Excel melanjutkan ucapan Vay.


"Baik, kalian memiliki waktu 30 menit untuk mendapatkan pendonor." jawab dokter memberi interuksi. Lalu Dokter itu kembali masuk ke dalam ruang UGD.


"Lovely, kita harus menemui Brian sekarang juga!" ucap Excel pada Vay.


"Cari data diri Brian sekarang juga! aku akan berkeliling mencari pendonor untuk Raquel." titah Excel pada Vay, lalu pergi mencari pendonor di sekitar area rumah sakit.


Vay mengambil ponselnya lalu mengotak atik ponsel tersebut.


Gadis itu mengalami kesulitan karena tidak mengetahui nama lengkap Brian.


"Ya Tuhan, bantu Aku." gumam Vay sambil menatap tajam layar ponselnya.


"Ketemu!" seru Vay sambil mengepalkan tanganya.

__ADS_1


Vay langsung mengirim alamat Brian kepada Excel.


Ting..!! Bunyi pesan masuk dari ponsel Excel.


Excel membuka pesan dari Vay lalu berlari ke arah mobil yang ada di parkiran rumah sakit.


Excel menuju Alamat yang di kirimkan oleh Vay. Berharap Brian mau menolong Raquel.


15 menit kemudian.


Excel tiba di Kediaman Brian. Saat ini pukul 23.00 malam.


Excel mengalami kesulitan saat akan masuk ke rumah Brian karena si tahan oleh Satpam. Hingga satpam itu memanggil Pemilik Rumah terlebih dahulu sebelum memberi ijin pada Excel untuk masuk.


Brian yang mengenakan setelan piama berjalan menuju gerbang berasama Satpam rumah nya.


"Kau siapa?" tanya Brian pada Excel.


"Ikut aku, Raquel membutuhkan Pendonor." jelas Excel tanpa basa basi.


Brian mendadak panik mendengar ucapan Pria yang ada di hadapannya itu.


Tanpa memberikan tanggapan apa pun, Brian pun langsung masuk ke mobil Excel dan ikut kemana Excel membawanya.


Kali ini, Brian akan membuktikan keseriusannya untuk menjaga dan merawat Raquel putrinya.


Hingga mobil Excel tiba kembali di rumah sakit. Dan kedua pria itu berlari ke arah UGD menemui Vay.

__ADS_1


**********


jangan lupa kasih dukungannya😘


__ADS_2