
Daniel membawa Excel kembali ke markas. Excel terluka parah saat ini.
"Daniel, tinggalkan aku sendiri. Kembali lah ke sana, tuntaskan semua nya dan pastikan William harus tewas." ucap Excel memberi perintah pada Daniel.
Daniel pun menuruti perintah Excel. Dia percaya jika Excel bisa mengobati lukanya sendiri.
Daniel mengangguk sekali dan langsung pergi meninggalkan Excel di markas kembali ke medan pertempuran.
Para pasukan William hanya tinggal beberapa orang saja. Daniel dan para Body Guard Excel sudah berhasil menghabisi mereka dengan cepat.
Daniel mencari keberadaan William disana. Dia melihat satu persatu mayat yang bertebaran di atas tanah.
"Ah, Siall!!" umpat daniel saat tak menemukan William disana.
Dia langsung menyuruh semua Body Guard untuk berpencar mencari keberadaan William. Jangan sampai manusia iblis itu lolos.
Body Guard Excel juga hanya tinggal separuh kurang, mereka juga banyak tewas terbunuh oleh pasukan musuh.
Tak berselah lama, William di temukan! Dia tengah bersembunyi di sebuah Gua yang terletak agak jauh dari tempat pertempuran.
Dia bersembunyi dengan asistennya berdua saja.
Daniel mengarahkan tembaknya ke arah 2 orang tersebut.
Daniel menembak Mereka dengan Brutal. Tak hanya satu tembakan yang di layangkan oleh Daniel, namun berkali-kali hingga membuat 2 orang itu tewas seketika.
Ya, William tak bisa melakukan penyerangan pada Daniel karena kondisi nya sudah memburuk. Sedangkan Asistennya, tak bisa melawan karena Senjatanya kehabisan peluru.
__ADS_1
Daniel mendekati jasad willian dan asistenya. Memastikan jika mereka benar-benar tewas.
Setelah itu, Daniel dan rombongan Body Guard kembali ke markas. Seraya memastikan tak ada yang musuh yang tersisa.
Daniel bernafas lega saat semua musuh sudah tewas tak tersisa.
Dia langsung menyuruh para body guard untuk mengurus jasad-jasad itu dan l Menguburnya bersama menjadi satu.
Sedangkan Daniel akan mengurus Excel yang tengah terluka parah.
Sementara Excel, dia menghampiri pintu bilik tempat Vay menyembunyikan diri.
Kaki Excel tak bisa untuk berjalan, dia menghampiri bilik itu dengan cara merangkak perlahan sambil menahan rasa sakit luka yang memenuhi tubuhnya.
Toookkk Toookkk..!! Ketuk Excel secara perlahan.
"Vay.." lirih Excel memanggil kekasihnya.
Vay membelalakan matanya saat samar-samar mendengar suara Excel dari balik pintu.
Dia langsung memutar kunci Handel pintu dan membukanya.
"Excel..." pekik Vay saat Excel Ambruk dari balik pintu yang terbuka.
Vay mengangkat kepala Excel dan meletakannya di atas Paha milik Vay.
"Astaga, kau terluka parah Dear!" panik Vay saat melihat luka pada tubuh Excel. Tak terasa Air mata Vay luruh begitu saja.
__ADS_1
Melihat Excel terluka seperti ini membuat hatinya terasa hancur.
Wajah Excel sudah pucat pasi, Excel kehilangan banyak darah dan banyak sekali peluru yang bersarang di tubuh nya.
"Ya Tuhan aku harus apa?!" Seru Vay dengan wajah kebingungan.
Sesaat kemudian, Daniel datang menghampiri Vay Dan Excel.
"Daniel, tolong bantu Excel!" titah Vay pada Daniel.
Daniel langsung bergegas menggendong Excel di bantu Vay. Mereka menuju ke arah mobil. Dan membawa mobil itu menuju rumah Sakit.
Daniel mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Jarak dari hutan menuju rumah sakit sangat lah jauh.
"Vay..." lirih Excel memanggil nama kekasihnya.
Vay tersenyum menatap Excel yang sudah seperti mayat hidup. Air mata yang tak kunjung reda, kini malah semakin deras membasahi pipi Vay.
"Shhuutt.. Jangan banyak bicara dulu ya. Kita akan segera sampai Rumah Sakit. Bertahanlah.." seru Vay menjawab panggilan Excel seraya mencium tangan pria itu.
Excel mengulas senyuman kecil. Lalu dia kembali memejamkan matanya. Nafas nya mulai tak beraturan. dadanya terasa sangat sakit.
"Ya Tuhan, jika KAU masih memberi ku hidup, aku akan meninggalkan Dunia hitam ini. Dan menjadi pribadi yang baik. Aku hanya ingin hidup damai bersama dengan Gadis yang aku cintai selamanya." ucap Excel dalam hati. Dia membuat janji dengan Tuhannya.
***********
Jangan lupa kasih dukungannya..😘
__ADS_1
Terimakasih sudah berkenan membaca karya kegabutan ku ini.😍