
Mom Melinda, Dad Rizal dan Bi Ani berkunjung ke rumah menantu dan Anaknya. Mereka membawa banyak makanan untuk Vay yang tengah hamil.
Vay membuka pintu untuk keluarganya. Betapa senang nya Vay saat ketiga orang tuanya datang.
Ya, saat ini Excel tengah Pergi ke London meninjau perusahaan Istrinya. Dan dia meminta keluarga Bramasta untuk menjaga Istrinya selama dirinya di London beberapa hari.
"Dad, Mom, Bi Ani.. Aku merindukan kalian" seru Vay memanggil ketiga orang tuanya dan memeluk mereka secara bergantian.
"kami juga merindukan mu sayang. Lihatlah, kami membawa banyak makanan untuk mu dan untuk twins." ucap Mom Melinda mewakili Dad Rizal dan Bi Ani.
Mereka pun masuk ke Rumah mewah berlantai dua tersebut. Lalu duduk di ruang tamu bersama.
"Wah... Banyak sekali makanan nya. dan ini makanan Favorit Vay semua. Terimakasih Dad, Mom, Bi.." Vay melihat semua makanan yang di bawa oleh orang tuanya tersebut.
"Sama-sama sayang. Ah iya, kapan Excel berangkat?" balas Dad Rizal, lalu menanyakan keberangkatan Excel.
"Tadi pagi Excel pergi Dad." sahut Vay sambil memakan Bakpia basah rasa kacang hijau kesukaannya.
"Bagaimana keadaan Cucu Ku Non?" tanya Bi Ani yang duduk di sebelahnya sambil mengelus perut Vay yang sedikit membuncit.
Ya, Hamil kembar memang lebih besar di banding hamil normal. Meskipun usia kandungan Vay baru 2 bulan tapi sudah terlihat menonjol sedikit perutnya.
"Mereka sehat Bi," jawab Vay sambil tersenyum ke arah Bi Ani.
"Apa Kamu masih mual sayang?" tanya Mom Melinda.
"masih Mom, saat pagi hari saja dan nafsu makan Vay jadi bertambah semenjak hamil. Vay selalu merasa lapar, Apa tidak apa-apa?" tanya Vay pada Mom Melinda.
__ADS_1
"itu Normal sayang, malah justru bagus jika nafsu makan kamu bertambah karena kamu hamil dua bayi sekaligus. jadi Cucu Mommy asupan nutrisinya terpenuhi." jelas Mom Melinda pada Vay.
Vay mengangguk paham. Dia pun masih melanjutkan makan sambil mengobrol dengan orang tuanya.
.
.
_Malam hari.
Vay sedang melakukan Panggilan Video dengan suaminya.
Ini pertama kalinya Vay di tinggal ke London dalam kondisi Hamil.
Dia menangis saat melakukan panggilan Video tersebut. Seolah merasakan Rindu yang teramat dalam pada Suaminya yang tampat gak ketulungan itu.
"Dear, kau lama sekali disana. Aku Sudah merindukan mu." ucap Vay pada Suaminya dengan tangis terisak.
Ya, maklum saja, banyak pekerjaan di London sana. Dan dia harus menyelesaikannya.
"Maaf Lovely tadi sore aku tidak sempat menjawab panggilan mu. disini banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan. Jangan menangis ya, nanti baby twins ikut sedih." ucap Excel dari sebrang sana.
Tak di pungkiri, Excel juga cemas jika melihat istrinya menangis seperti ini.
"Hiks Hiks... kau tidak mau pulang karena di sana banyak bule Cantik kan? Kau pasti sudah tidak mencintai ku lagi karena aku hamil." sahut Vay semakin histeris menangis.
Excel jadi merasa pusing sekarang karena si tuduh istrinya berselingkuh.
__ADS_1
"Demi Tuhan Lovely, aku tidak tertarik sama sekali dengan bule di sini. Kau lebih cantik di banding mereka. Tanya saja Edward, dia selalu bersama ku. jadi tidak mungkin aku berani mengkhianati mu Lovely. Iya kan Edwrad?" jawab Excel seraya mengarahkan kamera ponselnya ke Wajah Edward.
"Iya Nona Vay, kami saat ini sedang lembur di kantor." sahut Edward di sela obrolan pasangan suami istri yang tengah berantem itu.
"Huaaaa.... Kalian pasti sudah bersekongkol, aku tidak mau tahu. Kau harus pulang sekarang.!" ucap Vay semakin kencang menangis.
"Sayang, Excel disana sedang bekerja. Jangan seperti ini, kau membuat suami mu menjadi khawatir." Sahut Dad Rizal yang sedari tadi duduk di samping putrinya mendengarkan perdebatan mereka.
"Huaaa.... Daddy Jahat. Kenapa bela ini Suami ku dari pada Putri Daddy sendiri." ucap Vay sambil melempar ponselnya ke sofa, lalu pergi menuju kamar.
Mom Melinda dan Bi Ani menyusul Putrinya yang sedang Merajuk, Mereka akan coba membujuk Ibu Hamil itu.
Dad Rizal pun mengambil ponsel putrinya yang masih tersambung dengan menantunya.
"Excel, sebaiknya kamu pulang sekarang. Biar perusahaan Daddy yang urus selama kehamilan Vay. Mood ibu hamil memang begitu. Emosinya naik turun, jadi kamu maklumi sikap istri mu saat ini ya?" ucap Dad Rizal memberi perintah pada Menantunya.
"Baik Dad, malam ini juga Excel akan kembali. Maaf tidak bisa mengurus perusahaan untuk saat ini." jawab Excel menuruti perintah Mertuanya.
"Tidak apa-apa Excel, ini demi Putri Dan kedua Cucu Daddy." seru Dad Rizal, lalu menutup panggilan video itu.
Dad Rizal menghela nafas nya dalam-dalam.
"Vay seperti Melinda saat Hamil dulu." gumam Dad Rizal sambil mengulas senyum.
Dia teringat akan istrinya yang sama persis seperti Vay saat hamil.
Tidak mau berjauhan dengan Suaminya barang sedikit pun. Bahkan Dad Rizal sampai harus kehilangan beberapa Client demi menjaga sang istri dan sang Putri kala itu.
__ADS_1
********
Jangan lupa kasih dukunganny😘