Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 73


__ADS_3

_Di London


Vay dan Mom Melinda mengantar Dad Rizal untuk fisio terapi di RS yang ada di London.


setelah 3 bulan Terapi, kini Dad Rizal sudah mulai bicara normal. Awalnya Dad Rizal tidak bisa bicara akibat struk. Namun perlahan tapi pasti, dad Rizal mulai membaik.


Ya, Vay memang ingin yang terbaik untuk pengobatan Daddy nya. Soal biaya tidak jadi masalah bagi nya, yang penting Dad nya bisa sembuh.


Vay mendorong kursi roda Dad Rizal di ikuti oleh Mom Melinda berjalan di samping Vay.


"Semangat ya Dad,!" ucap Vay memberi semangat pada Daddy nya seraya mengepalkan salah satu tangannya.


"Pasti sayang." jawab Dad Rizal sambil melempar senyuman pada dua wanita kesayangannya.


Suster membawa masuk Dad Rizal ke dalam ruangan fisio terapi. Sedangkan Vay dan Mom melinda menunggu di luar ruangan.


30 menit berakhir. Kini Dad Rizal sudah keluar dari ruang terapi. Vay mengambil alih Kursi Roda dari tangan Suster.


Mereka berjalan menyusuri koridor RS, dan memutuskan untuk pulang setelah terapi.


Edward yang mengantar mereka, Setelah sampai kediaman Bramasta, Edward membantu Menurunkan Dad Rizal dari Mobil.


"Mom, Dad, Vay langsung ke kantor ya. Harus Meeting sama Client siang ini." pamit Vay sambil menyalami Daddy dan Mommy, mencium mereka bergantian.

__ADS_1


"Hati-hati ya sayang. Edward jangan ngebut ya?!" pesan Mom Melinda pada Vay dan Edward.


"Baik Nyonya." jawan Edward sambil menganggukan kepalanya.


Vay dan Edward kembali masuk ke dalam mobil dan menuju Kantor.


Sementara Mom Melinda masuk ke Rumah dengan Dad Rizal.


Bi Ani menyambut kedatangan Majikannya. Ya, Bi Ani memang sengaja tidak ikut karena dia bertugas memasak untuk makan siang.


"Bi, apa makan siang sudah siap?" tanya Mom melinda pada Bi Ani.


"Sudah Nyonya, mari kita makan." jawab bi Ani mempersilahkan Dad Rizal dan Mom Melinda untuk menuju meja makan.


.


.


Sementara di Indonesia,


Excel sudah meresmikan Cabang Cafe nya yang ke dua. karena masih masa promo, pengunjung Cafe pun membludak.


di Cafe benar-benar ramai saat ini. Dan seperti Biasa, Excel turun tangan untuk membantu para karyawannya.

__ADS_1


Excel sangat bersyukur karena Tuhan mempermudah jalannya untuk mencari Rezeki halal.


Jika pengunjung selalu ramai, bisa di pastikan omset pendapatan Excel juga akan naik. Dan dari keuntungan itu, Excel bisa mulai membangun istananya sendiri dalam waktu dekat.


Ya,tanpa Vay ketahui, Excel memang sudah membeli sebidang tanah dengan Luas satu hektar di dekat pusat kota jakarta. Dia akan membangun istananya disana, yang akan dia tempati bersama Vay kelak saat sudah menjadi istrinya.


Rani dan Bu Elly juga sangat senang Saat Cafe milik Excel berjalan lancar. Mereka sebagai investor juga mensapat hasil yang lumayan banyal dari apa yang mereka targetkan.


Sedangkan Dad Rizal juga mendapat keuntungan dari Cafe itu, meskipun Dad Rizal menolak nya, namun Excel tetap kekeuh memberikan Hak itu pada Dad Rizal.


Setiap bulan Excel akan mentransfer keuntungan pada para Investor nya.


Dan Keuntungan milik Dad Rizal di salurkan Vay pada pihak panti asuhan.


Ya, Vay tidak ingin masa lalu nya di alami oleh anak-anak malang yang lain. Pedih rasanya hidup tanpa orang tua sedari kecil. Dan mereka harus tetap kuat menjalani hidup mereka yang serba kekurangan.


Mungkin dengan cara ini, Vay bisa sedikit meringankan Beban mereka. Sungguh mulia hati Gadis itu.


************


Jangan lupa kasih dukungannya😎


Terimakasih😘

__ADS_1


__ADS_2