Menikahi Pria Kulkas

Menikahi Pria Kulkas
Bab 114 _END_


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu dengan cepat, kini usia Dave dan Daven sudah 3 bulan lebih. Mereka terlihat sangat tampan sekali, semua orang gemas pada twins.


"Dear, tolong bantu jagain Dave sebentar.. Aku akan memandikan Daven." ucap Vay pada Excel yang duduk di sofa kamar Twins.


"Baik Ibu Negara.." sahut Excel.


Vay pun memandikan Daven sementara Excel tengah mengajak Dave bermain.


"Utututu... Kesayangan Ayah, Mau main apa kita Boy?" Excel menggendong Dave keluar dari kamar twins.


Excel membawa Dave ke garden samping rumah.


Ayah dan Putra nya itu terlihat sangat sweet, wajah mereka yang mirip membuat semua orang yang melihatnya langsung jatuh hati.


Setelah beberapa menit, Vay dan Daven pun ikut turun menyusul Excel dan Dave di garden samping.


Mereka terlihat seperti keluarga Kecil yang sangat Bahagia.


Bagaimana tidak, Mereka memilki keluarga yang menyayangi mereka.


Mereka memiliki twins sebagai pelengkap pernikahan mereka.


Mereka memiliki kehidupan yang layak, bisnis yang lancar, rumah yang nyaman, kendaraan yang bagus, serta kekayaan yang cukup.


Tak hentinya Tuhan melimpahkan kenikmatan pada mereka.


Begitu sayang nya Tuhan pada mereka. Semoga saja, esok dan seterus nya akan lebih baik.

__ADS_1


Cobaan hidup pasti akan terus ada, namun Mereka selalu berdoa untuk di kuatkan hati dan fisik mereka saat Cobaan Tuhan hadir menimpa keluarga mereka.


Excel dan Vay percaya, semakin banyak Cobaan datang, maka semakin kuat pula pondasi mereka.


Dengan bersama, mereka akan melewati segala Cobaan hidup dengan Baik.


Saat ini Mereka berempat tengah duduk di Ayunan dengan memangku twins.


Mereka mengobrol ringan mengingat kenangan awal pertemuan.


"Lovely, Terimakasih sudah menemani ku berproses, menjadi manusia yang lebih baik lagi. Jika bukan karena kau, mungkin aku masih menjadi manusia yang Buruk." ucap Excel sambil menatap sang istri.


Vay menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Excel. Dia mencium pipi suaminya kilas sebelum bersandar.


"Dear, kau menjadi seperti ini karena keinginan dan niat mu. Aku hanya mensuport niat baik mu saja Dear. Selebihnya, kau sendiri yang berusaha dan berjuang sendiri." sahut Vay masih menyandarkan kepala nya.


"Intinya, jika tak ada kamu, aku tak akan mampu berjuang sendirian. Terimakasih pula sudah memberi ku dua malaikat kecil yang tampan." Excel tersenyum menatap sang istri yang mendongakan kepalanya.


Vay mengangguk pelan tersenyum manis pada suaminya.


"Terimakasih juga sudah menjadi Malaikat pelindung dan malaikat penolong ku. I love you Dear." ucap Vay dengan air mata haru akan kebahagiaan.


"I Love You More Lovely.." seru Excel membalas ungkapan Cinta istrinya.


Excel mencium Bibir Vay dengan mesra dan lama. Mereka saling menumpahkan rasa cinta dan sayang lewat lumataann dan sesapaann yang begitu dalam.


Hingga ciuman itu terlepas dengan nafas memburu satu sama lain.

__ADS_1


mereka saling menempelkan kening dengan mata terpejam menikmati suasana Sore hari yang sejuk.


Hingga Baby Dave dan Daven tersenyum melihat kemesraan kedua orang tuanya. Seolah ikut merasakan kebahagiaan orang tuanya.


"Cepat Besar yah Anak Bunda, Anak Ayah.. Jadi Anak pintar, Solih dan bermanfaat untuk semua orang." ucap Vay setelah melepas tautan kening nya dan kening Excel.


"Iya, Dave dan Daven harus bisa jagain Bunda ya? Ayah Excel sayang dengan Dave, Daven dan Bunda. Kalian sangat berarti untuk hidup Ayah." seru Excel dengan senyum haru menatap ketiga orang tercintanya.


Potret Excel dan Twins๐Ÿ˜˜ Cekidot๐Ÿ˜Ž





Hanya pelengkap saja ygy๐Ÿ˜


-----------------------THE END-------------------


Akhirnya kisah Excel Juan Alexander Dan Queen Vayola Putri Bramasta Telah usai di Bab 114.


Terimakasih untuk Readers yang berkenan membaca karya kegabutan ku ini.


Nantikan Kisah lainya di judul berikutnya.


See You๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2