
_Di London.
Sudah hampir 4 bulan Vay dan keluarga nya berada di London.
Gadis Cantik itu menjalankan tugas nya dengan Baik sebagai pemimpin yang baru di perusahaan Bramasta Group.
Vay juga sudah berkali-kali membuat Client puas dengan hasil kerjanya yang sangat bagus.
Gadis Cantik dari Asia itu dapat memikat para pria Bule disana. Kecerdasan yang Vay miliki, membuat gadis itu menjadi rebutan Pria tampan dan mapan di London sana.
Banyak yang menginginkan Vay menjadikannya istri mereka. Namun Vay sama sekali tidak tertarik dengan semua pria tersebut. Baginya, Excel tetaplah Pria kulkas kesayangannya.
Kini Vay sedang berada di kantor milik Daddy nya. Dia sedang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. tatapannya sesekali beralih ke Laptop yang ada di atas meja kerjanya.
Hingga Bunyi Ponsel nya berbunyi membuatnya harus berhenti dari aktivitasnya sebentar untuk menjawab panggilan tersebut.
Disana tertera nama Dad Rizal. Vay langsung menggeser tombol warna Hijau dan mengarahkan ponselnya ke telinga.
"Halo Dad, Daddy mau ke kantor? Okey Vay tunggu ya, Bye Dad..!" Jawab Vay dalam sambungan telpon tersebut.
Ya, Dad Rizal akan ke Kantor untuk meninjau perusahaan. Meskipun Vay sudah bisa menghandle semuanya, tapi Dad Rizal tetap turun tangan, untuk membantu putrinya.
Sudah satu jam Dad Rizal belum sampai di perusahaan. padahal hanya butuh 30 menit saja untuk sampai di kantor.
Hingga ponsel Vay kembali berbunyi dengan nama Dad Rizal tertera di ponselnya.
"Halo Dad, kenapa lama sekali?!" serobot Vay saat mengangkat panggilan itu.
"Halo, kami dari pihak kepolisian mengabarkan jika Tuan Rizal Bramasta mengalami kecelakaan. Saat ini Tuan Rizal sedang di larikan ke RS. mohon pihak keluarga untuk bisa datang ke RS untuk memastikan. Selamat siang." jelas salah seorang polisi memberikan Informasi pada Vay.
DEGG!!!
__ADS_1
Vay tertegun mendengar berita buruk ini. jantungnya berdetak tak beraturan, Dia Shock dan air matanya luruh membasahi pipinya.
"Edward..." teriak Vay memanggil asisten Daddy nya yang sekarang menjadi Asistennya.
Edward yang berada di ruangan sebelah langsung masuk ke dalam Ruangan Presdir saat Atasannya memanggil namanya.
"Ada Apa Nona?" tanya Edward setelah berada di ruang Presdir.
"Daddy, Daddy mengalami kecelakaan. Dan saat ini tengah berada di RS. Ayo antar aku kesana." jelas Vay dengan Panik dan air mata yang terus mengalir.
"Baik Nona, Ayo." seru Edward langsung bergegas menuju lantai bawah dan di ikuti oleh Vay.
Langkah mereka sedikit berlari. Semua pekerja menatap Vay dengan wajah terheran.
Saat ini Edward dan Vay sudah berada di mobil. Edward melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Tak di pungkiri, Edward pun ikut panik saat ini. Atasan yang selalu baik padanya, selalu membantu dirinya dan keluarga nya, kini mengalami musibah. Ada rasa sesak di hati Edward. Dia merasa sedih saat ini.
Saat Vay dan Edward sampai, tak lama Dokter keluar dari ruang UGD itu.
"Dok, bagaimana keadaan Daddy saya yang mengalami kecelakaan?" tanya Vay dengan nafas tersengal karena lelah berlari.
"Pasien mengalami serangan jantung, dan itu mengakibatkan Pasien Struk. dan pasien harus menjalani Operasi pemasangan Ring. Silahkan tanda tangani surat persetujuan ini. Kami harus melakukan operasi secepatnya." Dokter menjalaskan kondisi Dad Rizal seraya menyodorkan berkas yang harus di tanda tangani oleh Vay.
Tanpa pikir panjang, Vay langsung menandatangani berkas itu.
"Baik, Operasi akan di lakukan satu jam lagi. Saya permisi.!" imbuh dokter itu sambil mengambil berkas yang sudah di tanda tangani oleh Vay, lalu pamit.
"Aku akan menghubungi Mommy dan Bi Ani, Edward kau kembali ke kantor dan handle meeting siang ini. Sampaikan maaf ku pada Client karena tidak bisa hadir." titah Vay yang langsung di angguki oleh Edward.
Setelah menghubungi Mom Melinda dan Bi Ani, Vay langsung mengurus insiden ini ke kantor polisi.
__ADS_1
Dia ikut dengan 2 orang polisi yang sedari tadi berada di ruang UGD.
"Mari ikut kami untuk di mintai keterangan." titah salah satu polisi itu mengajak Vay.
Vay mengikuti polisi tersebut dan ikut naik mobil polisi itu.
Setelah sampai, Vay langsung di mintai keterangan dan Polisi juga menjelaskan kronologi kecelakaan yang di alami oleh Dad Rizal.
Polisi Menyatakan bahwa Dad Rizal mengalami kecelakaan tunggal. dan di duga, Dad Rizal menghindari seorang pejalan kaki yang tiba-tiba melintas di jalanan.
Vay tidak bisa menyalahkan pejalan kaki tersebut, karena dia seorang anak kecil yang sedang mengamen.
Bahkan Anak pengamen itu berada di kantor polisi juga saat ini.
Anak kecil itu meminta maaf pada Vay.
"Kak, Maafkan Aku. Aku tadi sedang mengejar seseorang yang mengambil uang ku, hingga aku berlari tanpa melihat jalanan." ucap Anak kecil itu sambil memegang salah satu tangan Vay. Dia menangis karena merasa bersalah telah membuat Pria tua itu mengalami kecelakaan.
Vay tersenyum mengusap kepala Anak kecil itu lembut. "Tidak Apa-Apa, lain kali jangan di ulangi lagi ya? Lagi pula, ini semua adalah Takdir Tuhan, jadi jangan menangis dan merasa bersalah. Doakan Daddy kakak semoga cepat sembuh." Vay mengerti perasaan anak kecil itu. Dia hanya ingin mengambil uang yang di bawa kabur orang jahat itu.
Setelah selesai, Vay kembali ke RS. Tak lupa Vay memberikan sejumlah uang untuk anak kecil malang itu. Kasus ini pun tidak di lanjutkan karena Vay tidak mau masalah ini jadi panjang dan rumit.
***********
Ayo kasih dukungannya guys..ðŸ˜
Jangan bosen baca ya😘
Author lemes ini karena dukungan mulai berkurang😔
Cerita ini udah mau End! Jd jangan sampai ketinggalan ya😎
__ADS_1