
Kini Excel, Vay dan Bi Ani sudah sampai di kediaman Milik Excel. awalnya Vay ingin Bi Ani tidur satu kamar dengannya, namun Excel tak mengijinkan. Bi Ani akan tidur di kamar pelayan seperti yang lainnya.
Meskipun di kamar pelayan, namun kamar itu layak untuk di huni. Tidak seperti kamar pelayan di tempat Wijaya.
Kamar pelayan nya cukup luas, meskipun tidak pakai Ac tapi Kipas Angin nya besar. Kasurnya juga Empuk, lalu ada televisi kecil, dan lemari pakaian.
Bi Ani tidak keberatan sama sekali akan hal kamar, baginya yang terpenting saat ini adalah bisa bersama dengan Non Vay nya.
"Terimakasih Tuan Excel sudah mengijinkan saya bekerja disini dengan Non Vay." ucap Bi Ani pada Excel.
Excel hanya mengangguk saja sebagai jawaban. Lalu pergi meninggalkan Bi Ani dan Vay.
"Non, Tuan Excel serem banget. mana jarang ngomong lagi." ucap bi Ani setelah memastikan Excel pergi dari tempat mereka.
"Hahaha... Emang serem Bi. Tapi bibi jangan takut, Tuan Excel bukan tipe orang yang gampang marah jika kita tidak melakukan kesalahan. Namun di juga akan marah besar jika kita melakukan kesalahan meski sedikit saja. Tenang saja kan ada Vay." ucap Vay menjelaskan sifat Excel pada Bi Ani.
Mereka mengobrol cukup lama hingga Daniel sang tangan kanan Excel memanggil Vay untuk menemui Big Bos.
"Nona Vay, Tuan memanggil Anda." ucap Daniel pada Vay.
"Baik.." jawab Vay singkat pada Daniel.
"Bi, Vay pergi dulu Ya, Bibi istirahat. Nanti Vay akan kembali menemui Bibi." ucap Vay pada Bi Ani. Lalu pergi dari kamar bi Ani.
Vay kini sudah berada di ruang kerja milik Excel dan sudah ada Excel duduk di kursi kebesarannya.
"Tuan memanggil ku?" tanya Vay pada Excel.
"Ya, aku ingin mulai hari ini kau bekerja untuk ku." jawab Excel.
__ADS_1
"Baik Tuan. Apa yang bisa saya lakukan untuk tuan?" tanya Vay lagi.
"Malam ini aku di undang untuk jamuan makan malam di tempat tuan Mattew. dia adalah salah satu musuh bisnis ku. aku ingin kau ikut dengan ku dan berpura-pura menjadi Tunangan ku. Karena undangan itu di wajibkan membawa pasangan." jelas Excel pada Vay.
"Tapi Tuan, kenapa harus Aku?" tanya Vay lagi. Dia pikir Excel pasti punya banyak teman wanita yang jauh lebih cantik di banding dirinya.
"Kau sudah berjanji untuk memgabdi pada ku bukan? Maka Lakukan saja tugas mu dengan baik!" ucap Excel sambil mencengkeram pipi Vay dan menatap tajam mematikan.
"Ba-baik tuan." jawab Vay gugup.
"Daniel, persiapkan semuanya. Aku ingin semua terlihat Perfect malam ini." titah Excel pada Daniel.
"Baik Tuan.!" jawab Daniel patuh.
"Dan Kau, bersiaplah." ucap Excel sambil menunjuk Vay.
Vay mengangguk cepat menyetujui perintah Excel. Daniel dan vay pun keluar dari ruang kerja sang Big Bos untuk segera menjalankan Tugas masing-masing.
"Ini Nona. Pakailah untuk acara makan malam di kediaman Mattew. Dan nanti Akan Ada MUA yang akan membantu Nona Bersiap." ucap Daniel sambil menyodorkan Paper Bag itu.
"Baiklah.." seru Vay pada Daniel.
Vay melanjutkan langkah nya untuk masuk ke kamar dan segera mandi.
Sedangkan Daniel menghubungi MUA untuk membantu Vay bersiap. Tak butuh waktu lama MUA itu sudah sampai di kediaman Excel, dan langsung menuju kamar Vay.
2 Jam Berlalu,
Vay sudah selesai di Make Over. Kini Gadis malang itu telah berubah menjadi Cinderella. Dengan balutan Gaun barwarna Hitam dan Rambut yang di biarkan terurai membuat penampilan Vay terlihat sederhana namun bersahaja.
__ADS_1
Sedangkan Excel tak ingin kalah dari sang Cinderella. Dia juga mengenakan setelan Jas dengan warna senada.
Kesan Datar, dingin, dan tegas namun berwibawa dan juga Tampan, semakin terlihat lekat pada diri Excel.
Benar-Benar Couple Goals. Hampir tak Ada Cela untuk mereka karena mereka sungguh sempurna.
Vay keluar kamar untuk menemui Excel. Dan siapa sangka jika dia malah bertemu di saat Vay membuka pintu kamarnya, sudah ada Excel di ambang pintu.
Excel terperangah melihat Vay, Hati nya semakin Gusar tak karuan.
Sedangkan Vay merasa Gugup dengan tatapan Tuannya. Hingga akhirnya Daniel datang memecah lamunan mereka.
"Tuan, ini pesanan Anda." Ucap Daniel memberikan Kotak beludru kecil berwarna Biru pada Excel.
Excel menerima Kotak itu dan membukanya. Di dalam nya ada 2 Cincin dengan model dan Warna yang sama.
"Pakailah." titah Excel seraya memasangkan salah satu cincin itu di jari manis Vay.
"Tapi Tuan, ini...," sanggah Vay terhenti saat Excel berbicara menyerobot perkataan Vay.
"ini hanya formalitas saja. kita akan berperan menjadi sepasang kekasih yang sudah bertunangan. dan kita membutuhkan cincin ini untuk memperkuat peran." jelas Excel sambil mengenakan cincin yang satunya lagi.
"Baik Tuan,!" jawab vay.
"Dan satu lagi, panggil aku dengan sebutan Dear, atau sayang atau Honey, saat sudah sampai di tempat acara." titah Excel pada Vay.
__ADS_1
"Baik Tuan!" jawab vay lagi dengan patuh.
Mereka turun dari lantai atas. Tak lupa Vay berpamitan pada Bi Ani terlebih dahulu. Setelah itu Excel dan Vay berangkat ke Acara Jamuan makan malam di Kediaman Mettew. Excel mengendarai mobil sendiri dan Vay selalu duduk di jok samping Excel. Mereka sama-sama Diam, Tak ada obrolan apa pun saat perjalanan.