
Satu Minggu berlalu, Kini Excel sudah di perbolehkan untuk pulang.
Daniel menjemput sang tuan di rumah sakit. Sedangkan Vay sedang mengemas barang-barang Excel.
"Tuan, mari saya bantu." ucap Daniel menawarkan bantuan pada Excel, saat akan turun dari brankar.
"Tidak perlu Daniel, aku sudah lebih baik." tolak Excel dengan nada rendah.
Excel pun turun dari brankar itu sendiri, lalu duduk di kursi roda yang sudah di siapkan oleh Vay.
Vay mendorong kursi roda Excel, dan Daniel yang membawa tas berisi beberapa pakaian ganti dan macam obat-obatan.
Setelah sampai tempat parkir rumah sakit, Vay membantu Excel untuk masuk mobil. Setelah semuanya siap, Daniel melajukan kendaraannya menuju kediaman mewah Excel.
Tak butuh waktu lama, kini mereka tiba di Rumah milik Excel Alexander.
Vay kembali membantu Excel untuk turun dari mobil. para pelayan sebagian sudah kembali. Mereka di minta Daniel untuk membereskan rumah sebelum Excel pulang dari RS.
Vay memapah Excel menaiki tangga. Dan setelah sampai kamar, Vay mendudukan tubuh Excel ke atas tempat tidur dengan perlahan.
"Terimakasih Lovely." ucap Excel seraya mengulas senyuman.
Vay mengangguk pelan sebagai jawaban.
__ADS_1
"Oh ya, bagaimana dengan rencana kamu Dear? Kapan kau akan memberi tahu Daniel?" tanya Vay membuka obrolan.
"Setelah kondisi ku benar-benar pulih, aku akan mengurus semuanya. Dan aku akan melempar bisnis ku pada Orang tua Mona saja. Karena hanya mereka yang ku kenal." jawab Excel.
Vay mengangguk paham denga ucapan Excel.
"lalu, apa kau akan memberikan semua yang kamu miliki pada orang tua Mona?" tanya Vay lagi.
"Ya, aku akan memberikan semuanya termasuk rumah ini. Meskipun dalam hati ku tidak rela, karena disini aku di besarkan dan di rumah ini menyimpan banyak kenangan manis bersama orang tua ku, termasuk dengan mu." ucap Excel seraya mengingat kembali moment indah yang tercipta di rumah mewah itu.
Vay merasa sangat bangga pada kekasihnya. Dia benar-benar ingin meninggalkan Dunia hitam nya, dan mencari uang yang halal untuk kehidupannya yang baru.
"Aku percaya Kau bisa! Karena kau seorang Excel Alexander. Papa dan Mama mu pasti bangga memiliki Putra sehebat diri mu Dear. Aku akan menemani mu selalu. Bahkan kita akan melamar pekerjaan bersama. Aku akan berada di samping mu, menggandeng tangan mu dan berjalan bersama meraih cita-cita yang sama yaitu hidup berdua selamanya." Vay berucap seraya menggenggam tangan Excel.
"Ini semua berkat kau Lovely. Jika aku tidak bertemu dengan mu, mungkin selamanya aku akan berada di lingkaran hitam ini selamanya. Tuhan maha baik, dia mengirim mu untuk membawa ku kembali ke jalan yang benar." ucap Excel sambil mencium tangan Vay.
Excel terkekeh pelan menanggapi perkataan Vay. Dia merentangkan tangannya, Kode agar Vay memeluknya.
Vay pun langsung paham dengan keinginan Excel.
Dia beranjak dari duduk nya dan memeluk tubuh Excle dengan lembut dan pelan, takut luka pada tubuh Excel tersimplak.
Puas memeluk sang kekasih, kini Vay melerai pelukan itu. Namun saat dia akan memundurkan tubuhnya, Excel malah meraih tengkuk Leher Vay dan mendaratkan ciuman di bibir milik Vay.
__ADS_1
CUUUUUPPPP..!!!
Ciuman itu mendarat sempurna di bibir Vay yang ranum dan sedikit tipis. Vay tak mau kalah dengan Excel, gadis itu pun membalas ciuman sang kekasih.
Mereka memejamkan kedua mata mereka, menikmati suasana Romantis Siang Hari ini.
Ciuman itu semakin dalam dan semakin menuntut. Decapan keduanya memenuhi kamar Excel.
Hingga pagutan itu terlepas setelah mereka kehabisan nafas.
Dada mereka nampak kembang kempis setelah melakukan Ciuman panas itu.
Excel masih menangkup wajah Vay, dia membereskan sisa ciumannya yang membuat bibir Vay menjadi berantakan.
"I Love You.." ucap Excel seraya menatap tajam Vay dengan senyum yang terukir di wajah tampan itu.
"I Love you more Dear.." balas Vay seraya kembali menyatukan pagutan bibirnya dengan bibir milik Excel.
Ini penampakan Excel saat Babakbelur!๐ Cekidott๐
***********
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungannya ygy!๐๐๐
terimakasih Readers yang cakep dan Bek hati๐ค