
_Di kediaman Wijaya.
"Kemana sebenarnya Anak nakal itu. Sampai sore begini masih belum pulang." geram Mama Retno pada Vay yang tidak kunjung pulang.
"Paling juga kerja Ma," sahut jesie.
"Mama sudah telpon Cafe tempat dia bekerja, Bos nya bilang kalau hari ini Vay sudah ijin tidak berangkat kerja." jelas mama Retno pada jesie.
"Yauda lah Ma, kalau dia gak pulang-pulang, kita jadi punya alesan buat nyiksa dia.!" ucap Jesie memprofokator Sang Mama.
"Benar kamu Sayang." sahut mama Retno.
.
.
_Di Kediaman Excel.
Saat ini Vay tengah membersihkan Kamar Tuannya.
Excel pun ada di dalam kamar itu, Pintu kamar nya pun terbuka, jadi tidak mungkin jika Excel akan berbuat jahat pada Vay.
"Aaakhh... Kenapa Semua File ku hilang!" Umpat Excel merasa frustasi karena File penting bisnisnya telah Hilang.
Padahal File itu adalah sumber kekayaanya.
"Kenapa Tuan?" Tanya Vay pada Tuannya.
"Semua File penting ku hilang, dan aku membutuhkan semua file itu untuk mendapatkan Uang!"
"Boleh Aku Bantu Tuan?" tawar Vay pada Tuannya.
Excel tidak yakin jika gadis itu bisa mengembalikan File nya atau tidak. Tapi tidak ada salahnya mencoba.
Dan Excel menganggukan kepalanya.
Vay mendekat pada Tuannya, mengambil alih Laptop dari Excel.
Vay mulai mengotak atik Laptop itu. Dan tak butuh waktu lama File itu sudah kembali.
__ADS_1
"Sudah Tuan, coba anda chek sudah benar atau belum." ucap Vay pada Excel memperlihatkan Layar Laptop itu.
Excel melihat layar itu dan matanya membulat sempuran. "Bagaimana Bisa?" gumam Excel heran.
"Bagaimana kamu melakukannya?" tanya Excel tanpa melihat ke arah Vay.
"Apa Tuan akan percaya jika aku bilang aku ini lulusan terbaik fakultas IT dan seorang Hacker?" jawab Vay.
Excel mendelik lagi mendengar ucapan Vay. Dan seketika memiliki Ide untuk merekrut Vay dalam bisnis Haram nya. Itu akan sangat menguntungkan bagi nya.
"Lanjutkan pekerjaan mu." titah Excel pada Vay.
"Baik!" jawab Vay singkat.
_Pukul 20.00
setelah makan malam bersama Tuannya, kini Vay pamit pulang karena jam kerja sudah Habis.
"Datanglah lagi besok pagi" ucap Excel saat Vay akan pulang.
"Baik Tuan, Saya permisi. Terimakasih untuk makan siang dan makan malamnya." pamit Vay membungkukan tubuhnya.
"Kau akan pulang naik apa?" tanya Excel.
"Biar Supir mengantar mu, untuk akses transportasi jadi kau tidak perlu mengeluarkan ongkos."
"Tidak usah tuan, itu terlalu berlebihan."
"aku tidak suka di bantah!"
"Baiklah.."
"Berikan Nomor ponsel mu. Agar aku mudah menghubungi mu."
Vay melakukan misscall pada nomor Excel dan tersambung.
"Itu nomor ponsel ku Tuan, dan aku juga sudah mengesave nomor Tuan," ucap Vay dan langsung masuk mobil atas perintah Tuannya.
Supir Excel melajukan mobilnya menuju rumah Vay.
__ADS_1
.
.
_30 menit kemudian, Vay telah sampai di Rumah Wijaya. Saat ini pukul 20.30
Vay Turun dari mobil Mewah itu. Tanpa dia sadari mama retno dan jesie telah memperhatikan Vay dari dalam Rumah.
"Ma, Vay di antar siapa? kok dia turun dari mobil mewah itu?" ucap jesie bertanya pada mamanya.
"Mama Yakin, dia pasti jadi simpanan Sugar Daddy." jawab mama retno.
"wah, gak boleh di biarin ma, apa kata dunia nanti? Anak sulung dari Agung Wijaya jadi simpanan Om-Om." seru jesie terus memperkeruh suasana.
"Tenang aja sayang, kita kasih Vay pelajaran biar dia kapok." sahut mama Retno.
Sementara itu, Vay tengah berjalan Masuk ke dalam Rumah. Saat sampai di pintu utama, dia sudah di cegat oleh Mama Retno dan Juga Jesie.
Mereka langsung menarik Vay untuk masuk Ke Gudang.
"Ma, jangan bawa Vay ke Gudang ma, Vay salah apa ma? Kenapa Vay di hukum?" ucap Vay mencoba berontak.
"Kau tau ini jam berapa? Dan kau baru pulang! Gadis macam apa kau ini Ha? Pergi pagi pulang hingga malam di antar mobil pula, kau terlihat seperti ******! Dan mama tidak Suka!" bentak Mama Retno.
"Ma aku bisa jelaskan, Aaakh.." pekik Vay saat merasakan tamparan dari tangan Mama Retno.
"Mama Tidak butuh penjelasan mu, Dasar Anak tidak tahu diri." umpat mama Retno dan terus melayangkan pukulan di tubuh Vay.
Vay tak mampu untuk melawan Mama Retno karena tangan yang di ikat sebelumnya.
Puas Menyiksa Vay, Mama Retno dan Jesie mengunci Gadis malang itu di dalam Gudang.
Vay menangis terisak. Hatinya sakit di perlakukan seperti Sampah. sebaik apa pun Vay pada Keluarganya tetap saja kebaikan itu tidak terlihat.
Bukan Hal baru lagi jika Vay menerima perlakuan buruk dari keluarga angkatnya. Ini sudah menjadi makanan nya tiap hari, Di Tindas dan Di siksa layaknya Seorang sampah.
Sudut Bibir Vay mengeluarkan darah karena pukulan dari mama nya. Tubuhnya pun lebam-lebam. Sungguh dia benar-benar sudah tidak sanggup untuk terus berada di tempat itu.
Lelah menangis, Vay pun memejamkan matanya. Dia tidur tanpa alas apapun.
__ADS_1
"Puas jesie melihat Vay menderita ma. Hahaha" ucap jesie tertawa pada mama Retno.
"Mama Juga puas menyiksa ****** itu. Kita harus bicara soal ini ke Papa" seru mama Retno dengan menyunggingkan senyumnya.