Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 45


__ADS_3

_Di Apartemen Bramasta.


Kini mereka berempat sudah tiba di Apartemen mewah keluarga Bramasta.


"Welcome to Apartemen kita Honey." ucap Mom Melinda pada Vay saat mereka memasuki Apartemen itu.


Vay tersenyum pada Mom Melinda. "Apartemen nya Bagus sekali Mom." sahut Vay sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.


"Duduklah, Mom akan mengambil minum untuk mu dan Excel." titah Mom Melinda, lalu pergi meninggalkan Vay dan Excel yang tengah duduk di Ruang keluarga.


Dad Rizal menemani Excel dan Vay disana sambil mengobrol ringan.


Tak lama kemudian Mom Melinda kembali membawa Nampan berisi beberapa minuman dan snack dari dapur.


Mom Melinda meletakan Nampan iti di meja dan mendudukan dirinya di samping Vay, Putrinya.


"Minumlah.." titah Dad Rizal pada Vay dan Excel.


Vay dan Excel mengangguk dan meraih gelas yang berisi orange jus itu, lalu meneguknya.


"Honey, Lihatlah ini. Mom memiliki Liontin yang sama seperti yang kamu Pakai. Dan di liontin ini tertera nama kamu." Mom Melinda menunjukan Liontin Couple milik nya pada Vay.

__ADS_1


Vay meraih lionti itu dan memperhatikannya. Benar, Liontin itu sama dengan milik Vay. Vay mengulas senyum saat membaca nama yang tertera di liontin tersebut dan memeluk Mom Melinda.


"Mom, Apa aku benar-benar Putri Mom dan Dad?" tanya Vay setelah mengurai pelukannya pada Mom Melinda dan menatap Mom dan Dad nya bergantian.


Dad Rizal merentangkan tangannya kode untuk Vay agar memeluk nya.


Vay pun beranjak dari duduk nya dan menubruk tubuh Dad Rizal.


"Kau Adalah Queen Honey, Kau Putri Daddy dan Mommy." Jelas Dad Rizal terharu dan menitikan air matanya.


Vay juga ikut menangis. Masih tak percaya jika Dia benar-benar Putri kandung Rizal dan Melinda Bramasta.


"Kalian melupakan ku!" Celetuk Excel dengan wajah dan nada datar.


"Dear... Aku sangat Bahagia. Bisa bertemu Daddy dan Mommy serta memiliki Mu. Aku adalah manusia paling beruntung di dunia ini." Ucap Vay pada Excel di sela pelukannya.


Excel mengusap puncak kepala Vay sayang.


Mereka melanjutkan obrolan mereka, hingga tak terasa Hari sudah Sore.


"Excel, ijinkan Vay untuk tinggal disini mulai saat ini, ya?" bujuk Dad Rizal meminta ijin pada Excel. Yang di angguki oleh Mom Melinda dan Vay. Mereka menatap Excel penuh harap.

__ADS_1


Excel mulai gelisah, Vay sudah menemukan keluarga kandung nya, sudah saatnya Vay kembali pada kehidupan yang selama ini di rindukannya.


Jujur Saja Excel tak rela jika Vay pindah ke tempat Dad Rizal, tapi dia juga tidak boleh egois pada Vay.


Sekarang atau Nanti juga sama saja. Vay tetap akan pindah, tinggal bersama keluarga bramasta.


Excel mengambil nafas panjang dan membuang nya perlahan, mencoba menenangkan hatinya.


"Baiklah...Tapi Vay akan pindah Besok pagi bersama Bi Ani. malam ini Vay akan ikut pulang dengan ku, untuk mengemas barang-barang nya." jawab Excel memberi keputusan.


Vay menyetujui keputusan Excel. Dia terlalu senang hingga melupakan Bi Ani. Ibu Asuh Vay.


Dad Rizal dan Mom Melinda pun ikut menyetujui keputusan Excel. Dan mempersilahkan Excel untuk membawa pulang Vay malam ini.


"Baiklah kalau begitu," jawab Dad Rizal.


"Kalau begitu kami pamit pulang terlebih dahulu." Ucap Excel seraya berdiri dari duduknya.


Vay juga ikut pamit pada Daddy dan Mommy nya. Lalu setelah itu Vay dan Excel pergi dari Apartemen Keluarga Bramasta.


*********

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya ygy!😍


__ADS_2