
Vay baru saja bangun dari tidur nya, dalam keadaan mata yang masih terpejam mencoba mencari keberadaan Ponsel pintar nya.
Dia meraba kasurnya dan dapat.!
Vay membuka layar kunci ponsel nya, dia tersenyum saat melihat wallpaper ponsel itu, terpampang jelas disana foto dirinya dan kekasihnya Excel.
Kening nya berkerut saat menemukan satu pesan dari Excel, karena tidak biasanya pria itu mengirim pesan. Jika memang ada perlu, dia akan langsung menelpon nya.
Vay membuka pesan dari Excel dan membacanya. Lalu dia melakukan panggilan, namun tidak aktif.
"kenapa Ponselnya mati? Kalau sibuk, harusnya tetap berdering meskipun tidak sempat mengangkat telponnya." gumam Vay dalam hati.
Tookk! Tookk! Suara ketukan pintu dari luar kamar Vay membuyarkan lamunannya.
Mom Melinda masuk setelah mengetuk pintu kamar putrinya.
"Morning honey," sapa Mom melinda seraya mencium dahi Vay.
"Morning Mom.." balas Vay tersenyum pada Mommy nya.
Mom Melinda duduk di tepi ranjang, dia melihat Vay nampak tidak bersemangat pagi ini. Seolah dia tau perasaan Vay sedang gelisah.
"Kenapa,? Hmm?" tanya Mom melinda seraya mengusap rambut Putrinya sayang.
Vay menatap Mommy nya dengan tatapan sendu. Lalu memeluk mom melinda mencari kenyamanan di dalam dekapan mommy nya.
__ADS_1
"Mom, Excel sedang sibuk dengan pekerjaannya untuk beberapa minggu kedepan, jadi Excel tidak bisa menghubungi ku selama dia mengurus pekerjaanya. Rasanya seperti kosong tanpa Excel Mom." jelas Vay dalam pelukan mom melinda.
"Jangan sedih honey, Excel kan hanya bekerja saja, jadi tidak perlu khawatir. Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan, sama Daddy dan Bi Ani juga?" Ajak Mom Melinda agar Vay tidak terlalu memikirkan Excel.
Vay melerai pelukannya, lalu mengangguk menyetujui ajakan mommy nya.
Mom Melinda menyuruh Vay segera bersiap, sebelum dia keluar dari kamar putrinya.
Vay pun bergegas mandi dan bersiap. Dia memakai setelan Rok hitam di padukan dengan kaos berwarna kuning. Dia terlihat Cantik memakai baju apa pun.
Setelah semua orang siap, Dad Rizal mengajak semua nya untuk turun menuju tempat parkir apartemen.
Dad Rizal melajukan mobilnya menuju Pantai, ini pertama kalinya mereka menghabiskan waktu bersama.
Vay sangat senang karena ini juga kali pertama Vay pergi ke pantai.
.
.
Kini Excel sudah berada di markas yang terletak di tengah hutan dan terpencil. Dia harus bersembunyi jauh dari kota agar musuh sulit menemukan keberadaannya.
"Gimana Daniel, apa sudah apa pergerakan dari musuh?" tanya Excel pada Daniel.
Daniel menggeleng, "Belum Tuan."
__ADS_1
"Tetap waspada," titah Excel pada Daniel.
Daniel mengagguk. "Baik Tuan,"
Tangan kanan Excel itu keluar dari kamar tuannya.
Satu hari tanpa Vay, membuat Excel menjadi Galau. Dia terus memikirkan gadis itu. Pria itu benar-benar Rindu pada Kekasihnya.
Excel menjambak rambutnya Frustasi.
"Aaaaarrggghh!!! Kenapa aku harus terlahir sebagai seorang mafia?" umpat Excel merutuki dirinya sendiri.
Dia meraih wine dari atas meja, lalu meneguknya hingga tandas, dan melempar gelas nya ke tembok.
PRAAAANNNKKK!!
Gelas itu pecah berhamburan ke lantai. Kini kepalanya jadi pusing karena terlalu banyak minum.
Excel merebahkan tubuhnya di atas ranjang mencoba untuk tidur, agar tidak memikirkan Vay terus menerus.
Dia harus menahan Rindu nya untuk beberapa minggu kedepan. Semoga saja, Tuhan masih memberinya umur yang panjang.
*************
Jangan lupa kasih dukungannya ygy😎
__ADS_1
Like, Komen, Vote dan kasih Hadiahnya untuk Author😍
Serta Follow dan Subscribe juga ya!😘 Terimakasih Readers yang baek hati dan cakep🤗