
Jasad Jesie sudah selesai di makam kan. Pemakaman banyak di hadiri oleh kerabat dari Papa Agung dan Mama Retno wijaya.
Ya, Vay mencoba menghubungi mereka karena ini adalah moment terakhir bagi mereka untuk melihat Jesie.
Vay yang seorang Hacker handal, bukan suatu hal yang sulit untuk mendapatkan kontak mereka. Vay meretas data semua anggota keluarga wijaya.dengan mudah.
Mereka yang tinggal berjauhan di kota yang berbeda, tidak mengetahui akan hal buruk yang menimpa keluarga Wijaya.
Banyak yang tak menyangka Bahwa Agung dan Retno tega menyiksa anak tiri nya sendiri. Hingga kabar Jesie yang memiliki Anak dari hubungan terlarang dengan pacarnya.
Dan Jesie tidak mengatakan siapa Ayah Biologis Baby Raquel. Mungkin Jesie tidak ingin Baby Raquel mengetahui Ayah yang tidak mengakuinya sebagai darah dagingnya sendiri.
Kini keluarga bramasta dan Excel tengah berkumpul di apartemen. dan Bayi Raquel nampak tenang di gendongan Bi Ani.
Ya, Bi Ani yang akan membantu merawat Raquel. Tentu saja Vay yang akan menjadi Ibu nya karena permintaan terakhir Jesie.
"Sini Bi, Biar Vay yang menggantikan Bi Ani menggendong Baby Raquel." Vay mengambil alih Baby Raquel dari gendongan bi Ani.
Vay terlihat seperti ibu Muda yang bersahaja saat menggendong Baby Raquel.
__ADS_1
Excel terkesima melihat pemandangan itu. Dia mengulas senyuman di wajah tampannya. Dia berjalan mendekati Vay dan ikut menimang Baby Raquel.
"Heii Cantik.. jadi anak baik ya? gak boleh rewel ikut Bunda ya cantik ya?" Celoteh Excel membuat hati Vay terasa terenyuh. Apa lagi saat menyebut dirinya 'Bunda'.
Dad Rizal dan Mom Melinda melihat Anak dan calon mantunya itu sudah seperti keluarga kecil bahagia dengan adanya Raquel di tengah-tengah mereka.
"Excel, Vay, apa tidak sebaiknya kalian cepat menikah? Raquel juga membutuhkan sosok Ayah di hidupnya, agar Raquel bisa tumbuh layaknya anak pada umumnya yang memiliki Orang tua lengkap." Dad Rizal memberikan Usul pada Excel dan Vay.
"Excel juga berfikir seperti itu Dad. Tinggal Vay nya, apa dia sudah siap menikah dengan ku atau belum?" ucap Excel sambil melirik ke arah Vay.
Vay jadi salah tingkah mendengar penuturan Kekasihnya. tak di pungkiri jika Vay juga mengingkan hal itu. meresmikan hubungannya dengan Excel dalam ikatan janji Suci di hadapan Tuhan.
Vay menganggukan kepalanya. "Iya, Vay mau!" jawab Vay dengan mantap.
"Alhamdulillah.." seru semua orang yang ada disana saat mendengar jawaban Vay.
"Baiklah, kalau begitu, kita akan melangsungkan pernikahan di rumah baru kita. Ah, senangnya akhirnya Putri Mommy Sold Out juga." celetuk Mom Melinda membuat semua orang yang ada disana tertawa.
Ya, Vay sudah meminta Dad Rizal untuk mengurus pembelian Rumah Baru. dan mereka akan pindah beberapa minggu lagi.
__ADS_1
Baby Raquel tertidur pulas di gendongan Vay. saat Bi Ani akan mengambil alih Baby Raquel untuk di tidurkan di kamar, Vay menolak.
"Biar Vay saja Bi yang membawa Baby Raquel ke kamar." seloroh Vay seraya membawa Baby Raquel menuju kamar baby.
"Dear, tolong bawakan Botol susu dan selimut baby Raquel." titah Vay pada Excel.
Excel pun menurut saja, dia langsung mengambil Botol susu dan Selimut yang tergeletak di sofa, lalu berjalan mengikuti langkah Vay dari belakang.
Saat sampai kamar, Vay meletakan Baby Raquel di atas tempat tidur bayi. Lalu menepuk nepuk pantat baby Raquel agar tidak terbangun.
"Kau menyayangi nya?" tanya Excel menatap teduh Kekasihnya.
"Iya, dia sangat mirip Jesie waktu kecil." jawab Vay sambil menyelimuti Baby Raquel yang sudah pulas tertidur.
Excel menarik pinggang ramping Vay hingga tubuh mereka menempel.
"Aku tidak sabar untuk membesarkan dan merawat Baby Raquel dan baby kita sendiri, berdua dengan mu Lovely." celetuk Excel membuat hati Vay menghangat.
Vay merengkuh tubuh kekasihnya itu. "Aku juga sudah tidak sabar Dear.." bisik Vay dalam dekapan Excel.
__ADS_1