Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Extra Part Two


__ADS_3

Keluarga Excel Alexander berkumpul di Ruang makan pagi ini.


Mereka akan sarapan bersama setiap pagi. Dan di meja makan ini lah, semua orang berhak berbicara apa pun disini.


"Morning Ayah, Bunda, Abang Dave, Abang Daven, Kakak Cecil, Abang Jacob." sapa si bontot Bella yang baru turun dari lantai atas.


"Morning Anabell.." Goda Cecilia yang selalu mengatai Bella dengan sebutan Anabell.


Ya, Bella yang tomboi selalu berpenampilan seperti Anak laki-laki. Bella hanya memakai Rok jika bersekolah saja. Saat di rumah, bella akan memakai celana pendek dan kaos oblong saja. Sedangkan Rambutnya di potong pendek sebatas leher belakang saja. Tak pernah di ikat, atau sekedar memakai bando.


Berbeda dengan Cecilia yang Anggun dan Feminim. Bagi Cecil penampilan itu nomor satu. tapi jangan salah, Cecil juga Anak yang pintar meskipun tak sepintar saudara nya yang lain.


Bella mendengus kesal karena di katain sang kakak. Namun dia selalu cuek saja akan hal itu. Bella tak mau ambil pusing dengan perkataan sang kakak.


"Hmmm... Dari pada Kak Cecil, Menor. Hahaha" balas Bella mengatai Cecilia.


Namun tak ada rasa benci di antara mereka.


Semua orang tertawa melihat perdebatan Unfaedah Antara Cecil dan Bella.


"Eh, sudah-sudah.. Jangan Ribut pagi-pagi. Kasian tu makanan Bunda pada di biarin." sahut Vay menyuruh semua orang untuk makan.


"Jacob, pimpin Doa" ucap Excel yang duduk di meja paling ujung.


"Baik Ayah, Bismillahirrohmanirrohim.. Allahumma Baariklanaa Fiimaa Rozaktanaa wa qinaa Adzaabannaarr... Ya Allah, terimkasih atas Rezeki mu pagi ini. Semoga makanan ini Kau Berkahi. Amiinn..." ucap Jacob yang memimpin Doa, lalu mengusap kedua telapak tangannya ke wajah.

__ADS_1


Di ikuti semua orang yang duduk di meja makan.


Vay mengambilkan Nasi untuk sang suami terlebih dahulu, lalu berikutnya Dave, Daven, Cecil, Jacob, yang terakhir Bella.


Vay duduk di samping suaminya setelah mengisi piringnya sendiri.


mereka pun menyantap Nasi Goreng dengan lauk telor mata sapi setengah matang, sosis, nuget, dan Kornet.


Masakan Vay memang selalu enak. Apa pun yang di masak oleh sang Bunda selalu habis tak tersisa.


"Ayah, Dave mungkin akan ke London dan menetap disana agar Dave bisa dengan mudah mengurus perusahaan. Lagi pula, Uncle Edward sudah mau pensiun. Aku harus mencari Asisten penggati Uncle Edward untuk membantu ku mengurus perusahaan Bunda. Bagaiman? Apa Ayah dan Bunda setuju?" ucap Dave membuka obrolan.


Excel dan Vay saling pandang, sebenarnya berat bagi mereka untuk melepas sang Putra. Namun mereka juga tak boleh egois, karena ini juga demi kemajuan Bramasta Group. Perusahaan yang di dirikan Dad Rizal sendiri.


"Boleh saja Sayang, tapi usahakan setiap bulan sekali untuk pulang ya? Karena Bunda dan Ayah juga butuh Dave disini." jawab Vay sebagai pemilik perusahaan.


Dave mengangguk menyetujui permintaan sang Bunda.


"Pasti Bunda. Bunda sama Ayah tenang saja." seru Dave meyakinkan orang tuanya.


"Dave, disana adalah negara bebas. Ayah berpesan pada mu untuk selalu menjaga batasan. Jangan terkecoh dengan pergaulan Bebas disana. Apa lagi memakai obat terlarang. Ayah dan Bunda menaruh harapan penuh pada mu sebagai Anak tertua. Jadi, berikan contoh baik untuk adik-adik mu." Excel memberi wejangan pada Putra tertua nya agar tak salah langkah.


"Dave mengerti Ayah, Dave tidak akan mengecewakan Bunda, Ayah serta adik-adik Dave." jawab Dave dengan mantap dan tegas.


Excel menepuk bahu sang Putra sebagai tanda kepercayaan.

__ADS_1


"Em... Daven juga ijin meneruskan Studi di Jogjakarta. Apa Ayah dan Bunda mengijinkan?" Daven mengutarakan keinginanya untuk memperdalam bakat Seni nya.


"Sayang, Galery mu bagaimana?" tanya Vay pada Daven.


"Bunda tenang saja, Daven hanya kuliah 3x seminggu. setiap hari senin, selasa dan rabu. Jadi Galery tetap buka, saat Daven kuliah biar di urus sama Asisten Olive. Dan Daven akan pulang saat libur, jadi Bunda sama Ayah tidak perlu khawatir."


"Baiklah, Ayah percaya penuh pada mu. Jangan kecewakan Ayah dan Bunda. Okey?" jawab Excel menyetujui Keinginan Daven.


Mereka semua pun melanjutkan sarapan pagi sebelum beraktivitas.


30 menit berlalu, Sarapan Pagi pun selesai, Excel langsung berangkat menuju Cafe miliknya.


Sedangkan Dave pergi mengurus Shorum motor Clasik sang Ayah. karena Dave masih di indonesia, jadi perusahaan masih di Handle Edward.


Lalu Daven pergi ke Galery nya. sedangkan Cecilia, Jacob dan Bella pergi menimba ilmu.


Excel, Dave, Daven dan Cecil pergi dengan mobil mewah mereka masing-masing.


Sedangkan Jacob dan Bella pergi bersama menggunakan motor sport. Bella di bonceng oleh Abang Jacob karena sekolah mereka satu arah. Dan saat pulang, Bella akan di jemput Supir pribadi.


Rumah mewah berlantai dua itu kini berubah berlantai tiga, karena Putra Putri Excel dan Vay sudah tidur masing-masing.


Dan halaman luas Rumah Excel menjadi Garasi 5 mobil mewah dan satu motor sport.


Benar-benar Sultan. Jika dulu hanya memiliki satu pelayan, kini bertambah menjadi 4 pelayan, 2 satpam dan 1 supir.

__ADS_1


*********


Jangan lupa dukungannya😘


__ADS_2